Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 06 Agustus 2026

Era Prabowo Catatkan Rekor, Anggaran Bansos Mencapai Rp110 Triliun

Redaksi - Senin, 20 Oktober 2025 08:59 WIB
3.139 view
Era Prabowo Catatkan Rekor, Anggaran Bansos Mencapai Rp110 Triliun
BANTARA FOTO/Reno Esnir/pras
Pekerja beraktivitas di gudang Food Station, Cipinang, Jakarta, Senin (18/5/2020). Ilustrasi

Jakarta(harianSIB.com)

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memaparkan capaian satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut anggaran bantuan sosial (bansos) di era Prabowo merupakan yang tertinggi dalam sejarah Indonesia.

"Pagu anggaran tahun 2025 ini sebesar Rp71 triliun untuk 20 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Namun di era Presiden Prabowo, nilainya dinaikkan menjadi lebih dari Rp110 triliun, dan ini mungkin yang terbesar sepanjang sejarah," ujar Gus Ipul kepada wartawan seusai mengunjungi SRMA 33 Tangerang Selatan, Minggu (19/10/2025), dikutip dari detiknews.

Kenaikan anggaran bansos ini, jelas Gus Ipul, sebagai bentuk kepedulian Presiden Prabowo kepada masyarakat kelas bawah. Dia menyebut Prabowo juga ingin penerima bansos itu bisa naik kelas alias tidak selamanya mendapat bansos.

"Presiden tidak ingin berhenti hanya pada memberi bansos. Presiden ingin naik ke pemberdayaan. Maka itu sampai membentuk Menko Pemberdayaan. Karena Presiden juga punya fokus untuk supaya yang dapat bansos ini naik kelas lewat program-program pemberdayaan pemerintah," jelasnya.

Baca Juga:
Menurut Gus Ipul, dalam satu tahun terakhir telah ada puluhan ribu masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak lagi menerima bansos.

"Alhamdulillah tahun ini dengan anggaran yang sangat terbatas, dengan arahan Bapak Presiden kita bisa menggraduasi lebih dari 77 ribu keluarga penerima manfaat yang sekarang mereka tidak mau terima bansos lagi, artinya dia udah naik kelas," imbuhnya.

Dia menambahkan, program-program Presiden Prabowo soal pengentasan kemiskinan terbilang sukses. Salah satu program yang menurutnya jadi andalan pengetasan kemiskinan adalah Sekolah Rakyat.

"Maka seluruh program unggulan Presiden mengintervensi keluarga dari siswa sekolah rakyat. Nah inilah luar biasa. Nah ini menurut saya dasar-dasar peletakan di tahun pertama dengan langkah-langkah strategis yang saya kira di tahun ke-2, tahun ke-3 dampaknya akan bisa dirasakan di tengah-tengah masyarakat," katanya.

Gus Ipul menyebut Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) jadi satu hal lain pencapaian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, DTSEN ini jadi cara pemerintah membuat langkah strategis untuk mengeksekusi program-program seperti di bidang perlindungan sosial, jaminan sosial, rehabilitasi sosial, hingga pemberdayaan sosial.

"Supaya kita bisa melangkah dengan baik tempat sasaran diminta oleh Presiden untuk memulai dengan konsolidasi data. Maka itu Presiden menerbitkan yang namanya Inpres no. 4 tahun 2025. Sebelumnya Indonesia tidak pernah memiliki satu data," tegasnya.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Staf Ahli Kemensos Edi Suharto Tersangka Kasus Bansos Tahun 2020
114 Warga Sergai Terdampak Puting Beliung Dapat Bantuan dari Kemensos
Terkait Kasus Pengangkutan Bansos, KPK Panggil Kakak Hary Tanoe
Mensos Kaget, ASN, Manajer, Dosen, Hingga Pegawai BUMN Ikut Terima Bansos
4 Anak Terlantar Viral Dititipkan ke Panti Asuhan
Bupati Tapteng Bersama Bulog Salurkan Bantuan Pangan Beras
komentar
beritaTerbaru