Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Bertahan Tanpa Menjadi Keras, Krisis Kepercayaan dan Ketahanan Mental di Indonesia Awal 2026

Oleh: Aron Ginting Manik, S.Si Teol C,CM
Redaksi - Senin, 19 Januari 2026 10:22 WIB
3.024 view
Bertahan Tanpa Menjadi Keras, Krisis Kepercayaan dan Ketahanan Mental di Indonesia Awal 2026
Ist/SNN

Akhir Kata: Kemanusiaan di Tengah Ketidakpastian

Data dan riset menunjukkan peta ekonomi dan psikologis masyarakat Indonesia yang kompleks. Namun angka hanya menjadi angka jika kita tidak melihat konteks manusiawi di baliknya. Ketika kepercayaan terhadap ekonomi, institusi, dan narasi publik diuji, tantangan terbesar bukan sekadar bertahan—tetapi bertahan dengan kemanusiaan.

Di era "trust issue", ketahanan mental yang sejati bukan menutup luka, tetapi mengajaknya berdialog. Manajemen diri yang sehat bukan sekadar kontrol ketat, tetapi kesadaran yang membuka ruang bagi relasi, empati, dan makna. Di sinilah letak kekuatan Indonesia 2026: bukan pada statistik optimis atau pesimis, tetapi pada cara kita menjaga rasa percaya dalam diri sendiri dan sesama.

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Gaet Milenial, Bank Indonesia Memperbarui Tata Pamer Museum
KPw Bank Indonesia Serahkan Bantuan PSBI Kepada SMAN 5 Pematangsiantar
Bank Indonesia P Siantar Kampanye GNNT dan GPN di Tiga Kabupaten/Kota
Bank Indonesia Sosialisasi Elektronifikasi Pemerintah Daerah di P Siantar
Bank Indonesia Segera Perkenalkan Dua Acuan Pasar Uang Baru
Bank Indonesia Siap Intervensi Nilai Tukar
komentar
beritaTerbaru