Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 27 Agustus 2026

Aksi Protes Gen Z Timor Leste Hentikan Rencana Pensiun Seumur Hidup Pejabat

Redaksi - Minggu, 28 September 2025 15:46 WIB
3.142 view
Aksi Protes Gen Z Timor Leste Hentikan Rencana Pensiun Seumur Hidup Pejabat
AFP/VALENTINO DARIELL DE SOUSA
Parlemen Timor Leste memvoting UU baru untuk membatalkan pensiun seumur hidup

Dili(harianSIB.com)

Parlemen Timor Leste resmi menghapus skema pensiun seumur hidup bagi anggota parlemen dan pejabat publik, menyusul gelombang protes mahasiswa Generasi Z (Gen Z) yang menolak fasilitas mewah di tengah kondisi kemiskinan.

Dalam sidang pada Jumat (26/9/2025), sebanyak 62 anggota parlemen sepakat mengesahkan undang-undang baru yang mencabut hak pensiun seumur hidup bagi mantan presiden, perdana menteri, menteri kabinet, serta anggota parlemen.

"Kepada seluruh mahasiswa, tuntutan Anda telah dipenuhi. Mohon hentikan demonstrasi," ujar Olinda Guterres, anggota parlemen dari Partai Khunto, setelah pemungutan suara berlangsung, dikutip dari Kompas.com.

Baca Juga:
Undang-undang yang kini dihapus itu awalnya disahkan pada 2006, dan memberikan hak kepada mantan pejabat untuk menerima uang pensiun dengan nilai setara gaji bulanan mereka.

Aksi demonstrasi besar-besaran dimulai pekan lalu di Ibu Kota Dili, dipicu oleh rencana pengadaan mobil mewah jenis SUV Toyota Prado senilai 4,2 juta dollar AS (Rp 70,23 miliar) untuk 65 anggota parlemen.

Rencana tersebut memicu kemarahan publik, mengingat lebih dari 40 persen populasi Timor Leste masih hidup di bawah garis kemiskinan, berdasarkan data Bank Dunia.

Protes mahasiswa kemudian meluas, tidak hanya menolak pembelian mobil dinas, tetapi juga menuntut penghapusan dana pensiun seumur hidup bagi pejabat publik.

"Perjuangan kami tidak sia-sia; inilah yang kami inginkan. Kini setelah parlemen membuat keputusan yang baik, dana tersebut dapat dialokasikan untuk sektor-sektor produktif seperti pertanian, kesehatan, dan pendidikan," kata Fortunata Alves, seorang mahasiswa berusia 23 tahun, kepada AFP.

Presiden Timor Leste, Jose Ramos-Horta, menyatakan persetujuannya atas penghapusan pensiun seumur hidup dan menyampaikan apresiasinya kepada para demonstran.

"Saya tidak setuju dengan program pensiun seumur hidup di Timor Leste," ujarnya kepada wartawan. "Akan lebih baik jika dana tersebut dialokasikan untuk sektor-sektor produktif, pendidikan, dan pembangunan pedesaan untuk mengurangi masalah kemiskinan di negara ini," tambah Ramos-Horta.

Ia mengaku sudah menerima draf undang-undang dari parlemen, dan tidak melihat ada masalah untuk segera menandatanganinya. Ramos-Horta juga menyampaikan terima kasih kepada para mahasiswa yang memimpin aksi protes atas intervensi mereka yang dianggap membawa dampak positif

Selain mencabut hak pensiun seumur hidup, parlemen juga sepakat membatalkan pengadaan mobil dinas baru yang sebelumnya tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja 2025. Langkah tersebut diambil setelah demonstrasi selama dua hari berturut-turut di Dili berlangsung ricuh.

Massa sempat melempari polisi dengan batu, sedangkan aparat membalas menggunakan gas air mata.

Timor Leste merdeka dari Indonesia pada 2002 setelah menjadi bagian dari NKRI selama lebih dari dua dekade. Meski telah merdeka selama lebih dari 20 tahun, negara ini masih menghadapi tantangan besar, mulai dari ketimpangan ekonomi, malnutrisi, hingga tingginya angka pengangguran.

Perekonomian Timor Leste sebagian besar masih bergantung pada sektor minyak dan gas, yang dinilai belum memberikan dampak merata bagi kesejahteraan masyarakat.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
1.000 Pensiunan Kementan Diajak Sulap Rawa Jadi Sawah
Tuntut Upah Pengamanan KTT APEC, Polisi-Tentara Geruduk Parlemen Papua Nugini
Agnieszka Radwanska Pensiun
Ratusan ‟Omak-omak‟ dan Mahasiswa Unjuk Rasa di Kantor Bupati Asahan
Honda Ajak Mahasiswa Simalungun Jadi Pelopor Safety Riding
Gerakan Mahasiswa Batak Toba Bersihkan Monumen Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII
komentar
beritaTerbaru