Jakarta (SIB) -Upacara Peringatan Detik-detik proklamasi digelar di Istana Merdeka, Jumat (17/8) pukul 10.00 WIB. Upacara diawali dentuman meriam sebanyak 17 kali.
Presiden Joko Widodo bertindak sebagai inspektur upacara.
Seusai dentuman meriam, acara dilanjutkan pembacaan teks proklamasi. Teks proklamasi dibacakan Ketua DPR Bambang Soesatyo.
Setelah itu, mengheningkan cipta dimulai. Mengheningkan cipta dipimpin langsung Jokowi.
"Untuk mengenang jasa pahlawan khususnya sang proklamator Bung Karno dan Bung Hatta, mengheningkan cipta dimulai," kata Jokowi.
Peringatan detik proklamasi ditutup pembacaan doa. Doa dibacakan Mendikbud Muhadjir Effendy.
Jet Tempur TNI AU
Acara peringatan proklamasi kemerdekaan di Istana Merdeka diwarnai dengan aksi jet tempur. Pesawat perang itu melintas di atas Kompleks Istana Kepresidenan.
Usai para Paskibraka meninggalkan halaman depan Istana, pembawa acara menginformasikan bahwa pesawat tempur akan melintas.
Seketika itu pula orang-orang di istana melongok ke atas. Langit memang masih sepi, kemudian muncul suara dari salah satu pilot pesawat tempur itu.
Matahari bersinar terang. Orang-orang menengadahkan ponsel mereka ke langit.
"Wwwuuuuuuuwsh!" pesawat melintas.
Dari pesawat terakhir yang melintas, terlihat asap keluar. Asapnya panjang seakan-akan seperti ekor yang beranjak lenyap. Pesawat terlihat berlalu, Monas menjadi latar belakang pemandangan ini.
Semangat Persatuan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan perayaan hari kemerdekaan RI ini sebagai momen untuk mengingat kembali semangat persatuan Indonesia.
"Kita merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia hari ini, seraya mengingat kembali semangat persatuan Indonesia yang telah dibuktikan oleh para pendiri, perintis, dan pejuang bangsa," tulis Jokowi lewat akun Facebook-nya, Jumat (17/8).
Momen untuk mengingat semangat persatuan para pendiri dan pejuang bangsa. Kala itu, kata Jokowi, para pendiri dan pejuang bangsa menyingkirkan segala perbedaan pandangan politik dan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) demi mewujudkan Indonesia merdeka.
"Dalam persatuan itulah, mereka menemukan energi yang dahsyat untuk menggerakkan seluruh tenaga, pikiran, dan keringat untuk Indonesia merdeka. Dalam persatuan Indonesia itulah, para pejuang kemerdekaan menemukan solidaritas, kepedulian, dan juga semangat berbagi antarsesama anak bangsa," tutur Jokowi.
Jokowi berpesan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mencontoh semangat persatuan para pendiri bangsa dan pejuang kemerdekaan tersebut. Rakyat Indonesia harus tetap bersatu meski memiliki perbedaan.
"Jika bangsa Indonesia tetap bersatu, berbagi, dan peduli pada sesama anak bangsa, maka Indonesia bukan lagi hanya sekadar nama, atau gambar sederetan pulau di peta dunia, melainkan Indonesia maju, yang menjadi sebuah kekuatan yang disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia," pungkasnya.
Semarak Busana Tradisional
Tamu-tamu berdatangan ke Kompleks Istana Kepresidenan dalam acara peringatan HUT ke-73. Para tamu tersebut mengenakan pakaian tradisional.
Pantauan di lokasi, tamu-tamu memasuki Istana melalui pintu dekat Masjid Baiturrahim. Ada macam-macam pakaian adat yang mereka kenakan mulai dari adat Jawa, Batak, hingga Bugis.
Termasuk Menhan Ryamizard Ryacudu yang mengenakan pakaian adat khas Lampung. Dia memasuki Istana bersama sang istri.
Para pejabat tinggi negara juga mendatangi Istana untuk upacara bendera. Mereka antara lain Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua MPR Zulkifli Hasan, hingga Ketua MK Anwar Usman.
Pimpinan negara terdahulu juga tiba di Istana. Sebut saja wapres era Soeharto, Try Sutrisno dan wapres era SBY, Boediono.
Berpakaian Adat Aceh
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat keluar sebentar dari Istana Merdeka sebelum pelaksanaan upacara Peringatan HUT ke-73 RI. Jokowi mengajak cucunya, Jan Ethes yang mengenakan beskap khas pakaian adat Betawi.
Jokowi keluar dari pintu depan Istana Merdeka mengarah ke sisi barat. Dia tampak mengenakan pakaian adat khas Aceh. Jokowi tampak menggandeng Jan Ethes berjalanan keluar pintu, kemudian menuruni anak tangga dan melihat-lihat sekitar.
Jan Ethes tampak mengenakan beskap berwarna hitam, dan kain yang menutupi pinggang hingga pahanya. Jan Ethes juga sempat menyapa wartawan dan melambaikan tangannya.
Saat ditanya, Jokowi sengaja mengenakan pakaian adat khas Aceh dalam peringatan HUT ke-73 ini.
"Ya, negara kita ini kan adat dan tradisinya banyak sekali. Pakaian adat juga banyak ratusan, mungkin ribuan, banyak pilihan. Ini saya pakai khas Aceh," kata Jokowi.
Dia menambahkan, pakaian itu memang sengaja dipesan khusus dan dijahit sesuai ukurannya. "Ini dijahit, jahit sendiri," katanya.
Usai bincang singkat dengan wartawan, Jokowi sempat bercanda dengan Jan Ethes. Dia mengatakan kepada wartawan bahwa Jan Ethes mirip dirinya.
"Kayak saya kan?" kata Jokowi tersenyum.
"Ini siapa?" tambah Jokowi ke Jan Ethes sambil menunjuk dirinya.
"Mbah Wi," jawab Jan Ethes
Kapolri Berbusana Dayak
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menghadiri upacara peringatan HUT ke-73 RI di Istana Merdeka, Jakarta. Tito tampak mengenakan seragam khas Polri yang dipadupadankan dengan busana adat khas Dayak.
Tito tampak ditemani istrinya Tri Suswati memasuki area Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, mengenakan seragam khas Polri yang dibalut dengan pakaian adat khas Dayak.
Di bagian kepala, Tito juga mengenakan penutup kepala khas Dayak yang disertai dengan bulu-bulu burung. Di seragam Tito sendiri terlihat berbagai pangkat dan medali yang disematkan ke dirinya.
Sementara itu, istrinya terlihat mengenakan pakaian adat khas Dayak. Di bagian kepala, Tri juga mengenakan penutup kepala khas perempuan Dayak. Senyum melebar terpancari dari pasangan ini.
Berbusana Adat Nusantara
Para anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang biasa mengawal Presiden Joko Widodo (Jokowi), juga tampil beda. Mereka tampak mengenakan busana adat dari berbagi wilayah Indonesia.
Para anggota Paspampres sebagian tampak mengenakan pakaian adat khas berbagai daerah Indonesia, seperti Jawa Barat, Sumatera Barat, Bali, DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi, dan lain-lain. Mereka tampak bersiaga di area sekitar Istana Kepresidenan, Jakarta. Pakaian adat ini juga dikenakan oleh anggota Paspampres perempuan.
Beberapa di antara mereka berjaga di depan Istana Merdeka, ada juga yang berjaga di sisi samping Istana Merdeka.
Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono mengaku tidak anggotanya tidak merasa kerepotan mengenakan pakaian adat dalam tugas mengawal Presiden. Terlebih, pakaian adat yang dikenakan sudah disesuaikan dengan ukuran dan gaya kerja Paspampres.
"Repot sih nggak. Kita cari desain pakaian yang kita tetap bisa bergerak mudah, tidak mengganggu pergerakan kita. Kalau ada emergency kita bisa manuver dengan cepat. Orang yang sewa baju kita panggil ke sini," kata Suhartono di Istana Merdeka, Jakarta.
Tak hanya Paspampres, para tamu upacara HUT ke-73 RI juga tampak mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah. Mereka memenuhi bangku tamu yang disediakan di sisi barat Istana Merdeka.
Tim Nusa Paskibraka
Tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) mengibarkan bendera Merah Putih pada Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka telah ditentukan. Kelompok tersebut dinamakan 'Tim Nusa'.
Informasi yang disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Bey Machmudin mengatakan, ada 8 orang yang bertugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Halaman Istana Negara. Tarrisa Maharani Dewi yang mewakili Provinsi Jawa Barat terpilih sebagai pembawa bendera Merah Putih.
Tarrisa merupakan kelahiran 10 Juli 2002, yang merupakan putri dari Bapak Teguh Pudjo Rumekso dan Ibu Dewi Susilowati ini bersekolah di SMAT Krida Nusantara Kota Bandung.
"Tiga lainnya dari Kelompok 8 yang bertugas untuk mengibarkan bendera ialah Mohamad Ikbal Machmud sebagai Komandan Kelompok 8 yang mewakili Provinsi Gorontalo, Babogi Ikalawang sebagai pembentang bendera yang mewakili Provinsi Bengkulu, dan Sang Putu Hendra Adi sebagai pengerek bendera yang mewakili Provinsi Bali," kata Bey di Istana Merdeka, Jumat (17/8).
Sementara itu, lanjut Bey, Kolonel Arhanud Tri Sugiyanto didaulat menjadi Komandan Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Pria kelahiran Magetan, 28 Januari 1974, ini merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1996.
"Saat ini ia menjabat sebagai Asisten Personel Kasdam Jaya," kata Bey.
Bertindak sebagai Komandan Kompi Paskibraka yakni Kapten Laut (P) Alfred Edward Manihuruk. Pria kelahiran Jakarta, 8 Mei 1988 tersebut saat ini bertugas sebagai Komandan Pesawat 2 Flight 2 Skadron 400 Wing Udara 1 Puspenerbal. Ia merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 2009.
"Adapun bertindak sebagai Perwira Upacara ialah Brigadir Jenderal TNI Herianto Syahputra. Lahir di Lhokseumawe, 22 Januari 1968. Dia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1990. Saat ini ia menjabat sebagai Kepala Staf Garnisun Tetap I Jakarta," katanya.
Pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh Tim Nusa dikibarkan sekitar pukul 10.20 WIB diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Seluruh tamu undangan berdiri dan sikap hormat saat Merah Putih dikerek ke atas tiang oleh Tim Nusa Paskibraka 2018. (detikcom/d)