Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Bertahan Tanpa Menjadi Keras, Krisis Kepercayaan dan Ketahanan Mental di Indonesia Awal 2026

Oleh: Aron Ginting Manik, S.Si Teol C,CM
Redaksi - Senin, 19 Januari 2026 10:22 WIB
3.027 view
Bertahan Tanpa Menjadi Keras, Krisis Kepercayaan dan Ketahanan Mental di Indonesia Awal 2026
Ist/SNN

Survei Survei Konsumen dan Perekonomian yang dilakukan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sepanjang 2025 menunjukkan dinamika serupa. Indeks Menabung Konsumen dan Indeks Kepercayaan Konsumen sempat melemah atau naik tergantung bulan, cerminan respon yang labil terhadap ekspektasi dan situasi ekonomi nyata di lapangan.

Trust Issue dalam Ruang Publik

Ekonomi jelas memainkan peran besar. Namun gejala yang lebih mendasar adalah trust issue, yang merambat lebih luas dari sekadar kepercayaan terhadap pasar. Di ruang publik—media sosial, narasi politik, dan ruang kerja—kepercayaan terhadap institusi kerap dipertanyakan.

Sementara survei dari Kompas Research & Development menunjukkan bahwa Polri menjadi salah satu institusi yang dipercaya tinggi oleh publik, dengan angka kepercayaan mencapai sekitar 78,2% pada akhir 2025, trust issue tetap tajam terhadap berbagai lapisan institusi lain yang dirasakan publik tidak konsisten dalam kinerjanya.

Pendekatan atas trust issue ini tidak hanya membutuhkan data statistik, tetapi pembacaan sosial-kultural: masyarakat Indonesia kini lebih berhati-hati dalam menaruh kepercayaan, memilih mana yang dianggap kredibel dan relevan, serta seringkali merasakan jurang antara harapan dan kenyataan.

Resilience: Bukan Sekadar Tetap Tangguh

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Gaet Milenial, Bank Indonesia Memperbarui Tata Pamer Museum
KPw Bank Indonesia Serahkan Bantuan PSBI Kepada SMAN 5 Pematangsiantar
Bank Indonesia P Siantar Kampanye GNNT dan GPN di Tiga Kabupaten/Kota
Bank Indonesia Sosialisasi Elektronifikasi Pemerintah Daerah di P Siantar
Bank Indonesia Segera Perkenalkan Dua Acuan Pasar Uang Baru
Bank Indonesia Siap Intervensi Nilai Tukar
komentar
beritaTerbaru