Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 09 Juli 2026

AS - Iran Saling Serang, Trump Batalkan Gencatan Senjata

Redaksi - Kamis, 09 Juli 2026 10:03 WIB
151 view
AS - Iran Saling Serang, Trump Batalkan Gencatan Senjata
Ist/SNN
Trump Sebut Proposal Damai Iran Sampah, Ketegangan di Timur Tengah Berlanjut.

Washington(harianSIB.com)

Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran setelah Presiden Donald Trump menyatakan dirinya tak lagi yakin ingin melanjutkan kesepakatan dengan Teheran. Sebagai tanggapan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang 85 situs militer AS di Bahrain dan Kuwait.

Eskalasi terbaru ini sekaligus menandai berakhirnya gencatan senjata yang sebelumnya sempat disepakati kedua negara.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan Teheran terhadap tiga kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz, sehingga memicu kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah kembali memanas.

"Pasukan Komando Pusat AS telah mulai melancarkan serangkaian serangan dahsyat terhadap Iran untuk memberikan hukuman berat atas penargetan dan penyerangan terhadap kapal dagang yang diawaki oleh warga sipil tak berdosa di jalur perairan internasional," tulis CENTCOM dalam unggahan di X, dikutip Rabu (8/7/2026).

Komando Pusat AS mengatakan serangan ofensif menargetkan sistem pertahanan udara Iran, jaringan komando dan kendali, lokasi radar pesisir, kemampuan rudal anti-kapal, serta lebih dari 60 kapal kecil milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) baik di dalam maupun di sekitar Selat Hormuz.

Sementara itu Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pasukan angkatan laut dan kedirgantaraannya melancarkan operasi gabungan rudal dan drone yang menyasar 85 instalasi militer utama AS di Pelabuhan Salman, kawasan tempat Armada Kelima Angkatan Laut AS bermarkas di Bahrain. Militer Iran juga mengklaim telah menyerang Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, langsung bereaksi dengan mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Iran telah "berakhir", sembari mengecam pemerintah Iran sebagai "sampah" dan "gila."

Berbicara menjelang KTT NATO di Turki, Trump mengatakan para negosiator AS dapat melanjutkan pembicaraan "jika mereka mau", namun ia menilai hal itu sebagai "buang-buang waktu".

"Saya pikir ini sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi. Mereka itu sampah ... mereka dipimpin oleh orang-orang yang sakit dan mereka adalah orang-orang yang kejam serta penuh kekerasan," kata Trump.

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menuding AS sebagai pihak yang melanggar kesepakatan. Dalam unggahannya di X, Baqaei menyebut perjanjian tersebut memberikan kewenangan kepada Iran untuk mengatur pelayaran di Selat Hormuz.

"Amerika Serikat telah menantang klausul ini dan, dalam praktiknya, melanggar struktur perjanjian melalui tindakan sepihaknya dan juga serangan agresif terhadap Iran. Republik Islam Iran akan dengan teguh mengejar perlindungan kepentingan nasionalnya dan pelaksanaan kedaulatannya," tulisnya.

Serangan terbaru ini mengancam menggagalkan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati Washington dan Teheran. Ketegangan yang kembali meningkat juga memunculkan kekhawatiran Selat Hormuz kembali terganggu, mengingat jalur tersebut menjadi salah satu rute pelayaran minyak paling vital di dunia. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru