Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 25 Agustus 2026

IUP Dicabut, Ini Profil PT Agincourt Resources Satu-satunya Perusahaan Tambang Terdampak Penertiban Satgas PKH

Redaksi - Kamis, 22 Januari 2026 07:57 WIB
1.125 view
IUP Dicabut, Ini Profil PT Agincourt Resources Satu-satunya Perusahaan Tambang Terdampak Penertiban Satgas PKH
Foto: Dok/Detikcom
PT Agincourt Resources

Dalam daftar tersebut, PT Agincourt Resources tercatat sebagai satu-satunya perusahaan pertambangan yang izin usahanya dicabut. Tambang Emas Martabe yang dikelola PT AR berada di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Profil PT AR

Berdasarkan keterangan dari laman resmi perusahaan, hingga Desember 2024 Tambang Emas Martabe beroperasi di area seluas 646,08 hektare. Operasional tambang ini berlandaskan Kontrak Karya (KK) selama 30 tahun dengan Pemerintah Indonesia.

Kontrak Karya Martabe pertama kali diberikan pada 1997 kepada PT Danau Toba Mining, dengan mayoritas saham dimiliki oleh Normandy Mining untuk kegiatan eksplorasi dan pertambangan emas. Pada awalnya, wilayah kontrak karya mencapai 6.560 kilometer persegi.

Seiring waktu, wilayah konsesi menyusut dan berkembang menjadi sekitar 130.252 hektare atau 1.303 kilometer persegi yang mencakup wilayah Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara dan Mandailing Natal. Pada 2003, pengelolaan tambang beralih ke PT Newmont Horas Nauli, yang mayoritas sahamnya dimiliki Newmont East Asia.

Tiga tahun kemudian, pada 2006, nama perusahaan berubah menjadi PT Agincourt Resources untuk melanjutkan pengembangan Proyek Martabe. Produksi komersial tambang dimulai pada 24 Juli 2012.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Gereja Pentakosta Sumatera Utara/Pinksterkerk Usul Hapus Pembahasan Sekolah Minggu di UU
Dipecat, Kader Gerindra Gugat Prabowo Subianto
PWI Kerjasama Tambang Emas Martabe Gelar UKW di Padangsidimpuan
Sultan Deli Berharap Presiden Jokowi Sukses Pada Pilpres 2019
Sekdaprovsu: Sumatera Utara Memiliki Potensi Menjadi Pengekspor Pangan
Barata Bangun Pembangkit Listrik di Sumatera Utara Rp 240 M
komentar
beritaTerbaru