Polisi Tangkap Yahya Waloni Terkait Kasus Penodaan Agama


266 view
Polisi Tangkap Yahya Waloni Terkait Kasus Penodaan Agama
(Foto: Dok/Detikcom)
DITANGKAP: Yahya Waloni (3 kanan) saat ditangkap Dittipidsiber Bareskrim Polri di rumahnya di Cibubur, Kamis (26/8). 
Jakarta (SIB)
Yahya Waloni ditangkap Dittipidsiber Bareskrim Polri kemarin sore. Yahya Waloni ditangkap di rumahnya di Cibubur.

"Ya betul (ditangkap). Tadi sore sekitar jam 17.00 WIB di rumahnya," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat dihubungi, Kamis (26/8).

Argo menyebut Yahya Waloni tidak melawan saat ditangkap polisi. "Kooperatif," kata Argo.
Terpisah, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan Yahya ditangkap terkait kasus penodaan agama.

"(Ditangkap terkait) penodaan agama," ucap Rusdi.

Informasi mengenai penangkapan ini sebelumnya disampaikan Dirsiber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri.

"Benar," kata Dirsiber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri saat dimintai konfirmasi soal penangkapan Yahya Waloni.
Yahya Waloni tampak bungkam saat tiba di Bareskrim Polri.

Penangkapan Yahya Waloni dipimpin oleh Wadirtipidsiber Kombes Himawan Bayu Aji.
Pantauan, Kamis (26/8), Yahya Waloni tiba di gedung Bareskrim pada pukul 18.26 WIB. Yahya Waloni keluar dari mobil berwarna hitam.

Yahya Waloni tampak mengenakan batik cokelat dan selendang hijau. Peci berwarna hitam juga dia kenakan.
Saat disapa awak media, Yahya Waloni menolak bersuara. Yahya hanya menelungkupkan kedua telapak tangan ke arah wartawan.

Tampak pula Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Kombes Reinhard Hutagaol di lokasi. Polisi langsung membawa Yahya ke dalam gedung Bareskrim.

Yahya Waloni sebelumnya dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme soal dugaan penistaan agama terhadap Injil. Yahya Waloni dinilai menista agama dalam ceramah yang menyebut Bible itu palsu.

Pelaporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/B/0287/IV/2021/BARESKRIM. Yahya Waloni dilaporkan dengan dugaan kebencian atau permusuhan individu dan/atau antargolongan (SARA) pada Selasa (27/4).

Dalam kasus ini, Yahya dilaporkan bersama pemilik akun YouTube Tri Datu. Dalam video ceramah itu, Yahya Waloni menyampaikan bahwa Bible tak hanya fiktif, tapi juga palsu.

Di dalam LP tersebut, mereka disangkakan dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 45 A juncto Pasal 28 Ayat (2) dan/atau Pasal 156a KUHP. (detikcom/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com