Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 Juli 2026

Toko Serba Rp35 Ribu Menjamur di Medan, Diserbu Pembeli tetapi Mulai Tekan Pedagang Tradisional

Indah Apriliana dewi Ginting - Senin, 06 Juli 2026 20:21 WIB
134 view
Toko Serba Rp35 Ribu Menjamur di Medan, Diserbu Pembeli tetapi Mulai Tekan Pedagang Tradisional
Foto: Dok/harianSIB.com/Ind
Toko ritel dengan konsep harga seragam Rp35 ribu di berbagai wilayah Kota Medan semakin diminati masyarakat dan menjadi salah satu pilihan berbelanja kebutuhan sehari-hari maupun perlengkapan sekolah.

Medan(harianSIB.com)

Fenomena toko ritel dengan konsep harga seragam Rp35 ribu semakin marak di Kota Medan dan sejumlah wilayah sekitarnya. Kehadiran gerai-gerai tersebut kini mudah ditemukan di berbagai kecamatan dan menjadi salah satu tujuan utama masyarakat untuk berbelanja, terutama menjelang tahun ajaran baru dan selama masa liburan sekolah.

Berdasarkan pantauan di sejumlah gerai di Kecamatan Medan Johor, Helvetia, Marelan, Sunggal, Tembung, Labuhan, Denai, serta beberapa kawasan lainnya, Minggu (5/7/2026), toko-toko tersebut dipadati pengunjung. Beragam kebutuhan rumah tangga hingga perlengkapan sekolah menjadi barang yang paling banyak diburu.

Produk seperti tas sekolah, sepatu, alat tulis, pakaian, sandal, perlengkapan rumah tangga, hingga aksesori dijual dengan harga seragam sekitar Rp35 ribu per item. Harga yang terjangkau membuat banyak masyarakat memilih berbelanja di toko tersebut.

Dian, warga Pasar V Marelan, mengaku sangat terbantu karena bisa memenuhi kebutuhan sekolah anaknya tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Baca Juga:
"Hanya berjalan kaki sebentar dari rumah sudah bisa membeli perlengkapan sekolah anak. Harganya murah sehingga bisa menghemat pengeluaran keluarga," ujarnya.

Hal senada disampaikan seorang pelanggan di Kecamatan Medan Johor. Menurutnya, kualitas barang yang dijual masih sebanding dengan harga yang ditawarkan.

"Meski harganya murah, kualitasnya tidak mengecewakan. Kalau pun ada yang cepat rusak, itu masih sesuai dengan harganya. Yang penting pilihannya banyak dan sesuai kemampuan kami," katanya.

Konsep harga seragam dinilai mampu menarik minat masyarakat karena mengandalkan volume penjualan yang tinggi. Selain harga yang ekonomis, lokasi toko yang umumnya berada di dekat kawasan permukiman juga menjadi nilai tambah karena memudahkan akses konsumen.

Namun, di balik tingginya antusiasme masyarakat, kehadiran toko serba Rp35 ribu mulai dikeluhkan sebagian pedagang pasar tradisional dan pedagang kaki lima. Mereka mengaku omzet penjualan terus menurun karena konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan berbelanja, baik di toko ritel modern maupun melalui platform daring.

Mila, seorang pedagang di kawasan Pasar Sunggal, mengatakan, usahanya terdampak cukup signifikan sejak toko-toko tersebut bermunculan.

"Semakin banyak masyarakat yang berbelanja di toko serba Rp35 ribu karena barangnya lengkap dan harganya murah. Penjualan kami semakin menurun, bahkan ada pedagang yang terpaksa menutup usahanya," tuturnya.

Ia berharap pemerintah memberikan perhatian kepada pelaku usaha mikro agar mampu bertahan dan bersaing di tengah perubahan pola belanja masyarakat.

"Kami yang bermodal kecil tentu sulit bersaing. Harapan kami ada solusi agar pedagang kecil tetap bisa bertahan," katanya.

Maraknya ritel dengan konsep harga seragam menunjukkan adanya perubahan perilaku konsumen yang kini lebih mengutamakan harga terjangkau dan kemudahan akses. Di sisi lain, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pedagang tradisional. Karena itu, pemerintah bersama instansi terkait diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif sehingga seluruh pelaku usaha, baik ritel modern maupun usaha mikro, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Berakhir Damai, Bhabinkamtibmas Polsek Delitua Mediasi Konflik Pemuda
Patroli Brimob Polda Sumut di Medan, Antisipasi Geng Motor dan Kejahatan Jalanan
Sindikat Vape Narkoba Jaringan Malaysia Dibongkar, 128 Pod Getar Disita
Seminar Nasional HKPI di Medan Tekankan Restrukturisasi Utang dan Perdamaian untuk Menyelamatkan Dunia Usaha
Program CCTV Mata Deli Jadi Percontohan di Kota Medan
4 Remaja Terduga Pelaku Tawuran di Marelan Ditangkap Polisi
komentar
beritaTerbaru
373 Mahasiswa Unimed KKN di Labura

373 Mahasiswa Unimed KKN di Labura

Aekkanopan(harianSIB.com)Pemerintah Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) secara resmi menyambut kedatangan 373 mahasiswa Universitas Negeri