Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 27 Agustus 2026

BMKG : Asap Dari Riau Capai Singapura

- Senin, 03 Maret 2014 22:33 WIB
887 view
BMKG : Asap Dari Riau Capai Singapura
Pekanbaru (SIB)- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan asap kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau sudah mencapai Singapura akibat perubahan arah angin di lapisan atas atmosfer.

"Pada lapisan atmosfer di ketinggian 7.000 sampai 10.000 kaki ada fortex yang membuat asap beralih arah. Jadi Singapura sudah terpengaruh asap dari Riau, tapi baru berupa asap tipis," kata Staf BMKG Stasiun Pekanbaru, Ardhitama, kepada Antara di Posko Satgas Tanggap Darurat Asap di Pekanbaru, Minggu.

Ia mengatakan, ada kecenderungan asap juga akan lebih pekat ke arah Selat Malaka karena ada bibit badai di bagian Utara Filipina yang bisa memengaruhi arah angin. Kondisi tersebut kemungkinan akan terjadi pada akhir Maret dan Mei.

"Sejauh ini, angin masih bertiup dari arah timur laut ke barat faya sehingga asap bergerak ke Sumatera Barat dan hingga Bengkulu," ujarnya.

Ia mengatakan, BMKG memprakirakan dalam tiga hari ke depan peluang hujan akan sangat kecil di Riau. Hujan lokal dengan skala ringan hanya terjadi di bagian barat Riau.

"Dalam tiga hari kedepan kami pesimis akan turun hujan," katanya.

Berdasarkan data BMKG Pekanbaru, pantauan satelit Terra & Aqua pada Minggu pagi menunjukkan ada 98 titik panas di Pulau Sumatera yang seluruhnya berada di Riau.

Asap pekat hingga kini masih terus menyelimuti Kota Pekanbaru yang lagi-lagi mengganggu penerbangan. Otoritas Bandara Sultan Syarif Kasim II menyatakan sekitar 12 penerbangan mengalami penundaan akibat asap.

Sebabnya, jarak pandang menurun hingga tinggal 800 meter dan berbahaya bagi aktivitas penerbangan.

KURANG PEDULI DARURAT ASAP

Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman menyayangkan empat bupati kurang peduli terhadap penanganan kebakaran lahan dan hutan yang membawa Provinsi Riau ke dalam bencana asap.

"Masih ada juga bupati yang tidak peduli, padahal Satgas Tanggap Darurat sudah begitu sibuk bekerja," kata Arsyadjuliandi Rahman di Posko Satgas Darurat Asap, Pekanbaru, Minggu.

Ia mengatakan, salah satu bentuk ketidakpedulian tersebut adalah masih ada empat kabupaten/kota yang belum membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Padahal, lembaga tersebut akan mempermudah koordinasi dalam pencegahan dan penanggulangan bencana.

Daerah tersebut adalah Kabupaten Kepulauan Meranti, Rokan Hilir, Kuantan Singingi, dan Indragiri Hulu. "Tidak perlu saya sebutkan nama bupatinya, biar nanti saya telepon sendiri untuk mengingatkan," katanya.

Kurang pedulinya pemerintah daerah juga terlihat dari kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat terhadap bahaya asap kebakaran bagi kesehatan.
"Sosialisasi kepada warga harus terus dilakukan," katanya.

Komandan Satgas Tanggap Darurat Asap, Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto, juga mengkritik kurangnya sosialisasi pemerintah daerah khususnya di Kota Pekanbaru mengenai bahaya asap.

"Kaget saya lihat di tengah asap pekat ada ibu membawa anaknya pakai kereta dorong, banyak warga olahraga dan saya rasa mereka juga bukan orang tak berpendidikan. Dan ternyata masih ada juga jalan ditutup untuk Car Free Day saat seperti ini," kata Brigjen TNI Prihadi Agus. 

Ia mengatakan, kurangnya sosialisasi bisa berdampak buruk bagi penanganan kabut asap yang juga mengukur jumlah penderita penyakit akibat asap sebagai parameternya. Menurut dia, jumlah penderita infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) kini sudah mencapai lebih dari 28.000 orang dan bisa bertambah kalau sosialisasi pemerintah lemah.

Kondisi kualitas udara kini menunjukkan pencemaran sudah dalam tahap membahayakan. Sebanyak 12 alat pemantau pencemaran menunjukkan indeks pencemaran di lima daerah mencapai 500, artinya kualitas udara "Sangat Berbahaya", seperti di Kabupaten Siak dan Bengkalis. Sedangkan, Kabupaten Indragiri Hilir, Kota Pekanbaru dan Dumai indeks pencemaran dalam kondisi tidak sehat.

"Harus ada kepedulian pemerintah untuk menyampaikan langsung turun ke jalan mengimbau warga jangan lupa pakai masker, hindari berkegiatan di luar rumah dan kalau perlu ada mobil keliling untuk ingatkan masyarakat," katanya. (Ant/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru