Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 06 Mei 2026
Meski IHSG Sempat Anjlok

Gubernur BI Minta Masyarakat Tetap Berinvestasi di RI

Redaksi - Kamis, 20 Maret 2025 12:03 WIB
18 view
Gubernur BI Minta Masyarakat Tetap Berinvestasi di RI
(Foto: Antara/Bayu Pratama S)
PAPARAN: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) didampingi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti (kanan), Deputi Gubernur Doni Primanto Joewono (kiri) menyampaikan paparan saat konferensi pers hasil rapat Dewan Gubernur di Gedung
Jakarta(harianSIB.com)
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, Indonesia tetap menjadi tempat investasi yang menarik, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami tekanan signifikan. Ia meminta masyarakat dan investor untuk tetap percaya pada fundamental ekonomi Indonesia dan tidak ragu berinvestasi di dalam negeri.


"Kita akan terus memperbanyak instrumen-instrumen bagi para investor untuk berinvestasi di Indonesia. Tidak hanya berhenti di SBN (Surat Berharga Negara), tapi juga SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia)," kata Perry dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Rabu (19/3).


Pernyataan Perry ini disampaikan di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi pasar modal Indonesia. IHSG sempat mengalami penurunan tajam hingga 5 persen pada perdagangan Selasa (18/3). Bahkan, Bursa Efek Indonesia sempat menghentikan sementara atau melakukan trading halt.


Sejumlah ekonom menilai, salah satu penyebabnya adalah melemahnya fundamental ekonomi Indonesia, yang membuat investor menarik dananya dari pasar saham.


Namun, Perry menepis kekhawatiran tersebut dengan menekankan bahwa Bank Indonesia terus berupaya menyediakan lebih banyak instrumen investasi bagi investor. Tidak hanya di pasar saham tetapi juga di pasar obligasi dan sekuritas lainnya.


Ia menjelaskan, instrumen seperti SRBI kini telah aktif diperdagangkan di pasar sekunder dengan nilai transaksi harian yang cukup besar.


"SRBI itu sudah ditransaksikan di pasar sekunder, rata-rata per hari itu sekitar Rp 16 triliun ditransaksikan daily," ungkapnya.


Selain SRBI, Bank Indonesia juga memperluas instrumen investasi lainnya, termasuk Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), Sekuritas Utang Valas Bank Indonesia (SUVBI), serta instrumen khusus untuk pengelolaan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).


Di tengah gejolak pasar, Perry menegaskan BI dan Kementerian Keuangan terus bersinergi untuk menjaga stabilitas ekonomi. Menurutnya, kombinasi kebijakan moneter dan fiskal yang hati-hati akan memastikan perekonomian tetap terkendali dan mampu mendorong pertumbuhan dalam jangka panjang.


"Kami bersama Bu Menteri Keuangan terus akan hand-in-hand bersinergi lagi sangat erat memastikan kebijakan moneter yang sangat prudent, kebijakan fiskal yang sangat prudent, bersinergi erat keduanya-duanya yang untuk memastikan masalah stabilitas negeri ini dan bersama mendukung, mendorong pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.


Masih Kuat
Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengklaim, kepercayaan investor masih tetap kuat di tengah dinamika pasar saham yang cukup kuat, Selasa (18/3). Sebelumnya, usai trading halt selama 30 menit dan perdagangan saham kembali dibuka, IHSG justru jatuh kian dalam dengan penurunan 389,39 poin atau 6,02% ke level 6.082,56.


Sri Mulyani menyampaikan, di tengah dinamika tersebut, kinerja dari lelang Surat Utang Negara (SUN). Selasa (18/3) justru menunjukkan hasil yang sangat baik, mencapai Rp61,75 triliun atau 2,38 kali lipat dari target Rp26 triliun.


"Penawaran yang masuk atau incoming bid sangat kuat. Ini artinya kepercayan investor masih kuat terhadap pemerintah dan APBN. Kalau mereka tidak percaya, mereka tidak akan ikut incoming bid," tuturnya dalam konferensi pers, Selasa (18/3).


Bendahara Negara itu menjelaskan, tawaran yang masuk tidak terbatas dari investor domestik, namun juga asing. Hal ini menggambarkan investor asing memiliki kerpacayan yang tinggi terhadap APBN. Di mana incoming bid dari investor asing tercatat mencapai Rp13,95 triliun atau 22,59% dari total bid yang masuk.


Bahkan dengan penawaran yang cukup kuat tersebut, Kementerian Keuangan memberikan awarded bid sehingga total awarded mencapai Rp28 triliun. Secara perinci, dari total Rp28 triliun tersebut komposisi investor asing yang memenangkan penawaran ini mencapai Rp5,33 triliun atau 19,04% dari total yang dimenangkan.


Sementara tingkat imbal hasil atau yield yang diberikan dalam lelang hari Selasa (18/3), sama dengan tingkat di secondary market. Dengan demikian, pemerintah tidak perlu harus memberikan premium atau tambahan imbal hasil untuk bisa menarik investor.


"Ini artinya kepercayaan terhadap APBN dan pengelolaannya menyebabkan incoming bid tinggi dan yield yang dimenangkan tidak perlu diberikan premium. Mereka comfortable dan percaya," jelasnya.


panggil
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dilaporkan memanggil sejumlah menteri, yakni Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan ke Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (18/3) sore, yang ditengarai setelah IHSG mengalami penurunan tajam sehingga Bursa Efek Indonesia memberlakukan trading halt pada perdagangan Selasa (18/3).


Airlangga yang pertama kali datang hanya menjawab singkat pertanyaan media soal undangan rapat dari Presiden Prabowo.


"Ini kan ada DEN, kita mendengarkan DEN," kata Airlangga singkat dalam wawancara cegat kepada media.


Meski tidak ingin merinci lebih lanjut, Airlangga mengatakan, pihaknya akan mendengarkan masukan dari DEN.


Setelah itu, Sri Mulyani datang tak berselang lama dari Airlangga, namun ia tak memberi keterangan dan hanya melempar senyum kepada media.


Setelah Airlangga dan Sri Mulyani, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan juga tidak memberi keterangan terkait hal apa yang akan dibahas dalam rapat.


"Nanti selesai rapat. Selesai ini ya," kata Luhut singkat.


Diketahui Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 11:19:31 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) yang dipicu oleh penurunan IHSG yang mencapai lebih dari 5 persen.


Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (18/3) siang, IHSG tercatat ditutup melemah 395,87 poin atau 6,12 persen ke posisi 6.076,08.


Sementara itu, indeks LQ45 tercatat turun 38,27 poin atau 5,25 persen ke posisi 691,08.Sedangkan pada penutupan perdagangan Selasa (18/3) sore, IHSG ditutup melemah 248,56 poin atau 3,84 persen ke posisi 6.223,39.


Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 20,34 poin atau 2,79 persen ke posisi 709,01. (**)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Di PDTH, Kompol DK Ajukan Banding

Di PDTH, Kompol DK Ajukan Banding

Medan(harianSIB.com)Polda Sumut melalui Bid Propam memutuskan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) Kompol DK pada sidang kode etik Rabu