Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 02 Mei 2026

Tanpa Dana Pemko, Paskah Oikumene Pematangsiantar Tetap Meriah

Andomaraja Paga Sitio - Selasa, 28 April 2026 21:03 WIB
275 view
Tanpa Dana Pemko, Paskah Oikumene Pematangsiantar Tetap Meriah
Foto: harianSIB.com/Andomaraja Sitio
Para pendeta dan perwakilan Forkopimda foto bersama usai perayaan Paskah Oikumene Pematangsiantar, di GOR Suzuya Merdeka, Selasa (28/4/2026).

Pematangsiantar(harianSIB.com)

Perayaan Paskah Oikumene Kota Pematangsiantar tahun 2026 berlangsung sukses dan meriah meski tanpa dukungan anggaran dari pemerintah kota. Kegiatan yang digelar di GOR Suzuya Merdeka, Selasa (28/4/2026) sore hingga malam, dihadiri sekitar dua ribu jemaat yang mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh sukacita.

Ketua panitia, Pdt Hendri Sibuea, menegaskan, perayaan tersebut terlaksana sepenuhnya secara mandiri oleh panitia bersama berbagai pihak tanpa dana hibah dari Pemko.

"Seluruh kegiatan ini merupakan hasil kerja keras panitia dan koordinasi lintas pihak, tanpa ada kucuran anggaran pemerintah," ujarnya.

Ia mengakui berbagai dinamika sempat dihadapi dalam persiapan, namun panitia tetap berupaya maksimal hingga acara berjalan lancar. Seluruh pembiayaan kegiatan, lanjutnya, dapat dipertanggungjawabkan oleh panitia, termasuk Sekretaris Pdt Bangun Sitanggang dan Bendahara Elseria Sidauruk.

Baca Juga:
"Puji Tuhan, seluruh rangkaian acara berjalan baik dan penuh sukacita," tambahnya.

Dalam khotbahnya, Pdt John Maikel Siregar menekankan makna kebangkitan Yesus Kristus sebagai sumber harapan dan kekuatan transformasi bagi umat. Ia menyebut kebangkitan Kristus mampu mengubah ketakutan menjadi keberanian, sebagaimana dialami para murid, serta menjadi landasan bagi umat untuk berperan aktif membangun kehidupan sosial.

Mengutip Yohanes 11:25-26, "Akulah kebangkitan dan hidup," ia menegaskan, harapan orang percaya tidak bergantung pada kondisi ekonomi maupun politik, melainkan pada Kristus sebagai kepastian di tengah ketidakpastian.

Ia juga mengingatkan kehidupan yang dijanjikan bukan sekadar fisik, melainkan kehidupan yang berkualitas dan berelasi dengan Tuhan.

"Kebangkitan Kristus memberi makna bahwa setiap upaya membangun kota tidak akan sia-sia, karena Roh Tuhan bekerja dalam diri kita," ujarnya, seraya mengajak umat untuk hidup membawa damai dan menjadi berkat bagi sesama.

Acara tersebut turut dihadiri Kakumdam I/BB Kolonel CHK Berkesan Tarigan, perwakilan Forkopimda, para pendeta, serta jemaat. Perayaan semakin semarak dengan hiburan dan pembagian lucky draw bagi peserta dan penyerahan bantuan sosial bagi anak-anak panti. (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Seskab: Kemenhub Bakal Evaluasi Taksi Green SM Buntut Insiden Kereta
QResto Diluncurkan, Medan Pelopor Pembayaran Pajak Restoran Berbasis QRIS
Eks Kepala BPN Bengkulu Selatan Ditahan, Kasus 19 SHM di Kawasan Hutan Bertambah Jadi 6 Tersangka
Kejati Sumut Gelar Perpisahan dengan Kajati Harli Siregar
Distribusi Tersendat, Pemprov Sumut Percepat Pasokan Minyakita dan Perketat Pengawasan Produsen
Diduga Edarkan Pil Ekstasi, Polda Sumut Ringkus Mahasiswa USU
komentar
beritaTerbaru