Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026
* Pelaku Ditangkap

Korban Kebakaran Dijarah

* Biden : Paling Parah dalam Sejarah
Redaksi - Sabtu, 11 Januari 2025 10:09 WIB
231 view
Korban Kebakaran Dijarah
Foto: AFP
EVAKUASI WARGA: Polisi mengevakuasi seorang warga lanjut usia dari rumahnya di pemukiman Altadena, Kamis (9/1), yang terbakar akibat kebakaran hutan di Los Angeles, Amerika Serikat.
Los Angeles(harianSIB.com)

Tidak hanya menghadapi kobaran api dahsyat, para penduduk Los Angeles di Amerika Serikat (AS) juga menghadapi penjarahan terhadap rumah-rumah mereka yang rusak akibat kebakaran hutan. Otoritas berwenang menangkap para pelaku penjarahan yang beraksi saat kebakaran berkobar.


Para penduduk Los Angeles yang terpaksa mengungsi dari rumah-rumah mereka akibat kebakaran hutan, kini juga harus melakukan patroli bergiliran di ruas jalanan dekat rumah mereka untuk mengusir para penjarah tersebut.


Otoritas setempat, seperti diberitakan AFP, Jumat (10/1), menyebut sedikitnya 20 orang telah ditangkap setelah kebakaran besar menghanguskan rumah dan bangunan di kota terbesar kedua di AS tersebut. Kepolisian setempat memperingatkan bahwa para personel mereka dikerahkan dan bersiaga di area-area terdampak kebakaran dan akan menindak siapa pun yang mereka anggap tidak seharusnya ada di sana. Dengan luasnya area yang hangus akibat kebakaran, yang menyelimuti area Pacific Palisaders dan area sekitar Altadena, warga Los Angeles yang mengungsi khawatir tidak ada tindakan yang dapat dilakukan untuk menjaga keamanan di lingkungan rumah yang mereka tinggalkan.


Oleh karena, beberapa warga nekat melakukan patroli di lingkungan rumah mereka. Salah satu warga setempat, yang rumahnya hanya tersisa sedikit akibat kebakaran yang menyelimuti Altadena, menuturkan kepada AFP bahwa dirinya bekerja sama dengan beberapa tetangganya untuk berpatroli.


"Kami sangat stres atas penjarahan yang terjadi di mana-mana sehingga tetangga saya semalaman berjaga di beberapa rumah di lingkungan tersebut. Saya akan mengambil alih tugas mereka malam ini," tutur seorang warga setempat, yang enggan disebut namanya.


Dengan laporan aksi penjarahan yang marak, Sherif Los Angeles County Robert Luna mengatakan bahwa pemberlakuan jam malam sedang direncanakan, dan Garda Nasional negara bagian California siap berpatroli di area-area terdampak.


Robert Luna, dalam konferensi pers mengatakan para personelnya bergerak ke area-area terdampak kebakaran dan zona evakuasi untuk mencegah para pelaku kejahatan.


"Kami terus melakukan patroli keliling, menjaga penutupan jalan secara ketat, memberikan keamanan di area evakuasi untuk mencegah siapa pun yang mungkin tergoda untuk melakukan tindak kriminal... seperti penjarahan," ujar Luna dalam pernyataannya. "Ketika kita memiliki perintah evakuasi berdasarkan hukum, jika Anda tetap berada di area tersebut, Anda bersalah atas tindak pelanggaran ringan. Jika Anda melakukan kejahatan tertentu, itu bisa menjadi tindak pidana berat," ucapnya memperingatkan.


"Jika Anda berada di salah satu area tersebut dan Anda tidak seharusnya berada di sana, maka Anda akan ditangkap," tukasnya. Jaksa Distrik Los Angeles County, Nathan Hochman, menambahkan bahwa siapa pun yang diserahkan departemen sheriff kepada kantornya akan ditindak tegas.

Bertambah

Sementara itu, korban tewas akibat kebakaran hutan yang menyelimuti Los Angeles bertambah menjadi sedikitnya 10 orang. Bertambahnya jumlah korban tewas itu, seperti diberitakan AFP, Jumat (10/1), diumumkan kantor koroner Los Angeles County dalam pernyataan terbaru pada Kamis (9/1) waktu setempat.


"Departemen Pemeriksa Medis menerima pemberitahuan untuk 10 kematian terkait kebakaran hingga pukul 21.00 waktu setempat, pada 9 Januari," demikian pernyataan kantor koroner Los Angeles County. "Semua kasus saat ini menunggu identifikasi dan pemberitahuan kepada keluarga terdekat yang sah," kata pernyataan tersebut.


Kebakaran hutan yang menyelimuti Los Angeles telah memicu kehancuran dan memaksa ribuan orang mengungsi dari rumah-rumah mereka. Operasi pemadaman secara luas terus berlangsung hingga malam hari, yang didukung oleh sejumlah helikopter yang menyiramkan air dalam jumlah besar ke area terdampak. Hembusan angin yang untuk sementara agak tenang turut meringankan upaya pemadaman, meskipun titik-titik api baru terus bermunculan di area lainnya.


