Medan(harianSIB.com)
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi Sumatera Utara (AMPD) berunjuk rasa di depan Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Rabu (14/10/2026). Mereka mendesak Polda Sumut menindaklanjuti dugaan peredaran narkoba dan pembekingan oleh aparat di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).
Koordinator aksi, Gunawan, dalam orasinya menyebut Labura saat ini berada dalam kondisi darurat narkoba.
"Narkoba merupakan musuh negara. Sumatera Utara menjadi salah satu zona merah peredaran dan penggunaan narkoba. Pihak kepolisian dan BNN selalu berusaha meminimalisir, namun ekspektasi negara tidak sesuai fakta di lapangan, khususnya di Kabupaten Labuhanbatu Utara," teriaknya.
AMPD menduga sindikat narkoba masih marak di Labura. Massa juga menuding adanya dugaan pembekingan oleh aparat penegak hukum terhadap seorang pria, yang disebut sebagai bandar di Kecamatan NA IX-X.
Baca Juga:
Dalam orasinya, massa menyebut pria tersebut memiliki kaki tangan di Desa Sidua-dua dan Kelurahan Gunting Saga. Mereka juga menduga ada setoran Rp8 juta setiap 10 hari kepada oknum aparat.
Atas dugaan tersebut, AMPD mendesak Kapolda Sumut memanggil dan memeriksa Kapolres Labuhanbatu serta Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu. Mereka juga meminta pemeriksaan terhadap Kanit II Sat Narkoba Polres Labuhanbatu, Kapolsek NA IX-X, dan Kanit Reskrim Polsek NA IX-X.