Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 11 Mei 2026

Debat Caketum BPP HIPMI, Afi Kalla Tekankan Industri dari Rumah Tangga hingga Pabrik

Oki Lenore - Senin, 11 Mei 2026 11:18 WIB
154 view
Debat Caketum BPP HIPMI, Afi Kalla Tekankan Industri dari Rumah Tangga hingga Pabrik
Foto Dok Muhammad Faisal
Debat: Afi Kalla menyampaikan visi misi dalam debat Kandidat Pertama Calon Ketua Umum BPP HIPMI di BW Luxury Hotel Jambi, Sabtu (9/5/2026).

Jambi(harianSIB.com)

Afifuddin Suhaeli Kalla (Afi Kalla) tampil memukau dalam Debat Pertama Caketum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2026-2029.

Dengan argumen berbasis data makro dan visi yang sangat membumi, Afi berhasil memetakan solusi ekonomi yang jauh lebih konkret dibandingkan kandidat lainnya.

Debat Kandidat Pertama Calon Ketua Umum (Caketum) BPP HIPMI dilaksanakan pada hari Sabtu, 9 Mei 2026 di BW Luxury Hotel Jambi, diikuti 4 Caketum BPP HIPMI periode 2026-2029 yaitu Afi Kalla, Reynaldo Bryan, Anthony Leong, dan Ade Jona.

Di dalam momen ini, Afi Kalla, Calon Ketua Umum BPP HIPMI No. Urut 3 menekankan bahwa industri pengolahan harus menjadi tulang punggung utama untuk mencapai target pertumbuhan 8%.

Baca Juga:

"Pengolahan itu, kalau kita mendengar industri, kita tidak hanya melihat industri besar saja. Tapi kita juga harus melihat industri yang dimulai dari dapur rumah tangga, garasi kecil, dan juga ruang tamu. Karena itu semua adalah bagian dari rantai pengolahan nasional," tegas Afi.

Visi ini diterjemahkan melalui program unggulan Jadi Mandiri, yang berfokus pada pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebagai pintu masuk realistis bagi pengusaha muda ke ekosistem industri.

"Saya mendorong temen-temen HIPMI untuk bisa mandiri secara ekonomi, menjadi pengusaha hilirisasi melalui Industri Kecil dan Menengah," ujar Afi.

Selain itu, Afi berargumen bahwa penciptaan ekosistem IKM di daerah adalah solusi nyata untuk mengatasi ketimpangan ekonomi antara Jawa dan luar Jawa.

Dengan membangun pabrik-pabrik kecil di tingkat provinsi, nilai tambah komoditas akan menetap di daerah asal, menciptakan lapangan kerja lokal, dan mendorong pemerataan kesejahteraan.

Menurut Afi, konsumsi Rumah Tangga yang tinggi di Indonesia merupakan hal yang baik. Namun, Ia berargumen bahwa untuk menjadi negara maju kita tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi Rumah Tangga. Kita harus menjadi negara produsen.

Afi percaya bahwa kedepannya HIPMI tidak hanya menjadi perkumpulan bagi para Pengusaha Muda, namun, HIPMI akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang berkontribusi langsung pada target pertumbuhan nasional 8%.

Melalui visi "Kita Bikin Jadi", Ia berkomitmen bahwa di bawah kepemimpinannya, setiap gagasan besar pengusaha muda tidak akan berhenti sebagai wacana, melainkan dieksekusi hingga menjadi hasil nyata bagi bangsa.

Dominasi Afi dalam debat ini menegaskan posisinya sebagai pemimpin yang tidak hanya menawarkan ide, tetapi sistem eksekusi yang nyata untuk membawa HIPMI ke level berikutnya.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Masuk Timses Jokowi, Ketum HIPMI: Dia Kakak Saya
Presiden akan Buka Sidang Pleno II dan Rapimnas HIPMI
Kadin, Hipmi dan Taruna Merah Putih Sumbang Rp 1,5 Miliar Untuk Rohingya
Gubsu: HIPMI Perguruan Tinggi Diharapkan Mampu Mencetak Kader-kader Entrepreneur
Gelar Muscab ke-3, Taufik Hidayat Terpilih Menjadi Ketua HIPMI Asahan
Raja Salman ke RI, Hipmi: Arab Saudi Bisa Jadi Akses Dana Tak Terbatas
komentar
beritaTerbaru