Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026
* Pelaku Ditangkap

Korban Kebakaran Dijarah

* Biden : Paling Parah dalam Sejarah
Redaksi - Sabtu, 11 Januari 2025 10:09 WIB
234 view
Korban Kebakaran Dijarah
Foto: AFP
EVAKUASI WARGA: Polisi mengevakuasi seorang warga lanjut usia dari rumahnya di pemukiman Altadena, Kamis (9/1), yang terbakar akibat kebakaran hutan di Los Angeles, Amerika Serikat.
Bertambah

Sementara itu, korban tewas akibat kebakaran hutan yang menyelimuti Los Angeles bertambah menjadi sedikitnya 10 orang. Bertambahnya jumlah korban tewas itu, seperti diberitakan AFP, Jumat (10/1), diumumkan kantor koroner Los Angeles County dalam pernyataan terbaru pada Kamis (9/1) waktu setempat.


"Departemen Pemeriksa Medis menerima pemberitahuan untuk 10 kematian terkait kebakaran hingga pukul 21.00 waktu setempat, pada 9 Januari," demikian pernyataan kantor koroner Los Angeles County. "Semua kasus saat ini menunggu identifikasi dan pemberitahuan kepada keluarga terdekat yang sah," kata pernyataan tersebut.


Kebakaran hutan yang menyelimuti Los Angeles telah memicu kehancuran dan memaksa ribuan orang mengungsi dari rumah-rumah mereka. Operasi pemadaman secara luas terus berlangsung hingga malam hari, yang didukung oleh sejumlah helikopter yang menyiramkan air dalam jumlah besar ke area terdampak. Hembusan angin yang untuk sementara agak tenang turut meringankan upaya pemadaman, meskipun titik-titik api baru terus bermunculan di area lainnya.


Kebakaran hutan di Los Angeles terdiri atas sejumlah kobaran api berbeda, dengan kebakaran terbesar telah menghanguskan hampir 8.800 hektare area kelas atas Pacific Palisades, dengan kebakaran lainnya menghanguskan 5.500 hektare area di Altadena.


Para petugas pemadam mengatakan mereka mulai dapat mengendalikan kobaran api di Pacific Palisades, dengan enam persen perimeternya dapat diatasi -- yang berarti api tidak dapat menyebar lebih jauh ke arah tersebut. Namun setelah angin kencang kembali berhembus, kebakaran-kebakaran baru terus muncul.


Paling Parah
Sementara itu, Presiden AS Joe Biden menyebut, kebakaran hutan yang kini menyelimuti Los Angeles sebagai yang paling parah dalam sejarah negara bagian California. Biden menjanjikan bantuan dana dan sumber daya federal tambahan untuk membantu California mengatasi kebakaran dahsyat tersebut.


"Ini adalah kebakaran yang paling luas dan paling menghancurkan dalam sejarah California," sebut Biden saat mengadakan pertemuan khusus dengan para pejabat senior pemerintahan di Gedung Putih, seperti dilansir AFP, Jumat (10/1).


Biden menyebut, orang-orang di Los Angeles saat ini "hidup dalam mimpi buruk" akibat kebakaran hutan yang meluas. Dia juga memuji para petugas pemadam kebakaran yang nekat berlari ke dalam api demi memadamkan kebakaran sebagai "pahlawan".


Biden membatalkan rencana kunjungan kenegaraan ke Italia yang dijadwalkan pada Kamis (9/1) dan memilih tetap berada di Washington DC untuk mengkoordinasikan tanggapan pemerintah AS terhadap kebakaran hutan di Los Angeles tersebut.


Dalam pernyataannya, Biden mengatakan pemerintah federal AS akan menanggung 100 persen biaya penanganan bencana selama 180 hari pertama, atas permintaan Gubernur California Gavin Newsom.


Dituturkan juga oleh Biden bahwa dirinya telah memerintahkan pengerahan 400 petugas pemadam kebakaran federal serta 30 pesawat dan helikopter pemadam kebakaran ke Los Angeles. Sementara Pentagon akan mengirimkan delapan pesawat berukuran besar dan 500 personel pembersih kebakaran hutan.


Wakil Presiden (Wapres) AS Kamala Harris, yang berasal dari California, menggambarkan kebakaran hutan itu sebagai "apokaliptik". Dia juga menyoroti soal kasus-kasus perusahaan asuransi membatalkan pertanggungan bagi keluarga-keluarga yang kehilangan properti dalam kebakaran tersebut.


Sementara itu, Biden membantah tuduhan yang dilontarkan Presiden terpilih AS Donald Trump soal kekurangan air yang membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan memadamkan api.


Biden menyebut masalahnya ada pada pemadaman listrik yang juga membuat pompa air tidak berfungsi. Pemadaman dilakukan perusahaan utilitas karena adanya kekhawatiran saluran listrik yang rusak dapat memicu lebih banyak kebakaran.


Trump yang akan dilantik pada 20 Januari mendatang, telah memanfaatkan kebakaran hutan Los Angeles untuk melancarkan serangan politik terhadap Biden dan Partai Demokrat.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru