Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 09 Juli 2026

Wapres Bertemu Ketua DPR Malaysia, Bahas IKN dan Pekerja Migran Ilegal

Redaksi - Rabu, 09 Agustus 2023 11:15 WIB
338 view
Wapres Bertemu Ketua DPR Malaysia, Bahas IKN dan Pekerja Migran Ilegal
(Foto: Dok/BPMI Setwapres via VOII)
TERIMA KUNJUNGAN: Wakil Presiden Ma’ruf Amin menerima kunjungan Ketua Dewan Rakyat Malaysia Tan Sri Dato’ Johari Abdul di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (8/8). 
Jakarta (SIB)
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin bertemu dengan Ketua Dewan Rakyat Malaysia Tan Sri Dato' Johari Abdul. Pertemuan tersebut salah satunya membahas IKN (Ibu Kota Negara).
"Baru saja Wakil Presiden menerima tamu dari Malaysia, dari pimpinan Parlemen Malaysia, ada beberapa hal yang dibicarakan diantara mereka berdua, yang menarik salah satunya itu adalah mereka sangat berharap IKN, IKN itu supaya segera jadi," kata Juru Bicara Wapres, Masduki Baidlowi dalam video yang diterima, Selasa (8/8).
Masduki mengatakan, pada pertemuan itu Malaysia berharap Indonesia segera dapat membangun IKN, sebab dengan adanya pertumbuhan ekonomi di Kalimantan, nantinya diharapkan Malaysia juga akan mengalami peningkatan pertumbuhan ekonomi baru.
"Kalau menurut pandangan mereka, dengan adanya IKN maka Kalimantan akan menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, dan ketika Kalimantan itu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, itu juga akan berdampak pada Malaysia lebih baik," kata Masduki.
Diketahui, negara Malaysia juga ada yang terletak bertetangga dengan Kalimantan. Oleh karena itu diharapkan bila IKN terealisasi, maka juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Malaysia. Selain itu, Ma'ruf juga berharap agar parlemen maupun pemerintah Malaysia dapat mendukung pembangunan IKN.
"Jadi dia berharap sekali itu menjadi IKN bisa segera, dan itu juga menjadi pembicaraan dengan Wakil Presiden, bagaimana Malaysia memberikan dukungan dan kemungkinan-kemungkinan untuk investasi di sana," katanya.
Kedua, dalam pertemuan itu, Ma'ruf dan Pimpinan Parlemen Malaysia juga membicarakan terkait sinergi negara ASEAN untuk menjadi negara damai dan pusat pertumbuhan ekonomi. Selain itu, kedua pihak juga membahas gagasan terkait kerjasama food security antar negara ASEAN.
"Wapres beberapa kali juga sudah memberikan informasi tentang kemungkinan kerja sama food security antar beberapa negara ASEAN," katanya.
Selain itu pada pertemuan itu Ma'ruf juga membahas terkait penanganan TKI Ilegal. Ia juga berharap agar tenaga kerja Indonesia dilindungi di Malaysia.
Selain itu, pada pertemuan itu, Ma'ruf Amin juga berbicara terkait pentingnya kerjasama perdagangan antara Indonesia dan Malaysia. Adapun total volume perdagangan Indonesia-Malaysia pada tahun 2022 sebesar USD 27,905 miliar atau naik 30,2 % dari tahun sebelumnya.
"Kita harus tetap berupaya meningkatkan volume perdagangan dan investasi melalui fasilitasi kemudahan interaksi antar kalangan bisnis, terutama di sektor-sektor yang menyangkut pertanian, perkebunan, dan pertambangan, juga menghidupkan kembali Indonesia-Malaysia Business Council," ujar Ma'ruf.


Respons Johari Abdul
Sementara itu berdasarkan keterangan pers Setwapres RI, Tan Sri Dato' Johari Abdul mengungkapkan dirinya sepakat Indonesia dan Malaysia harus terus meningkatkan peluang dan kerjasama di berbagai bidang. Johari meyakini melalui kerjasama yang solid, serta didukung banyaknya penduduk dan kestabilan politik, Indonesia dan Malaysia dapat menjadi pemimpin kawasan ASEAN yang baik.
Kemudian terkait pembangunan IKN, Dato' Johari juga menegaskan Malaysia sangat mendukung upaya perpindahan ibukota Indonesia dari Jakarta ke IKN. Sebab menurutnya, hal ini akan menjadi kekuatan untuk perkembangan Pulau Kalimantan yang di dalamnya ada sebagian wilayah Malaysia.
Selain itu Dato' Johari, pada pertemuan itu juga membahas terkait artificial inteligent (AI). Menurutnya, AI akan menjadi salah satu yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan semua negara. Ia mencontohkan, negara Australia dan New Zealand sudah menggunakan teknologi robotik dalam memetik buah.
"Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam saya kira harus menjadi champion dalam penguasaan AI di kawasan ASEAN," harapnya. (detikcom/a)


Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru