Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 12 Juni 2026

AS Masukkan Alibaba, Baidu dan BYD ke Daftar Hitam Militer China

Redaksi - Kamis, 11 Juni 2026 19:08 WIB
153 view
AS Masukkan Alibaba, Baidu dan BYD ke Daftar Hitam Militer China
Foto harianSIB.com/Dok
Perusahaan Alibaba, Baidu dan BYD masuk dalam daftar perusahaan yang dinilai mendukung militer China oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Washington DC(harianSIB.com)

Pemerintah Amerika Serikat (AS) memasukkan tiga perusahaan besar asal China, Alibaba, Baidu dan BYD, ke dalam daftar hitam perusahaan yang dinilai mendukung pengembangan militer China.

Keputusan tersebut diumumkan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) melalui pembaruan daftar "Chinese Military Companies" yang dirilis pada Senin (8/6/2026). Langkah itu menambah ketegangan hubungan antara Washington dan Beijing yang dalam beberapa tahun terakhir diwarnai persaingan perdagangan, teknologi dan geopolitik.

Dalam daftar terbaru, Pentagon menyebut Alibaba, Baidu dan BYD memiliki keterkaitan dengan strategi pengembangan militer China melalui afiliasi dengan State-owned Assets Supervision and Administration Commission (SASAC) serta Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China.

Pentagon mendefinisikan perusahaan militer China sebagai entitas yang dimiliki atau dikendalikan militer China, atau perusahaan yang berkontribusi pada kebijakan "fusi militer-sipil" yang mengintegrasikan riset dan inovasi sipil ke sektor pertahanan.

Baca Juga:
Daftar perusahaan yang masuk kategori tersebut kini mencapai 188 perusahaan, meningkat dibandingkan sekitar 130 perusahaan pada tahun 2025.

Perusahaan yang masuk dalam daftar itu, termasuk entitas yang berada di bawah kendalinya, akan dilarang mengikuti kontrak pertahanan pemerintah Amerika Serikat berdasarkan ketentuan yang mulai berlaku pada akhir bulan ini.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
KIP Putuskan KPU Harus Buka Data Kerja Sama Sirekap dengan Alibaba
KPU Akui Jalin Kerja Sama dengan Raksasa Teknologi Tiongkok Alibaba Cloud
China Denda Alibaba Rp 40 Triliun, Terbesar dalam Sejarah
Terkuak, Jack Ma Ternyata Tak Menghilang
Jack Ma Yakin Mata Uang Digital Adalah Masa Depan
Dari Uang Sampai Rokok: Kebiasaan Memberikan Angpao di China Dikategorikan Suap?
komentar
beritaTerbaru