Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 01 September 2026

Vaksin Rabies di RS Pirngadi Medan Kembali Tersedia, Dinkes: Ada Enam Rabies Center

Leo Bastari Bukit - Senin, 31 Agustus 2026 18:54 WIB
323 view
Vaksin Rabies di RS Pirngadi Medan Kembali Tersedia, Dinkes: Ada Enam Rabies Center
Ilustrasi vaksin rabies

Shereivia menjelaskan, pasien yang mengalami gigitan hewan penular rabies tidak selalu harus langsung mendapatkan suntikan vaksin pada saat kejadian. Penanganan awal yang paling penting adalah membersihkan luka secara menyeluruh.

"Kalau digigit hari ini tidak harus langsung disuntik. Penanganan awal dilakukan dengan pembersihan luka, pemberian antiseptik, kemudian dilakukan penilaian apakah gigitan tersebut berisiko atau tidak sesuai SOP Kementerian Kesehatan," katanya.

Penilaian tersebut mempertimbangkan lokasi gigitan dan kondisi hewan yang menggigit. Gigitan pada area wajah dan ujung jari termasuk yang memiliki risiko lebih tinggi. Petugas juga akan melakukan observasi terhadap hewan apabila memungkinkan.

"Masa inkubasi sampai muncul gejala biasanya kita lihat sekitar 14 hari. Hewannya juga harus diobservasi. Kalau hewan peliharaan mati, barulah dilakukan penyuntikan. Kalau hewannya tidak mati, tidak diberikan suntikan," jelasnya.

Menurut Shereivia, distribusi vaksin dilakukan pemerintah pusat melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, kemudian disalurkan kepada kabupaten/kota berdasarkan jumlah kasus.

"Kabupaten/kota mendapatkan vaksin dari provinsi sesuai distribusi dan jumlah kasus. Kota Medan termasuk yang kasusnya cukup banyak, sehingga vaksin harus dibagi ke beberapa rabies center," katanya.

Ia mengatakan penetapan lima puskesmas sebagai rabies center dilakukan dengan mempertimbangkan wilayah pelayanan dan jumlah kasus agar masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan yang lebih dekat.

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru