Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 31 Agustus 2026

Jelang Ramadan, London Dipenuhi Muslim Miliarder

- Sabtu, 28 Juni 2014 15:38 WIB
362 view
Jelang Ramadan, London Dipenuhi Muslim Miliarder
London (SIB)-  Pusat perbelanjaan Harrods di Knightsbridge sampai toko-toko berlian yang gemerlapan di Mayfair, London, telah lama menarik para pembelanja berkantong tebal. Namun setiap tahun sekitar bulan suci Ramadan yang akan dimulai akhir pekan ini, gelombang pembelanja dari Timur Tengah yang super kaya tiba dan berbelanja habis-habisan -- lengkap dengan rombongan pengawal, supir dan mobil-mobil mewah seperti Rolls-Royces dan Ferrari yang diterbangkan dari negara Teluk hanya untuk peristiwa tersebut.

Para peritel menyebut lonjakan dalam usaha mereka ini "Ramadan Rush": pasar yang sangat menguntungkan dan tumbuh pesat, dipicu oleh orang-orang Arab yang makmur yang bepergian ke Inggris untuk melarikan diri dari panas padang pasir dan memanjakan diri dengan membeli hadiah-hadiah mewah sebelum terbang kembali untuk puasa dan meningkatkan ibadah selama sebulan. Lonjakan lain muncul pada liburan Idul Fitri. 

Lompatan jumlah pembelanja ini telah begitu rutin dan terlihat kasat mata di jalanan London sampai beberapa pihak menyebut fenomena itu "Haji Harrods." "London merupakan tempat di Eropa di mana pengunjung Timur Tengah paling sering berbelanja. Ini hampir seperti rumah kedua mereka," ujar Gordon Clark, manajer untuk wilayah Inggris bagi Global Blue, perusahaan riset ritel Swiss. Perusahaan tersebut memperkirakan bahwa penjualan sebelum Ramadan Juli lalu melonjak 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski turis dari negara-negara minyak yang kaya -- Uni Emirat Arab, Kuwait, Arab Saudi dan Qatar -- hanya mencakup persentase kecil dari jumlah total kunjungan ke Inggris dibandingkan dengan mereka yang dari Amerika Serikat dan Eropa, mereka cenderung lebih banyak menghabiskan uang.
Data resmi menunjukkan turis-turis Timur Tengah ada di peringkat 19 dalam hal jumlah orang yang datang tahun lalu, namun ada di posisi dua dalam hal membelanjakan uang, yaitu 888 juta poundsterling atau US$1,5 miliar. Warga Kuwait merupakan pembelanja terbesar dengan $2,275 per transaksi Juli lalu, menurut Clark.
Barang-barang yang paling suka mereka beli adalah tas tangan dan sepatu desainer yang eksklusif, jam tangan dan perhiasan, meski seorang juru bicara Harrods mengatakan hadiah-hadiah makanan seperti keranjang buah dan kurma dengan kemasan yang mewah serta cokelat juga laris dijual. Banyak merk menawarkan layanan khusus untuk para pembelanja menjelang Ramadan, seperti produk-produk terbatas dan layanan klien pribadi. 

Sementara pemerintah Arab Saudi mengancam akan mengusir warga asing non-Muslim di negeri itu jika mereka makan, minum atau merokok di ruang publik selama bulan Ramadan yang akan dimulai akhir bulan ini. "Kami menyerukan agar warga asing non-Muslim menghormati perasaan umat Muslim yang berpuasa dengan tidak makan, minum atau merokok di ruang publik, jalan-jalan dan tempat kerja," demikian Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi. 
"Tidak ada kelonggaran hanya karena mereka non-Muslim. Selain itu dalam kontrak kerja juga menyatakan agar menghormati ritual keagamaan Islam," tambah kementerian.

Kementerian Dalam Negeri menambahkan, bagi warga asing non-Muslim yang melanggar imbauan ini maka mereka akan menghadapi sanksi. "Termasuk pemutusan kontrak kerja dan dideportasi," tambah pernyataan itu. 

Di Arab Saudi saat ini tercatat sembilan juta warga asing bekerja, sebagian besar berasal dari Asia. (VoA/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru