Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026

Bahlil Bongkar Tipu-tipu Izin Tambang: Bupati Meninggal, Tanda Tangan Masih Jalan

Redaksi - Selasa, 26 November 2024 10:38 WIB
133 view
Bahlil Bongkar Tipu-tipu Izin Tambang: Bupati Meninggal, Tanda Tangan Masih Jalan
Foto: Herdi Alif Al Hikam/detikcom
Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Jakarta (SIB)
Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM)Bahlil Lahadalia buka-bukaan tentang modus kecurangan dalam pembuatan Izin Usaha Pertambangan (IUP). Salah satunya ia sebut dengan istilah 'dokumen terbang'.


Dokumen terbang sendiri merujuk pada pemalsuan dokumen yang dilakukan sejumlah oknum pengusaha maupun pemangku kepentingan.

Menurut Bahlil, bentuk pemalsuan ini ada yang dengan memalsukan nomor surat pada IUP menggunakan nomor surat pengantar KTP hingga jenazah.


"Kita kan tahu ada dokumen terbang. Bupati sudah meninggal, tanda tangan masih jalan. Sudahlah jangan kita baku tipu. Kita sama-sama tahu ini barang. Nomor surat kadang-kadang (diganti) surat pengantar KTP, kadang-kadang surat pengantar jenazah pun masuk dalam nomor surat IUP," ucap Bahlil dalam acara Minerba Expo 2024 di Jakarta, Senin (25/11) seperti yang diberitakan Harian SIB.


Bahlil pun memperingatkan agar oknum-oknum yang terlibat segera mengakhiri permainan tersebut. Ia juga meminta kepada Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno untuk menaruh perhatian pada hal tersebut.


"Saya nggak mau tengok ke belakang, saya mau bikin babak baru. Modusnya pun saya paham, bukan nggak paham. Karena mungkin sebagian modus itu teman-teman saya yang buat dan ini bisa terjadi kalau ada kolaborasi yang baik antara eksternal dan internal," ujar dia.


"Pak Dirjen, evaluasi juga karyawan kita. Nggak mungkin itu terjadi kalau tanpa ada kolaborasi. Kolaborasi mantan Bupati, kolaborasi mungkin juga, mohon maaf, pemerintah daerah, kolaborasi dengan oknum-oknum yang ada di Kementerian ESDM," sambungnya.


Lebih lanjut, ia pun sedikit menceritakan pengalamannya saat masih menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM. Pada kala itu, pihaknya melakukan penataan pencabutan sebanyak 2.078 IUP. Namun tidak lama setelah pencabutan izin tersebut, malah keluar IUP baru.


"Saya bilang terlalu lincah ini permainan. IUP dalam status dicabut, sudah ada IUP yang keluar. Saya bilang ini mungkin ada Menteri Investasi bayangan dan Menteri ESDM bayangan sampai bisa terus keluar IUP ini. Ternyata setelah dicek IUP, IUP back dead. Setelah dicek lagi, Bupatinya siapa? Sudah meninggal," katanya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru