Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 23 Agustus 2026

Gempa Kembar Guncang Venezuela, 100.000 Orang Diperkirakan Tewas

Redaksi - Kamis, 25 Juni 2026 18:28 WIB
1.353 view
Gempa Kembar Guncang Venezuela, 100.000 Orang Diperkirakan Tewas
Foto: Manaure Quintero / AFP via Getty
Tim penyelamat mencari korban di bangunan yang runtuh setelah gempa bumi di Caracas pada 24 Jun 2026.

Caracas(harianSIB.com)

Survei Geologi Amerika Serikat (AS) atau USGS memperkirakan bahwa korban tewas akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela mungkin mencapai 100.000 orang.

Perkiraan USGS ini didasarkan pada data yang menunjukkan bahwa bangunan-bangunan di area terdampak rentan terhadap guncangan gempa.

USGS sebelumnya melaporkan bahwa Venezuela diguncang dua gempa bumi dahsyat, atau gempa kembar, yang berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 pada Rabu (24/6/2026) sore. USGS mencatat kedua gempa terjadi dalam selisih waktu hanya 39 detik.

Dikutip dari detikcom, gempa pertama yang terjadi di kedalaman 22 kilometer, berpusat di area berjarak 21 kilometer di sebelah barat kota pesisir Moron. Lokasi itu berjarak sekitar 160 kilometer di sebelah barat ibu kota Venezuela, Caracas.

Baca Juga:
Gempa kedua yang terjadi pada kedalaman 10 kilometer, mengguncang area yang berjarak sekitar 45 kilometer dari lokasi gempa pertama tersebut.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, dalam konferensi pers pada Kamis (25/6) dini hari mengumumkan bahwa sedikitnya 32 orang tewas dan 700 orang lainnya mengalami luka-luka.

Didampingi saudaranya Jorge selaku Kepala Majelis Nasional, serta Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello, Rodriguez menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban yang telah kehilangan anggota keluarganya.

Rodriguez menjelaskan bahwa upaya penyelamatan kini menjadi prioritas utama, serta menambahkan bahwa kegiatan sekolah akan dihentikan dan layanan kereta api ditangguhkan untuk sementara waktu.

Ia juga menyebut bahwa Bandara Simon Bolivar di Maiquetia, dekat Caracas, ditutup akibat kerusakan.

USGS, seperti dilansir Reuters dan Al Jazeera, Kamis (25/6/2026), memperingatkan bahwa jumlah korban jiwa dapat meningkat secara signifikan karena banyak bangunan di area terdampak yang terbuat dari batu bata tanpa penguatan dan konstruksi blok adobe, yang rentan saat terjadi gempa kuat.

"Korban jiwa yang tinggi dan kerusakan yang luas kemungkinan besar terjadi, dan bencana ini mungkin meluas," kata USGS dalam pernyataannya.

"Secara keseluruhan, penduduk di wilayah ini tinggal di bangunan yang rentan terhadap guncangan gempa bumi, meskipun ada bangunan yang tahan terhadap gempa. Jenis bangunan yang paling rentan adalah bangunan batu bata tanpa penguatan dan konstruksi blok adobe," demikian pernyataan penilaian USGS.

Analisis terbaru USGS menunjukkan adanya kemungkinan sebesar 33 persen bahwa jumlah korban jiwa bisa mencapai antara 1.000 orang hingga 10.000 orang, serta ada kemungkinan sebesar 42 persen untuk jumlah korban jiwa antara 10.000 orang hingga 100.000 orang.

Angka-angka ini merupakan estimasi statistik yang disusun untuk mendukung perencanaan darurat, dan bukan merupakan jumlah korban jiwa yang terkonfirmasi. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Gelombang Panas Landa Spanyol, 212 Orang Dilaporkan Tewas
Pedagang Pasar di Medan Keluhkan Dampak Program MBG, Minta Dilibatkan sebagai Pemasok
Terungkap, Pencuri Kotak Infaq Masjid di Medan Juga Bobol Toko Sport
Diduga Rem Blong, Truk Fuso Tabrak Tiga Kendaraan di Lubukpakam, Tiga Orang Terluka
Temuan Aset Puskesmas Rp1 M, Tokoh Masyarakat Desak Kejari Langkat Bertindak
MTQ Sumut 2026 Ditutup, Kafilah Labura Masuk 10 Besar
komentar
beritaTerbaru