Sidoarjo(harianSIB.com)
Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri resmi turun tangan menyelidiki dugaan kasus keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan santri dan pelajar di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengonfirmasi hal tersebut saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2026). "Benar, telah ada Tim Labfor Polri melakukan pemeriksaan terkait peristiwa dugaan keracunan makanan di Sidoarjo pada 1 September 2026," ujarnya, melansir CNNIndonesia.
Baca Juga:
Pemeriksaan ini bertujuan mengungkap secara ilmiah penyebab keracunan massal tersebut. "Terkait hasilnya, kita masih menunggu proses pemeriksaan Labfor dan perkembangan penanganan lebih lanjut dari Polresta Sidoarjo," tambah Jules.
Peristiwa bermula Selasa (1/9/2026), ketika ratusan santri dan pelajar di Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan program MBG. Sebanyak 566 orang dari 19 lembaga pendidikan terdampak, dan 88 di antaranya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Makanan yang disajikan saat itu berisi nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, tumis buncis jagung muda, serta buah apel
Sampel makanan dan sampel biologis korban telah diambil untuk diuji di laboratorium guna menentukan penyebab pasti insiden ini.(*)