Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 02 Juni 2026

Jelang Rilis Data Inflasi, Rupiah Kian Dekati Level 18.000 per Dolar AS

Nelly Hutabarat - Selasa, 02 Juni 2026 18:13 WIB
90 view
Jelang Rilis Data Inflasi, Rupiah Kian Dekati Level 18.000 per Dolar AS
KONTAN/Cheppy A. Muchlis
Ilustrasi: Petugas menghitung dolar Amerika Serikat dan rupiah di Bank BNI

Medan(harianSIB.com)

Nilai tukar rupiah kembali melemah menjelang rilis data inflasi nasional. Di sisi lain, harga minyak mentah dunia masih mengalami kenaikan seiring perkembangan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai belum menunjukkan kemajuan signifikan. Bursa saham Asia pada perdagangan pagi bergerak mixed dengan kecenderungan melemah, sementara IHSG dibuka menguat ke level 6.210.

Analis Pasar Modal Gunawan Benyamin, Selasa (2/6/2026), mengatakan penguatan IHSG berpotensi terbatas karena masih dibayangi pelemahan bursa saham Asia dan tekanan terhadap rupiah.

Pada sesi perdagangan pagi, rupiah melemah ke level Rp17.890 per dolar AS atau semakin mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Menurut Gunawan, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rencana pemerintah menerbitkan surat utang pada Juni 2026 yang diharapkan dapat menambah likuiditas valuta asing di dalam negeri. Realisasi serapan investor terhadap penerbitan obligasi pemerintah akan menjadi salah satu penentu arah rupiah dalam jangka pendek, di samping kebijakan fiskal yang akan ditempuh pemerintah.

Baca Juga:
Di tengah tekanan terhadap rupiah, pasar memperoleh sentimen positif dari data manufaktur Indonesia. Purchasing Managers' Index (PMI) Indonesia pada Mei 2026 tercatat naik ke level 50, yang menunjukkan aktivitas manufaktur kembali berada di zona ekspansi. Data tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang pergerakan IHSG. Namun demikian, pelaku pasar tetap berhati-hati menjelang pengumuman data inflasi Mei 2026 yang diperkirakan mendekati 3 persen secara tahunan (year-on-year).

Menurut Gunawan, pelemahan rupiah mulai ditransmisikan ke sejumlah kebutuhan masyarakat, khususnya barang-barang rumah tangga tahan lama yang masih bergantung pada bahan baku impor. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tekanan inflasi ke depan. Sementara itu, harga emas dunia pada perdagangan hari ini bergerak melemah ke kisaran 4.482 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,59 juta per gram. Harga emas masih berada dalam tekanan di tengah harapan pasar terhadap keberlanjutan negosiasi damai antara Iran dan Amerika Serikat. (*)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dandim 0211 Tapteng Jadi Irup Harlah Pancasila: Fondasi Perdamaian Dunia
Pelajar Kelas 1 SD Hanyut di Sungai Aeknatas, Pencarian Dilanjutkan Besok
Puting Beliung Terjang Delapan Desa di Pancurbatu, 42 Rumah Rusak dan Kerugian Capai Rp1,16 Miliar
Rupiah Sentuh 17.800 per Dolar AS, IHSG Menguat di Tengah Upaya Gencatan Senjata Iran-AS
Lima Kasus Sabu Diungkap di Palas, Tujuh Orang Diamankan
Jelang Idul Adha 1447 H, Pemkab Labura Gelar Pasar Murah
komentar
beritaTerbaru