Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 29 September 2026

Nama Pahlawan untuk Bandara Silangit

- Senin, 18 Juni 2018 11:15 WIB
1.167 view
Nama Pahlawan untuk Bandara Silangit
Nama pahlawan Raja Sisingamangaraja XII telah diusulkan menjadi nama Bandara Internasional Silangit, Tapanuli Utara. Tanpa berpolemik dan selebrasi berlebihan, Gubernur Sumut T Erry Nuradi melakukannya setelah menerima usulan dari kepala daerah setempat (Tapanuli Utara dan beberapa kepala daerah di sekitar kawasan Danau Toba). Dibuka ke publik, setelah suratnya ditandatangani dan dikirim ke Jakarta.

Publik merespons positif usulan cerdas tersebut. Tampak dari pemberitaan media massa, tokoh dan berbagai organisasi memuji dan mendukungnya. Harapan rakyat bergulir bersama doa, agar pemerintah pusat bisa segera mewujudkannya.

Pemberian nama pahlawan nasional untuk Bandara bukanlah hal baru. Hampir semua Bandara di Indonesia mengabadikan pahlawannya, yang biasanya dari tokoh setempat. Sebut saja Bandara Soekarno Hatta di Jakarta, Bandara Sultan Iskandar Muda di Aceh dan Bandara Adisucipto di Yogyakarta.

Menamai bandar udara di Silangit menjadi Bandara Raja Sisingamangaraja XII akan memberi dampak dahsyat. Bukan sekadar memberi rasa bangga saja, namun akan meningkatkan rasa kepemilikan (sense of belonging) atas Bandara itu mengingat besarnya penghormatan orang Batak terhadap Raja Sisingamangaraja XII.

Raja Sisingamangaraja XII merupakan pahlawan nasional dari Tanah Batak. Perjuangannya bukan hanya diakui di Indonesia saja. Bukti perjuangannya pun masih menghiasi museum internasional di Belanda. Catatan hidupnya hingga kini tersimpan dengan baik di Jerman.

Kisahnya masih melegenda dan menginspirasi, bukan hanya orang Batak saja. Raja Sisingamangaraja XII memimpin pasukannya dengan senjata sederhana melawan tentara Belanda yang memiliki peralatan modern. Hingga akhir hidupnya dengan mencurahkan darah, Raja Batak ini tak kenal menyerah.

Itu sebabnya, nama Raja Sisingamangaraja XII melekat kuat di hati dan ingatan orang Batak. Namanya telah diabadikan menjadi nama jalan besar di berbagai kota di Indonesia. Bahkan, sudah ada Universitas Sisingamangaraja XII di Medan dan di Silangit, Siborongborong. Setiap tahun juga ada acara mengenang kepahlawanannya.

Sikap Gubernur Sumut T Erry Nuradi mengusulkan nama Raja Sisingamangaraja XII itu patut diapresiasi. Tokoh Sumut di Jakarta, termasuk yang duduk di parlemen, sebaiknya proaktif mendorong pusat  segera merealisasikan. Meski harus tetap dilakukan secara santun dan elegan.

Pemerintah pusat diharapkan segera merespons dan merealisasikannya. Dukungan dari pemerintah kabupaten, termasuk Pemprov Sumut sudah ada, baik secara formal maupun informal. Masyarakat pun tampak percaya dalam waktu dekat, usulan ini segera direalisasikan. (**)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru