Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 19 Juli 2026

Gubernur: Pemekaran Provinsi dan Kabupaten/Kota di Sumut Berpotensi Kembali Terbuka

Firdaus Peranginangin - Rabu, 15 April 2026 15:44 WIB
885 view
Gubernur: Pemekaran Provinsi dan Kabupaten/Kota di Sumut Berpotensi Kembali Terbuka
Foto: harianSIB.com/Firdaus
Potong kue HUT ke-78 Pemprov Sumut pada sidang paripurna DPRD, Rabu (15/4/2026).

Medan(harianSIB.com)

Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution, menyampaikan, wacana pemekaran wilayah di Sumut baik kabupaten/kota maupun provinsi berpotensi kembali terbuka, jika pemerintah pusat mencabut moratorium. Namun, di balik peluang tersebut, terdapat kemungkinan lain yang tak kalah besar, yakni penyederhanaan atau penggabungan daerah demi meningkatkan efektivitas pemerintahan.

Hal itu disampaikan Bobby Nasution, dalam sidang paripurna peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Provinsi Sumut, dipimpin Wakil Ketua DPRD Sumut Dr Sutarto MSi, didampingi Wakil Ketua H Ihwan Ritonga SE MM, Ricky Anthony SH, Salman Alfarisi, serta dihadiri Wagub Sumut H Surya, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Bupati Taput Jonius Taripar P Hutabarat, mantan Gubernur Sumut HT Erry Nuradi, sejumlah mantan Wagub Sumut, mantan pimpinan DPRD Sumut beserta unsur Forkopimda Sumut, Rabu (15/4/2026), di DPRD Sumut.

Dalam pidatonya, Bobby juga menegaskan, pemekaran wilayah tidak semata-mata dipahami sebagai penambahan daerah otonom baru, sehingga kemungkinan adanya dua skenario yang bisa terjadi jika moratorium resmi dibuka.

"Di satu sisi, pemekaran provinsi maupun kabupaten/kota bisa terwujud. Namun di sisi lain, bukan tidak mungkin justru terjadi penyederhanaan atau penggabungan daerah untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan," ujarnya.

Baca Juga:

Menurut mantan Wali Kota Medan ini, selama ini pemekaran lebih sering dipersepsikan sebagai upaya memperluas wilayah administratif. Padahal, kebijakan tersebut sejatinya dapat diarahkan untuk menata ulang struktur pemerintahan agar lebih efisien, baik dalam pelayanan publik maupun pengelolaan anggaran.

Bobby juga menyoroti perkembangan Sumut yang kini menjadi salah satu provinsi besar di Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 15 juta jiwa. Berbagai capaian pembangunan, telah dilakukan dan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

Adapun sejumlah indikator makro yang menunjukkan tren positif, yakni pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,53 persen, dengan kontribusi terhadap perekonomian Pulau Sumatera mencapai 23,52 persen. Tingkat kemiskinan berada di angka 7,24 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional.

Dari sisi kualitas hidup, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Utara mencapai 76,48 poin. Rata-rata lama sekolah tercatat 10,08 tahun, sementara harapan lama sekolah mencapai 13,5 tahun. Tingkat pengangguran terbuka juga membaik menjadi 5,32 persen.

Tak hanya itu, kinerja pemerintahan turut menunjukkan peningkatan. Indeks pelayanan publik tahun 2025 mencapai 4,27 poin dengan kategori sangat baik, sementara indeks kepuasan masyarakat berada di angka 95,62 poin.

Meski demikian, Bobby mengakui masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, sehingga pihaknya menekankan pentingnya menjaga kesinambungan pembangunan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan ke depan.

Baca Juga:

"Perjalanan ini bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan semangat bersama untuk terus membangun, menjaga keberagaman, dan mewariskan Sumut yang lebih baik bagi generasi mendatang," katanya.

Dalam sidang paripurna tersebut, Gubernur juga menyerahkan cinderamata kepada mantan Gubernur Sumut HT Ery Nuradi, mantan Ketua DPRD Sumut Hj Darmataksiah, H Wagirin Arman, Dr Sutarto MSi, H Saleh Bangun, mantan Sekdaprov Sumut DR RE Nainggolan yang diwakili keluarganya.

Pada kesempatan itu, juga diadakan potong kue ulang tahun Pemprov Sumut oleh Gubernur Sumut didampingi Ny Kahiyang Ayu, Wagub Sumut dan nyonya, Wakil Ketua Dewan Sutarto, Ihwan Ritonga, Ricky Anthony dan Salman Alfarisi untuk dibagi-bagi kepada para anggota dewan dan tamu undangan yang hadir.

Selain acara potong kue, juga diberikan penghargaan kepada para atlet berprestasi, dokter berprestasi, pelajar, camat, lurah, para guru dan berbagai bidang profesi lainnya, sehingga mendapat aplause dari para undangan yang memadati ruang paripurna gedung dewan.(*)

Baca Juga:
Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wacana Pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur Kembali Mengemuka
BPP Provinsi Kepulauan Nias Temui DPRD SU Desak Pemerintah Pusat Cabut Moratorium DOB
DPRD SU: Moratorium DOB Harus Segera Dievaluasi
Menjemput Keadilan Pemekaran Tapanuli, Nias, Tabagsel dan Sumatera Tenggara
Musda Partai Golkar Sumut Rekomendasikan Pembentukan Tiga Provinsi dan Satu Kabupaten di Sumut
Sebut Nias Tak Punya SDM, Zulkiflin Diamankan Polisi
komentar
beritaTerbaru