Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 24 Juni 2026

Sinergi Besar Batak Center dan LABB: Berantas Stunting, Cegah KDRT, dan Gagas Museum Batak Raya

Victor R Ambarita - Rabu, 24 Juni 2026 08:09 WIB
242 view
Sinergi Besar Batak Center dan LABB: Berantas Stunting, Cegah KDRT, dan Gagas Museum Batak Raya
Foto: SNN/Victor Ambarita
Foto bersama usai penandatanganan MoU antara Batak Center Lokus Adat Budaya Batak di Kampus Mpu Tantular, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Jakarta (harianSIB.com)

Dalam upaya mengokohkan kembali nilai-nilai luhur budaya Batak di tengah arus modernisasi, Dewan Pengurus Nasional (DPN) Batak Center resmi menjalin kerja sama strategis dengan Lokus Adat Budaya Batak (LABB).

Sinergi monumental ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh pimpinan kedua organisasi di Kampus Mpu Tantular, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Penandatanganan dokumen bersejarah ini dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPN Batak Center Ir. Sintong M. Tampubolon bersama Sekretaris Jenderal Drs. Jerry R. Sirait, dan dari pihak LABB diwakili oleh Ketua Umum Dewan Mangaraja Dr. Pontas Sinaga, M.Sc., beserta Sekretaris Jenderal DM LABB Sepri Situmeang, S.Pi., M.M.

Hadir turut menyaksikan penandatanganan MoU tersebut, antara lain, Prof. Payaman Simanjuntak, Prof. Dr, H. Bomer Pasaribu, Jackson M Turnip dan Drs Maruap Siahaan, MBA.

Baca Juga:
Kerja sama untuk jangka waktu lima tahun ke depan ini mencakup tujuh bidang utama, termasuk adat, pendidikan, hingga kesehatan dan ekonomi masyarakat. Kedua institusi sepakat untuk turun tangan langsung mengatasi isu-isu sosial yang mendera kawasan Danau Toba.

MoU tersebut memuat kesepakatan krusial untuk mengupayakan aksi pencegahan patologi sosial, seperti kenakalan remaja, perundungan (bullying), dan penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, Batak Center dan LABB berkomitmen penuh mendukung penanganan stunting (tengkes) di wilayah Danau Toba guna melahirkan generasi yang cerdas dan tangguh secara fisik.

Tidak berhenti pada dokumen MoU, kesepakatan ini langsung dieksekusi dengan langkah-langkah nyata.

Sekretaris Jenderal Batak Center, Jerry Sirait, menjelaskan pihaknya telah menyepakati pelaksanaan studi pengembangan wawasan.

"Ada beberapa isu mendesak yang disoroti, termasuk pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan seksual di lingkungan masyarakat Batak yang saat ini amat membahayakan," tegas Jerry Sirait.

Ia juga menekankan pentingnya reformasi tata kelola adat dengan prinsip esensial, efisien, dan efektif.

Lebih lanjut, Jerry Sirait membeberkan rencana kolaborasi skala nasional. Pihaknya sedang menggagas pembangunan desain Museum Batak Raya. Rencana proyek nasional ini dijadwalkan akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Gubernur Sumatera Utara.

Sebagai aksi terdekat, panitia gabungan telah dibentuk untuk menyelenggarakan seminar kebudayaan nasional. Acara ini akan membahas tema Ulos Namarhadohoan serta pendalaman nilai-nilai luhur Habatahon dengan menghadirkan narasumber ahli.

Ketua Panitia pelaksana, Drs Martua Situngkir, Ak, memastikan panitia akan menyusun rencana dan program strategis yang dikhususkan bagi generasi muda Batak di mana pun berada.

"Seminar ini rencananya akan digelar pada bulan Oktober 2026 di NT Tower, Jakarta," ungkap Martua Situngkir.

"Dalam acara nanti, kita akan melibatkan dan mengundang pemerintah daerah di Sumatera Utara, khususnya seluruh bupati di kawasan Danau Toba, serta berbagai punguan marga," pungkasnya.

Seluruh persiapan teknis dan koordinasi acara ini dipusatkan di sekretariat bersama LABB dan Batak Center yang berlokasi di Kampus Mpu Tantular.

Langkah progresif ini diharapkan mampu mewujudkan visi "Bangso Batak" yang bersatu, cerdas, beradab, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia.(*)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Samosir Minta PT Aqua Farm Nusantara Kurangi Keramba di Danau Toba
Kadis Pariwisata Sukabumi Puji Keindahan Danau Toba
Luhut Ingin Tak Ada Lagi Keramba di Danau Toba
Bondjol : Sejak Ditetapkan Sebagai Geopark Kaldera, Mafia Tanah Marak di Seputaran Danau Toba
Edison Manurung Center Bekerjasama dengan PIK Gelar Perkemahan Pejuang Danau Toba
Sumut Mulai Program Percepatan Pengentasan Stunting
komentar
beritaTerbaru