Medan (SIB)- Rumah Sakit Umum (RSU) Martha Friska Pulobrayan hingga kini belum juga membayarkan uang jasa medis dokter spesialis dikarenakan kesulitan dana. Pasalnya, dana untuk membayarkan jasa medis tersebut terpakai untuk membeli lahan yang lokasinya di depan rumah sakit untuk membuat lokasi parkir rumah sakit tersebut.
"Sesudah membeli lahan tersebut, kita berpikir bisa membayar jasa medis sambil berjalan. Tapi ternyata tidak cukup dananya," kata Direktur Utama RSU Martha Friska Pulobrayan dr Robert PH Siahaan MHA kepada wartawan di rumah sakit tersebut, Senin (6/8).
Bahkan klaim BPJS Kesehatan tidak cukup menutupi untuk membayar jasa medis yang belum dibayarkan. "Kita terima klaim dari BPJS Kesehatan hanya bisa menutupi honor untuk karyawan, operasional rumah sakit, rekanan yang dibayarkan. Sisanya baru untuk honor jasa medis, makanya masih ada yang belum dibayarkan," ujar Robert.
Ia mengklaim pihaknya tidak ada niat untuk tidak membayar. "Kita pikir bisa bayar ternyata belum bisa dan hitungannya meleset, maklum namanya usaha," ungkapnya didampingi Direktur Medis & Keperawatan dr Roslina dan Direktur Penunjang Medis dr Nurlaila.
Permasalahan ini sudah disampaikan kepada dokter spesialis yang bersangkutan pada Desember 2017 dan bulan Juni 2018 agar bersabar, karena pemilik rumah sakit akan menjual asetnya untuk menutupi itu. "Jumlah jasa medis yang mau dibayarkan sekitar Rp4 miliar," timpal dr Roslina.
Roslina menjelaskan, jasa medis yang belum dibayar dimulai dari awal 2017. Selama satu tahun itu, sudah sebagian jasa medis yang telah dibayarkan pada Desember 2017 dan Juni 2018. "Jumlah dokter kita sekitar 39 orang. Selama setahun itu, honor jasa medis sudah ada yang dibayarkan sampai bulan 10, 11 dan 12 tahun 2017," sebutnya.
Terkait pemanggilan IDI Sumut maupun DPRD Medan, Robert menambahkan pihak nya siap hadir mengklarifikasi permasalahan ini. "Kita siap hadir supaya IDI maupun DPRD juga tau apa sebabnya kenapa kita belum bayar. Kita akan klarifikasi kepada siapapun yang mempertanyakan permasalahan ini. Kita memang niat akan membayar jasa medis yang belum dibayarkan," tegas Robert. (A17/c)