Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 23 September 2026

Pegawai Bank Emok Dipaksa Onani karena Dicurigai Hendak Rebut Nasabah Bos

Redaksi - Sabtu, 08 Agustus 2026 20:18 WIB
574 view
Pegawai Bank Emok Dipaksa Onani karena Dicurigai Hendak Rebut Nasabah Bos
Edi Wahyono/detikcom
Ilustrasi Penganiayaan.

Tangerang(harianSIB.com)

Polisi mengungkap alasan di balik penganiayaan terhadap PG, seorang pria yang menjadi korban kekerasan oleh rekan kerja dan atasannya di Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten.

Korban diduga dianiaya dan dipaksa melakukan onani sambil direkam setelah bosnya curiga PG hendak membuka usaha kredit serupa dan merebut nasabah miliknya.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Hutapea mengatakan, kecurigaan tersebut muncul setelah korban yang baru bekerja beberapa hari tiba-tiba mengajukan pengunduran diri.

"Pelaku curiga korban akan membuka usaha yang sama, yaitu pemberi kredit pribadi dan mengambil nasabah kredit yang dimiliki pelaku," kata Maruli, dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (8/8/2026), sebagaimana dilansir Detikcom.

Baca Juga:
Menurut Maruli, kecurigaan itu semakin kuat karena korban sebelumnya dipercaya menangani sekitar 90 nasabah kredit milik pelaku di wilayah Kecamatan Sepatan.

"Para pelaku curiga bahwa korban berhenti kerja setelah baru beberapa hari kerja namun telah dipercaya pelaku memegang 90-an orang nasabah kredit miliknya di wilayah Kecamatan Sepatan," ujarnya.

Dalam kasus tersebut, polisi telah mengamankan delapan orang. Lima orang ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan tiga lainnya masih berstatus sebagai saksi.

Kelima tersangka masing-masing berinisial EDD (24), SD (21), ML (22), AD (31), dan DD (21).

EDD diketahui merupakan pemilik sekaligus pemodal usaha kredit atau bank keliling tersebut.

"EDD merupakan pemilik usaha dan pemodal kredit," kata Maruli.

Kelima tersangka dijerat Pasal 262 KUHP dan/atau Pasal 446 KUHP serta ketentuan terkait kekerasan seksual.

Dalam aksinya, para tersangka diduga melakukan kekerasan secara bergiliran terhadap korban. Korban juga dipaksa melakukan onani sambil direkam menggunakan kamera ponsel.

"Para tersangka secara bersama-sama melakukan pemukulan kepada korban secara bergiliran dan menyuruh untuk melakukan onani sambil divideokan," imbuh Maruli. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait

Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/theme/detail.php on line 406
komentar
beritaTerbaru