Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 06 Agustus 2026

Pria Bersenjata Ditangkap Sebelum Trump Tiba di Lapangan Golf

Redaksi - Kamis, 06 Agustus 2026 09:10 WIB
105 view
Pria Bersenjata Ditangkap Sebelum Trump Tiba di Lapangan Golf
harianSIB.com/IG
Kawasan Trump National Golf Club Los Angeles.

Los Angeles (harianSIB.com)

Aparat penegak hukum Amerika Serikat menangkap seorang pria bersenjata dua hari sebelum Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menghadiri acara di Trump National Golf Club Los Angeles, Rancho Palos Verdes, California. Pria tersebut kedapatan membawa magasin berisi 16 peluru dan sebuah pistol 9 milimeter yang telah terisi di dalam kendaraannya.

Berdasarkan dokumen pengaduan federal, pria bernama Jeanine John Taele (38), warga Downey, pertama kali terlihat pada Jumat (31/7/2026) saat agen federal melakukan penilaian keamanan menjelang kunjungan Trump pada 4 Agustus 2026. Taele terlihat berkeliling kawasan lapangan golf sambil mengenakan alat komunikasi di telinganya serta memotret dan merekam aktivitas pengamanan.

Taele kemudian kembali ke lokasi pada Minggu (2/8/2026). Staf klub yang mengenalinya segera melaporkan keberadaannya kepada agen federal. Dalam pertemuan dengan petugas, Taele mengaku bekerja untuk Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dan menyatakan dirinya merupakan bagian dari tim pengamanan. Ia juga mengakui menyimpan senjata api yang telah terisi di dalam mobilnya.

Deputi Sheriff Los Angeles County kemudian menahan Taele. Dari pemeriksaan ditemukan magasin berkapasitas 16 peluru di saku celananya. Penggeledahan kendaraan juga menemukan pistol 9 milimeter yang telah terisi, magasin tambahan berisi peluru berongga, teropong, serta sebuah lencana bertuliskan "security protection agent".

Baca Juga:
Penyelidikan berlanjut ke kediaman Taele di Downey pada Senin (3/8/2026). Aparat menyita senapan platform AR yang diduga dimodifikasi secara ilegal menjadi senjata laras pendek, sejumlah senjata api lain, rompi antipeluru, magasin berkapasitas besar, amunisi, perangkat komunikasi, serta beberapa buku catatan yang dinilai mengkhawatirkan. Hingga kini, isi catatan tersebut belum dipublikasikan.

Menurut dokumen penyidikan, Taele diketahui merupakan mantan anggota Korps Marinir Amerika Serikat yang pernah bertugas di Irak dan Afganistan. Ia juga memiliki lisensi sebagai petugas keamanan, meski beberapa izin membawa senjata untuk kepentingan pekerjaan dilaporkan pernah dicabut atau ditangguhkan.

Kasus ini kini ditangani bersama oleh FBI melalui Joint Terrorism Task Force, Secret Service, Bureau of Alcohol, Tobacco, Firearms and Explosives (ATF), serta Sheriff Los Angeles County. Pejabat federal menyatakan penangkapan tersebut berhasil mencegah situasi yang berpotensi membahayakan, namun hingga saat ini motif Taele masih dalam penyelidikan.

Secara federal, Taele didakwa atas kepemilikan senapan laras pendek yang tidak terdaftar dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Ia juga menghadapi sejumlah perkara pelanggaran senjata di pengadilan negara bagian dan telah menyatakan tidak bersalah. Hingga kini, belum ada dakwaan percobaan pembunuhan terhadap Presiden Donald Trump.

Peristiwa ini menambah daftar pengamanan ketat terhadap Trump setelah insiden penembakan saat kampanye di Butler, Pennsylvania, pada Juli 2024, serta penemuan pria bersenjata di dekat lapangan golf Trump di Florida beberapa bulan kemudian. Pengalaman tersebut membuat setiap aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi yang akan dikunjungi presiden mendapat perhatian serius aparat keamanan.

Meski demikian, kunjungan Trump ke lapangan golf tersebut tetap berlangsung sesuai jadwal setelah aparat memastikan situasi aman. Penyelidikan terhadap motif dan tujuan keberadaan Taele di lokasi masih terus dilakukan oleh otoritas federal Amerika Serikat.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Hakim AS Larang Donald Trump Batasi Suaka
Aksi Penembakan Brutal di Dua Kota Amerika Serikat, 4 Tewas
Pertumbuhan Populasi hingga Perubahan Iklim Jadi ‟Kambing Hitam‟ Kebakaran California
Petugas Berjibaku Jinakkan Kebakaran California, Jumlah Korban Tewas Bertambah
Korban Tewas Capai 42 Orang, Kebakaran di California Paling Mematikan
Katy Perry dan Rod Stewart Tuding Presiden Tak Berperasaan Soal Kebakaran Hutan California
komentar
beritaTerbaru