Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026

Pendidikan Kader GAMKI Sumut, Desni Saragih: Pemuda Harus Jadi Penggerak Memori Bangsa

Leo Bastari Bukit - Minggu, 30 Agustus 2026 20:45 WIB
139 view
Pendidikan Kader GAMKI Sumut, Desni Saragih: Pemuda Harus Jadi Penggerak Memori Bangsa
Foto Dok/GAMKI Sumut
MATERI: Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut Desni Maharani Saragih SSTP MSi menyampaikan materi dengan tema “Literasi, Memori Kebangsaan, dan Peran Pemuda dalam Pembangunan Daerah” di PKTM DPD GAMKI Sumut, Sabtu (29/8/2026).

Medan(harianSIB.com)

Sebanyak 25 kabupaten/kota mengikuti Pendidikan Kader Tingkat Madya Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Provinsi Sumatera Utara (DPD GAMKI Sumut) selama dua hari, 28-29 Agustus 2026, di Aula BPSDM Provinsi Sumut, Jalan Ngalengko, Kecamatan Medan Timur, Medan.

Kegiatan turut dihadiri Ketua DPD GAMKI Sumut Swangro Lumbanbatu ST MSi, Sekretaris DPD GAMKI Sumut Erwin Nopiter Situmorang, bersama jajaran pengurus dan Ketua Panitia PKTM DPD GAMKI Sumut 2026 Hamonangan Sinaga SPd MPd.

Salah satu materi yang diberikan dalam kegiatan tersebut mengangkat tema "Literasi, Memori Kebangsaan, dan Peran Pemuda dalam Pembangunan Daerah", yang disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumut Desni Maharani Saragih SSTP MSi, Sabtu (29/8/2026).

Dalam pemaparannya, Desni menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca. Literasi merupakan kemampuan untuk mengakses, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara bijak.

Menurutnya, penguatan literasi menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, seperti minat baca yang belum merata, maraknya penyebaran hoaks dan disinformasi, semakin jauhnya generasi muda dari sejarah lokal, kurangnya dokumentasi sejarah masyarakat, serta pemanfaatan media sosial yang belum selalu produktif.

"Literasi dapat menjadi sarana untuk mengenal dan memahami sumber sejarah, mengetahui perjalanan bangsa dan daerah, menumbuhkan kesadaran identitas dan kebangsaan, serta menjaga memori kolektif," menjadi salah satu poin penting dalam materi tersebut.

Desni menjelaskan, memori kebangsaan bukan hanya sekadar mengingat masa lalu, tetapi memahami perjalanan masa lalu untuk membangun masa depan.

Memori kebangsaan merupakan ingatan kolektif masyarakat tentang perjalanan bangsa yang terbentuk melalui berbagai sumber, seperti naskah dan dokumen sejarah, arsip surat kabar lama, foto dan dokumentasi, biografi tokoh dan pahlawan, tradisi dan budaya, hingga situs serta peninggalan sejarah.

Dalam menjaga memori kebangsaan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Arsip memiliki peran strategis, mulai dari menghimpun, melindungi, melestarikan, mendigitalisasi hingga menyebarluaskan berbagai sumber informasi sejarah dan budaya daerah.

Salah satu upaya yang diperkenalkan yakni E-Deposit, yang dapat menjadi ruang untuk menghimpun dan menyediakan akses terhadap berbagai sumber informasi serta dokumentasi daerah dalam bentuk digital dan interaktif.

E-Deposit dapat memuat berbagai kekayaan informasi Sumut, mulai dari naskah kuno, arsip koran atau surat kabar lama, dokumentasi dan foto sejarah, informasi tokoh dan pahlawan, sejarah dan budaya Sumut, hingga karya dan terbitan yang berkaitan dengan daerah.

Pada kesempatan tersebut, generasi muda juga didorong untuk tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi bertransformasi menjadi penggerak memori bangsa.

Pemuda dapat mengambil peran sebagai pencari informasi dengan mengenal sejarah dan sumber terpercaya, menjadi pembelajar kritis yang melakukan verifikasi sebelum menyebarkan informasi, serta menjadi kreator konten yang mampu mengemas sejarah dalam bentuk menarik dan mudah diterima generasi sebaya.

Selain itu, pemuda dapat menjadi pencerita sejarah, penggerak komunitas, pengguna teknologi untuk kepentingan edukasi, sekaligus agen perubahan yang menghubungkan pengetahuan sejarah dengan pembangunan daerah.

Melalui pendidikan kader ini, GAMKI Sumut diharapkan mampu melahirkan kader muda yang memiliki wawasan luas, berpikir kritis, memahami sejarah dan identitas kebangsaan, serta aktif mengambil bagian dalam pembangunan daerah. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru