Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 02 September 2026

Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Tahu Asal dan Proses Susu Formula

Donna Hutagalung - Rabu, 02 September 2026 17:59 WIB
151 view
Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Tahu Asal dan Proses Susu Formula
Foto: Dok/Acekid
Sejumlah figur publik Indonesia yang juga orang tua mengikuti Ace Fresh Journey untuk melihat langsung perjalanan susu formula AceKid di Harbin, China.

Jakarta(harianSIB.com)

Memilih susu formula untuk anak bukan hanya soal melihat kandungan nutrisi yang tercantum di kemasan. Orang tua juga perlu mengetahui dari mana bahan utama susu tersebut berasal, bagaimana proses pemerahannya, hingga cara kualitas dan keamanan produk dijaga sebelum sampai ke tangan konsumen.

Hal inilah yang coba diperlihatkan AceKid melalui kampanye #CekTransparansiAceKid. Lewat program Ace Fresh Journey, lebih dari 30 ibu dan orang tua Indonesia bersama Brand Ambassador, figur publik, expert, serta mitra AceKid diajak melihat langsung ekosistem produksi FEIHE AceKid di Qiqihar dan Smart Factory di Harbin, China.

Perjalanan tersebut membawa para peserta melihat proses secara langsung, mulai dari peternakan, pemerahan dan pengumpulan susu segar, hingga tahapan manufaktur serta pengendalian kualitas. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya AceKid memperkenalkan makna pesan "Dari Susu Segar, Nutrisi Lebih Baik".

Marketing Director FEIHE AceKid Indonesia, Lucky Zheng, mengatakan transparansi menjadi bagian penting dalam membantu orang tua memahami produk nutrisi yang mereka pilih untuk anak.

"Kami percaya orang tua perlu mengetahui bukan hanya informasi nutrisi pada kemasan, tetapi juga dari mana sumber susu berasal dan bagaimana kualitasnya dijaga. Melalui Ace Fresh Journey, kami memperlihatkan proses tersebut secara langsung dari peternakan hingga menjadi susu formula," ujar Lucky, melalui siaran pers yang diterima harianSIB.com, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, keterbukaan tersebut diharapkan dapat membuat orang tua lebih memahami proses di balik produk yang dikonsumsi anak sekaligus meningkatkan keyakinan terhadap kualitas dan keamanan produk.

Melihat Langsung Sumber Susu

Pengalaman melihat langsung proses produksi juga dirasakan Brand Ambassador AceKid, Denny Sumargo. Ia mengaku sebelumnya belum terlalu memikirkan pentingnya mengetahui asal sumber susu dan proses pembuatannya. Setelah mengikuti perjalanan dari peternakan hingga fasilitas produksi, Denny menilai informasi mengenai asal bahan baku dan bagaimana kualitasnya dijaga menjadi hal yang tidak kalah penting dari informasi yang tercantum pada kemasan.

Hal serupa disampaikan aktris sekaligus ibu, Ryana Dea. Ia mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai bagaimana kualitas susu dijaga sejak dari lingkungan peternakan. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat pengelolaan lingkungan peternakan, kesehatan sapi, pemberian pakan hingga proses pemerahan susu. Menurut Ryana, pengalaman tersebut membuatnya semakin memahami pentingnya mengetahui sumber susu yang digunakan dalam produk nutrisi anak.

FEIHE AceKid disebut memiliki 15 peternakan mandiri dengan sekitar 150.000 ekor sapi yang berada di kawasan Golden Milk Source 47° Lintang Utara. Proses pemerahan dilakukan secara otomatis dan terjadwal. Setelah diperah, susu segar langsung didinginkan pada suhu 0–4 derajat Celsius dan dikirim menuju fasilitas produksi dalam waktu sekitar dua jam. Susu segar tersebut juga diklaim memiliki jumlah bakteri 20 kali lebih rendah dibandingkan standar Uni Eropa.

Jika kunjungan ke peternakan memberikan gambaran mengenai bagaimana kualitas susu dijaga sejak sumbernya, kunjungan ke Smart Factory memberikan perspektif mengenai tahapan pengolahan susu hingga menjadi produk formula.

Content creator sekaligus ibu, Antik Arifani, mengatakan, kunjungan tersebut membuatnya dapat melihat langsung proses yang selama ini hanya diketahui melalui produk akhirnya. Difasilitas FEIHE AceKid Smart Factory, susu segar sebagai komposisi utama diproses menggunakan One-Step Fresh Process yang disebut ditujukan untuk membantu mempertahankan nutrisi alaminya.

Setiap batch produk juga harus melewati 25 tahapan proses produksi dan 411 pemeriksaan kualitas sebelum dinyatakan memenuhi standar.

FEIHE menyebut perusahaan tersebut telah beroperasi selama lebih dari 64 tahun dan mencatatkan rekam jejak zero food safety accident sebagai bagian dari konsistensi dalam menjaga keamanan dan kualitas produk.

Dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang–pediatri sosial, Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), menilai keterbukaan mengenai sumber susu dan proses produksinya dapat membantu orang tua memahami produk nutrisi anak secara lebih menyeluruh.

Menurutnya, dalam memilih susu formula, orang tua tidak hanya perlu memperhatikan kandungan tambahan, tetapi juga komposisi utama serta sumber bahan yang digunakan.

Ia juga menyoroti susu segar sebagai komposisi utama serta formulasi tanpa maltodekstrin dan perisa sintetik sebagai hal yang dapat menjadi perhatian orang tua ketika memilih produk. Perspektif mengenai transparansi juga datang dari mitra ritel yang berinteraksi langsung dengan konsumen. Pemilik Raja Susu sekaligus mitra ritel AceKid, David Setiawan, mengatakan orang tua kini semakin kritis ketika menentukan susu formula untuk anak.

Pertanyaan konsumen, menurutnya, tidak lagi sebatas harga dan kandungan nutrisi. Mereka juga mulai mencari informasi mengenai komposisi utama, sumber susu, hingga proses produksi.

Dari "Cek Komposisi" ke "Cek Transparansi"

Melalui Ace Fresh Journey, AceKid mendorong orang tua untuk memperluas perhatian dari sekadar "Cek Komposisi" menjadi "Cek Transparansi". Artinya, orang tua diajak memahami bukan hanya apa yang terkandung dalam produk, tetapi juga bahan utama yang digunakan, dari mana susu berasal, bagaimana proses produksinya berlangsung, serta bagaimana kualitas produk dikendalikan.

AceKid juga menyediakan sistem keterlacakan melalui QR code pada kemasan. Fitur tersebut memungkinkan konsumen memperoleh informasi lebih lanjut mengenai sumber susu dan perjalanan produk. Dengan sistem tersebut, rangkaian proses mulai dari lingkungan peternakan, pemerahan, pengiriman susu segar, pengolahan hingga pengendalian kualitas menjadi bagian dari informasi yang dapat diketahui konsumen.

AceKid menyatakan tetap mendukung pemberian ASI sebagai nutrisi terbaik bagi bayi, termasuk pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan dilanjutkan bersama makanan pendamping ASI (MPASI) sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak. Sementara penggunaan susu formula sebaiknya disesuaikan dengan usia dan kebutuhan nutrisi anak serta mempertimbangkan saran dari tenaga kesehatan.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru