Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 11 Agustus 2026

Seribuan Jemaat Katolik Aek Nabara Kembali Geruduk BNI Rantauprapat, Tuntut Dana Rp28 M Segera Dikembalikan

Efran Simanjuntak - Rabu, 15 April 2026 17:52 WIB
2.719 view
Seribuan Jemaat Katolik Aek Nabara Kembali Geruduk BNI Rantauprapat, Tuntut Dana Rp28 M Segera Dikembalikan
Foto: harianSIB.com/Efran Simanjuntak
Jemaat Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Assisi Aek Nabara kembali berunjukrasa di depan BNI Cabang Rantauprapat, Rabu (15/4/2026).

Massa tiba di lokasi sekitar pukul 10.15 WIB, dipimpin Pastor Paroki Aek Nabara, RP Rejino SX dan RP Yonas Sandra Mallisa SX. Mereka datang menggunakan truk, mobil, dan sepeda motor, lalu memadati halaman bank sambil membawa spanduk dan poster-poster dari kertas karton berisi tuntutan.

Dalam orasinya, jemaat menyoroti lemahnya pengawasan dan minimnya tanggung jawab pihak BNI atas hilangnya dana nasabah.

"BNI diduga menggelapkan dana Gereja Katolik Paroki Aeknabara Rp28 miliar. Kembalikan uang gereja dan umat!" teriak massa menggema di lokasi aksi, yang juga tertuang pada spanduk yang meraka bawa dan dipajang di mobil pikap.

Dalam aksi damai tersebut, massa juga bernyanyi dan berdoa memuliakan Tuhan, dengan harapan agar seluruh dana umat yang hilang bisa kembali segera.

Pastor Rejino SX mengakui BNI telah mentransfer dana Rp7 miliar ke rekening CU Paroki Aek Nabara. Namun, menurutnya, itu bukanlah penyelesaian masalah. Ia menganggap dana tersebut sebagai titipan.

"Kerugian kami Rp28 miliar. Kami khawatir hanya diganti Rp7 miliar," ungkapnya.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Jemaat Katolik Paroki Aek Nabara Desak BNI Segera Kembalikan Dana CU Paroki Rp28 Miliar
BNI Diminta Prioritaskan Pengembalian Rp 28 M Dana Warga Katolik Aek Nabara
BNI Dukung Proses Hukum Kasus Aek Nabara, Tegaskan Bukan Produk Resmi
Eks Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara Mengaku Hanya Pakai Rp 7 Miliar
Mantan Kepala Unit BNI Aek Nabara Larikan Uang Jemaat Gereja Rp 28 M Ditangkap
Eks Kepala BNI Aek Nabara Jadi Tersangka Penggelapan Rp28 Miliar Uang Umat Katolik, Kabur ke Australia
komentar
beritaTerbaru