Kebakaran hutan di Los Angeles terdiri atas sejumlah kobaran api berbeda, dengan kebakaran terbesar telah menghanguskan hampir 8.800 hektare area kelas atas Pacific Palisades, dengan kebakaran lainnya menghanguskan 5.500 hektare area di Altadena.


Para petugas pemadam mengatakan mereka mulai dapat mengendalikan kobaran api di Pacific Palisades, dengan enam persen perimeternya dapat diatasi -- yang berarti api tidak dapat menyebar lebih jauh ke arah tersebut. Namun setelah angin kencang kembali berhembus, kebakaran-kebakaran baru terus muncul.


Paling Parah
Sementara itu, Presiden AS Joe Biden menyebut, kebakaran hutan yang kini menyelimuti Los Angeles sebagai yang paling parah dalam sejarah negara bagian California. Biden menjanjikan bantuan dana dan sumber daya federal tambahan untuk membantu California mengatasi kebakaran dahsyat tersebut.


"Ini adalah kebakaran yang paling luas dan paling menghancurkan dalam sejarah California," sebut Biden saat mengadakan pertemuan khusus dengan para pejabat senior pemerintahan di Gedung Putih, seperti dilansir AFP, Jumat (10/1).


Biden menyebut, orang-orang di Los Angeles saat ini "hidup dalam mimpi buruk" akibat kebakaran hutan yang meluas. Dia juga memuji para petugas pemadam kebakaran yang nekat berlari ke dalam api demi memadamkan kebakaran sebagai "pahlawan".


Biden membatalkan rencana kunjungan kenegaraan ke Italia yang dijadwalkan pada Kamis (9/1) dan memilih tetap berada di Washington DC untuk mengkoordinasikan tanggapan pemerintah AS terhadap kebakaran hutan di Los Angeles tersebut.


Dalam pernyataannya, Biden mengatakan pemerintah federal AS akan menanggung 100 persen biaya penanganan bencana selama 180 hari pertama, atas permintaan Gubernur California Gavin Newsom.


Dituturkan juga oleh Biden bahwa dirinya telah memerintahkan pengerahan 400 petugas pemadam kebakaran federal serta 30 pesawat dan helikopter pemadam kebakaran ke Los Angeles. Sementara Pentagon akan mengirimkan delapan pesawat berukuran besar dan 500 personel pembersih kebakaran hutan.


Wakil Presiden (Wapres) AS Kamala Harris, yang berasal dari California, menggambarkan kebakaran hutan itu sebagai "apokaliptik". Dia juga menyoroti soal kasus-kasus perusahaan asuransi membatalkan pertanggungan bagi keluarga-keluarga yang kehilangan properti dalam kebakaran tersebut.


Sementara itu, Biden membantah tuduhan yang dilontarkan Presiden terpilih AS Donald Trump soal kekurangan air yang membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan memadamkan api.


Biden menyebut masalahnya ada pada pemadaman listrik yang juga membuat pompa air tidak berfungsi. Pemadaman dilakukan perusahaan utilitas karena adanya kekhawatiran saluran listrik yang rusak dapat memicu lebih banyak kebakaran.


Trump yang akan dilantik pada 20 Januari mendatang, telah memanfaatkan kebakaran hutan Los Angeles untuk melancarkan serangan politik terhadap Biden dan Partai Demokrat.


Kerugian
Kebakaran di Los Angeles, Amerika Serikat (AS) disebut akan menimbulkan kerugian ekonomi hingga US$57 miliar atau setara Rp923,64 triliun (kurs US$1=Rp16.200). Jumlah tersebut akan menempatkan insiden ini sebagai bencana alam termahal yang pernah terjadi di negara tersebut.


Data AccuWeather Inc yang dikutip dari Bloomberg, Kamis (9/1) menyebut, kebakaran yang terjadi di sekitar Santa Monica dan Malibu itu menghabiskan sebagian besar real estat termahal di AS, memengaruhi area dengan nilai rumah rata-rata lebih dari US$2 juta, menurut AccuWeather Inc.


AccuWeather menyebut, bencana ini kemungkinan akan menyebabkan kerusakan dan kerugian ekonomi antara US$52 miliar hingga US$57 miliar Kebakaran yang disebabkan oleh hembusan angin kencang dapat menyebarkan api lebih dalam ke lingkungan tersebut dan menghancurkan lebih banyak rumah.


Badai Katrina pada 2005 merupakan bencana alam termahal di AS, dengan perkiraan biaya sebesar US$200 miliar, menurut data Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional yang berlaku sejak tahun 1980. Kebakaran di California pada tahun 2018, termasuk Kebakaran Camp, menyebabkan kerugian sekitar US$30 miliar.


Selain korban jiwa dan kerusakan properti di Los Angeles, kemungkinan akan ada dampak kesehatan yang lebih lama akibat asap yang menyengat, serta penurunan bisnis pariwisata yang menguntungkan di wilayah tersebut, kata AccuWeather. "Ini sudah menjadi salah satu kebakaran hutan terburuk dalam sejarah California," kata Jonathan Porter, kepala meteorologi AccuWeather.


"Jika sejumlah besar bangunan tambahan terbakar dalam beberapa hari mendatang, ini mungkin menjadi kebakaran hutan terburuk dalam sejarah California modern berdasarkan jumlah bangunan yang terbakar dan kerugian ekonomi." (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru