Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 29 Agustus 2026

MBG Serap Stok Pangan, Pedagang Eceran di Medan Keluhkan Pasokan Makin Terbatas

Nelly Hutabarat - Sabtu, 29 Agustus 2026 19:58 WIB
154 view
MBG Serap Stok Pangan, Pedagang Eceran di Medan Keluhkan Pasokan Makin Terbatas
AntaraFoto/Rivan Awal Lingga
Petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamerah, Jakarta, Senin (6/1/2025).

Medan(harianSIB.com)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai mulai memberikan dampak terhadap ketersediaan stok pangan yang diperoleh pedagang eceran di sejumlah pasar dan warung tradisional di Kota Medan.

Sejumlah pedagang mengaku kesulitan mendapatkan bahan pangan dalam kondisi dan jumlah seperti sebelum program tersebut berjalan.

"Padahal sebelum program MBG dimulai, kami selalu kebagian bahan pokok yang segar dan bagus. Sekarang sering kali yang kami dapat tinggal sisa," ujar sejumlah pedagang eceran kepada harianSIB.com, Sabtu (29/8/2026).

Boru Saragih, pedagang eceran keliling di kawasan Jalan Purwosari dan ibu Boreg pedagang di kawasan Jalan Pahlawan secara terpisah mengatakan, kondisi tersebut mulai berdampak terhadap pendapatannya.

Baca Juga:
Menurutnya, pedagang kecil harus bersaing dengan pembeli yang melakukan pembelian secara borongan dalam jumlah besar.

"Barang yang berkualitas yang kami harapkan semakin sulit didapat. Penghasilan kami juga jadi berkurang," ujarnya.

Pedagang menyebutkan, pembelian dalam jumlah besar membuat stok pangan lebih cepat terserap.

Di sisi lain, pedagang eceran yang membeli dalam jumlah terbatas hanya mendapatkan barang sesuai stok yang tersisa. Kondisi ini terutama dirasakan pada sejumlah komoditas seperti ikan segar, sayur-mayur dan bahan pangan lainnya.

"Kalau yang membeli banyak tentu lebih dahulu mendapatkan barang. Kami pedagang kecil akhirnya menerima sesuai yang diberikan pedagang besar. Tidak bisa banyak memilih," ujar seorang pedagang.

Kondisi serupa dirasakan pemilik warung di kawasan Jalan Purwosari. Ia mengatakan stok yang dipajangkan di warung kini tidak selengkap sebelumnya. Akibatnya, konsumen hanya dapat membeli barang yang tersedia. "Pembeli tetap datang, tetapi kadang mereka kecewa karena barang yang dicari tidak ada," katanya.

Pedagang juga menghadapi persoalan lain berupa kenaikan harga pangan. Harga yang semakin mahal ditambah pasokan yang tidak selalu lengkap membuat margin keuntungan semakin tipis.

Mereka menyebut stok telur masih relatif tersedia, sementara ikan segar semakin sulit diperoleh dalam jumlah seperti sebelumnya.

Para pedagang berharap meningkatnya kebutuhan pangan untuk program MBG tidak mengurangi akses pedagang kecil terhadap pasokan bahan pangan.

Mereka meminta rantai distribusi tetap memberikan ruang bagi pedagang eceran sehingga kebutuhan masyarakat di pasar tradisional dan warung lingkungan tetap dapat dipenuhi,ujar mereka serentak (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Benda Diduga Peluru Ditemukan Dalam Daging Menu MBG di Lampung Utara
Uji Menu MBG di SPPG Pusaka, DKPPKB Taput Nyatakan Aman Dikonsumsi
Harga Ayam Potong di Medan Tembus Rp50 Ribu per Kilogram, Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli
Bupati Sergai Minta Dapur SPPG Pedomani Konsep Zero Accident
MAKI Desak Kejagung Segera Periksa Nanik
Kondisi Siswi Korban Keracunan MBG di Berastagi Berangsur Membaik
komentar
beritaTerbaru
‎Cuan Manis Bisnis Daster

‎Cuan Manis Bisnis Daster

Medan(harianSIB.com)Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pak