DPC PDIP Batubara Peringati 30 Tahun Kudatuli, Tegaskan Semangat Perjuangan Demokrasi
Batubara(harianSIB.com)DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Batubara memperingati 30 tahun Peristiwa Kudatuli dengan menggelar kegiatan refle
Washington DC(harianSIB.com)
Pemerintah Amerika Serikat (AS) memasukkan tiga perusahaan besar asal China, Alibaba, Baidu dan BYD, ke dalam daftar hitam perusahaan yang dinilai mendukung pengembangan militer China.
Keputusan tersebut diumumkan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) melalui pembaruan daftar "Chinese Military Companies" yang dirilis pada Senin (8/6/2026). Langkah itu menambah ketegangan hubungan antara Washington dan Beijing yang dalam beberapa tahun terakhir diwarnai persaingan perdagangan, teknologi dan geopolitik.
Dalam daftar terbaru, Pentagon menyebut Alibaba, Baidu dan BYD memiliki keterkaitan dengan strategi pengembangan militer China melalui afiliasi dengan State-owned Assets Supervision and Administration Commission (SASAC) serta Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China.
Pentagon mendefinisikan perusahaan militer China sebagai entitas yang dimiliki atau dikendalikan militer China, atau perusahaan yang berkontribusi pada kebijakan "fusi militer-sipil" yang mengintegrasikan riset dan inovasi sipil ke sektor pertahanan.
Baca Juga:Daftar perusahaan yang masuk kategori tersebut kini mencapai 188 perusahaan, meningkat dibandingkan sekitar 130 perusahaan pada tahun 2025.
Perusahaan yang masuk dalam daftar itu, termasuk entitas yang berada di bawah kendalinya, akan dilarang mengikuti kontrak pertahanan pemerintah Amerika Serikat berdasarkan ketentuan yang mulai berlaku pada akhir bulan ini.
Menanggapi keputusan tersebut, Kedutaan Besar China di Washington DC mengecam langkah pemerintah AS dan menyebut kebijakan itu sebagai tindakan diskriminatif terhadap perusahaan China.
"Perusahaan-perusahaan China yang berbisnis di luar negeri telah secara ketat mematuhi hukum dan peraturan negara tempat mereka beroperasi," kata juru bicara Kedutaan Besar China.
Pihak kedutaan juga meminta pemerintah AS menghentikan penggunaan alasan keamanan nasional secara berlebihan dan menciptakan iklim bisnis yang adil serta tidak diskriminatif bagi perusahaan-perusahaan China.
Alibaba membantah tuduhan yang dilontarkan Pentagon dan menilai pencantuman perusahaan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat.
Hal serupa juga disampaikan Baidu. Perusahaan teknologi itu menyatakan tidak ada alasan kredibel yang mendukung keputusan pemerintah AS.
"Tuduhan bahwa Baidu adalah perusahaan militer sama sekali tidak berdasar. Kami tidak akan ragu menggunakan seluruh opsi yang tersedia untuk menghapus nama perusahaan dari daftar tersebut," kata juru bicara Baidu.
Sementara itu, BYD hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait pencantuman namanya dalam daftar tersebut.
Ketua Komite DPR Amerika Serikat untuk urusan China dari Partai Republik, John Moolenaar, menyebut daftar terbaru itu sebagai peringatan terhadap perusahaan-perusahaan China yang dinilai bekerja bertentangan dengan kepentingan nasional AS.
"Perusahaan-perusahaan Amerika harus berhenti berbisnis dengan ancaman terhadap keamanan nasional ini. Jika tidak, mereka turut mendukung kebangkitan kekuatan militer China," ujarnya.
Perluasan daftar hitam tersebut terjadi kurang dari sebulan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menggelar pertemuan tingkat tinggi yang bertujuan meredakan ketegangan perang dagang dan rivalitas teknologi antara kedua negara. (**)
Batubara(harianSIB.com)DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Batubara memperingati 30 tahun Peristiwa Kudatuli dengan menggelar kegiatan refle
Jakarta (harianSIB.com)Polda Metro Jaya menangkap delapan orang sindikat buzzer pembuat konten berita bohong melalui media sosial. Beraksi s
Jakarta (harianSIB.com)Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Tim Penyidik (Tim 9 jaksa penyidik) telah melakukan pemanggilan terhadap 9 orang s
Medan(harianSIB.com)Anggota Fraksi Golkar DPRD Sumatera Utara, Irham Buana Nasution SH MHum, menegaskan polemik mengenai syarat kuorum dalam
Medan(harianSIB.com)Ahli Hukum Persaingan Usaha sekaligus Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Dr Ningrum Natasy
Medan(harianSIB.com)PT PGN (Persero) Tbk hingga Senin (27/7/2026) belum memberikan penjelasan lanjutan terkait dugaan ledakan yang terjadi d
Medan(harianSIB.com)Kemacetan di Jalan Letda Sujono ke arah tol semakin parah. Bila menjelang petang hingga malam, macet semakin menjadi. Wa
Medan(harianSIB.com)Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) melalui Seksi Penerangan hukum kembali menggelar penyuluhan hukum pada Se
Medan(harianSIB.com)Tahun 2026 menjadi momen penuh syukur dan kebanggaan bagi keluarga almarhum Drs Eddy M Bukit (mantan wartawan SIB) dan D
Karo(harianSIB.com)Anggota DPR RI Komisi II, Bob Andika Mamana Sitepu menghadiri peringatan 30 tahun peristiwa kelam Kudatuli yang diselengg
Medan(harianSIB.com)DPD PDI Perjuangan Sumut memperingati 30 tahun Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (Kudatuli), untuk mengenang kembali tra
Rantauprapat(harianSIB.com)Suasana haru mewarnai apel pagi aparatur sipil negara jajaran Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu di Lapangan Balai