Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 02 Oktober 2026

Tensi Geopolitik Kembali Memanas, IHSG dan Harga Emas Terkoreksi

Nelly Hutabarat - Jumat, 02 Oktober 2026 12:51 WIB
169 view
Tensi Geopolitik Kembali Memanas, IHSG dan Harga Emas Terkoreksi
Gunawan Benyamin.

Medan(harianSIB.com)

Data neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2026 yang mencatat surplus sekitar 3,55 miliar dolar AS belum mampu mendorong penguatan Rupiah terhadap dolar AS. Tekanan eksternal masih menjadi pemicu utama pergerakan Rupiah.

Pada perdagangan Jumat (2/10), pasar saham Asia mayoritas berada di zona merah. IHSG sempat dibuka menguat ke level 6.018, namun kemudian berbalik melemah dan mencoba menembus level psikologis 6.000.

Hal ini diungkapkan Analis Pasar Modal Gunawan Benyamin, Jumat pagi (2/10/2026).

Disebutnya, IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang 5.930-6.030. Secara teknikal, IHSG berpotensi membentuk tren bearish baru apabila diperdagangkan di bawah level 6.000. Sementara Rupiah terpantau menguat tipis ke level Rp17.930 per dolar AS.

Baca Juga:
Tekanan terhadap pasar keuangan diperkirakan kembali meningkat seiring potensi eskalasi konflik di kawasan Selat Hormuz. Amerika Serikat dikabarkan tengah mempertimbangkan pengiriman kapal induk baru ke Timur Tengah.

Di sisi lain, harga minyak mentah Brent kembali naik ke kisaran 103 dolar AS per barel, yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi.

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Masyarakat Sumut Kuat Makan Nasi, 2018 Diprediksi Surplus Beras 1.648.598 Ton
Pemilu 2019, Warga Nisel Komit Keluar dari Zona Merah
Terpuruk di Zona Merah
Cadangan Listrik di Sumut Masih Surplus 300-400 MW
Juni 2018, Neraca Perdagangan LN Sumut Surplus 159,78 Juta Dolar AS
Honor Penjaga Portal Zona Merah Sinabung Telat 7 Bulan
komentar
beritaTerbaru