Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 31 Agustus 2026

Bawaslu Harus Proaktif Awasi Potensi Pelanggaran Kampanye

- Sabtu, 28 Juni 2014 15:30 WIB
368 view
Bawaslu Harus Proaktif Awasi Potensi Pelanggaran Kampanye
Jakarta (SIB)- Tim Pemenangan Jokowi-JK meminta Bawaslu proaktif mengawasi potensi pelanggaran kampanye, mulai dari kasus SARA, politik uang, penghujatan, termasuk kasus surat kepada para guru yang berstatus PNS.

"Bawaslu harus proaktif melakukan pengecekan dan bila perlu meminta klarifikasi. Jangan hanya menunggu aduan. Jangan sampai terulang lagi. Karena ini sudah mendekati hari pencoblosan. Kampanye dengan money politics, menghujat, dan SARA, harus kita hindari," kata Tjahjo dalam siaran pers, Kamis (27/6). Hal ini dikatakan Tjahjo usai menghadiri peluncuran buku "22 Jurus Cerdas Jokowi untuk Indonesia" tulisan Michael F Umbas di Jakarta, Kamis malam.

Satu lagi yang dikritisi oleh Tjahjo adalah kabar beredarnya surat dari capres Prabowo Subianto kepada guru-guru di sejumlah daerah.
"Menurut saya lebih baik berkampanye secara terbuka, misalnya di forum PGRI, nelayan atau sekalian pasang iklan di media. Karena guru itu statusnya Pegawai Negeri Sipil," kata Tjahjo.

Untuk menyelesaikan dugaan pelanggaran kampanye itulah, maka Tim Jokowi-JK mendesak Bawaslu lebih proaktif dan mencermati perkembangan potensi pelanggaran kampanye.

"Menjelang masa kampanye berakhir dan memasuki masa tenang, sebaiknya seluruh perangkat Bawaslu lebih proaktif. Kami berharap saat masa tenang nanti tidak ternodai," ucap Tjahjo.

"Kita ingin pilpres berjalan dengan sukses, dan demokratis," ujarnya.

Tjahjo juga mengatakan, calon presiden Joko Widodo, dalam berbagai kesempatan selalu menyampaikan kepada tim sukses dan relawan, agar tidak melakukan fitnah dan manipulasi di masa kampanye ini.

"Pak Jokowi menyampaikan ke tim sukses tidak melakukan fitnah dan harus sesuai prosedur kampanye yang ditetapkan KPU," paparnya.

Sementara itu, Michael F. Umbas mengatakan, Jokowi adalah pemimpin yang secara esensi punya komitmen membangun manusia yang ujungnya pada kesejahteraan. Menurut dia, program kesehatan dan pendidikan yang menjadi andalan Jokowi menunjukkan bagaimana kepemimpinannnya.

“Ketika Jokowi memulai dua hal yang esensial itu, maka dia adalah pemimpin yang sederhana,” ujarnya.

Kepemimpinan juga bisa dilihat dari bagaimana Jokowi mengatasi banjir di DKI Jakarta. Menurut dia, meski belum selesai, tetapi rakyat percaya karena melihat ada Jokowi yang sedang bekerja. (detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru