Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 28 Agustus 2026

Benda Diduga Peluru Ditemukan Dalam Daging Menu MBG di Lampung Utara

* SPPG Disuspend, Polisi Lakukan Penyelidikan
Redaksi - Jumat, 28 Agustus 2026 13:20 WIB
159 view
Benda Diduga Peluru Ditemukan Dalam Daging Menu MBG di Lampung Utara
Dok Istimewa
Foto: Viral benda diduga peluru di menu MBG.

Lampung Utara(harianSIB.com)

Video seorang guru yang menunjukkan benda menyerupai peluru senapan angin dari potongan daging menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial.

Benda tersebut disebut ditemukan seorang siswa kelas 5 SD Negeri 3 Sindangsari, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, saat menyantap

makanan yang dibagikan dalam program MBG.

Dalam video yang beredar, guru tersebut tampak menunjukkan benda menyerupai peluru sambil mempertanyakan pengawasan terhadap makanan yang diproduksi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindangsari.

Baca Juga:

"Ini murid saya kelas 5, Ardi, menemukan satu buah peluru senapan angin di dalam daging," ujar guru tersebut dalam rekaman video.

Ia juga meminta pihak pengelola dapur MBG bertanggung jawab dan mempertanyakan bagaimana benda tersebut bisa berada di dalam makanan yang diberikan kepada siswa.

"Ini peluru senapan angin di dalam daging dari dapur MBG Sindangsari. Saya minta pertanggungjawaban yang punya dapur MBG," katanya.

SPPG DI-SUSPEND

Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Lampung, Fitra Alfarisi, membenarkan adanya laporan mengenai temuan benda asing tersebut.

Fitra mengatakan, SPPG Sindangsari untuk sementara dihentikan operasionalnya atau di-suspend. Penghentian dilakukan sembari tim melakukan penelusuran untuk memastikan asal benda yang ditemukan di dalam daging tersebut.

Baca Juga:

"Sudah monitor, itu dapurnya sudah di-suspend. Saat ini, tim kami masih mencari tahu peluru senapan angin itu berasal dari mana," kata Fitra, Rabu (26/8).

Menurut Fitra, kejadian tersebut sebenarnya telah dilaporkan sebelumnya.

Peristiwa disebut terjadi pada rentang 14-16 Agustus 2026.

"Peristiwa itu terjadi antara tanggal 14-16 Agustus, itu laporannya sudah masuk ke kami. Kami sudah cek, tetapi video viralnya juga sudah kami monitor,"

ujarnya.

DIPERIKSA DI LABORATORIUM

Baca Juga:

Untuk memastikan temuan tersebut, daging yang diduga berisi benda menyerupai peluru kini telah diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara.

Pemeriksaan dan uji laboratorium dilakukan untuk mendapatkan kepastian mengenai benda yang ditemukan sekaligus menelusuri kemungkinan sumbernya.

Fitra menegaskan, pihaknya belum dapat menyimpulkan bagaimana benda tersebut bisa masuk ke dalam makanan sebelum hasil pemeriksaan keluar.

"Kami masih menunggu hasil penelusuran mengenai asal-usul benda tersebut serta memastikan bagaimana benda itu bisa masuk ke dalam makanan," katanya.

Fitra pun meminta seluruh SPPG di wilayah Lampung dan Bengkulu memperketat pengawasan, mulai dari proses pengolahan hingga makanan didistribusikan kepada penerima manfaat.

"Kami mengimbau seluruh SPPG di wilayah Lampung dan Bengkulu untuk berkomitmen menyajikan menu yang higienis, memenuhi kecukupan gizi, dan lezat," ujarnya.

Ia mengatakan laporan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan program MBG.

Baca Juga:

"Kami sangat terbuka terhadap masukan dan kritik. Ini menjadi vitamin buat kami untuk perbaikan," kata Fitra.

Masyarakat yang menemukan persoalan dalam pelaksanaan MBG juga dapat menyampaikan pengaduan melalui saluran resmi Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk PO Box 4500 dan Siaga 127.

Hingga kini, KPPG Lampung dan Bengkulu masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengungkap asal benda menyerupai peluru tersebut dan bagaimana benda itu dapat berada di dalam makanan yang disajikan kepada siswa.

SELIDIKI

Benda diduga proyektil peluru senapan angin ada dalam potongan daging di menu Makan Bergizi Gratis (MBG) siswa SD di KabupatenLampung Utara. Polisi tengah melakukan pengecekan ke sekolah dan SPPG.

Kasatreskrim Polres LampungUtara, AKP Ivan Roland Cristofel mengatakan tim sudah mendatangi sekolah untuk meminta keterangan terkait temuan tersebut. Selain itu, tim dari Satreskrim Polres Lampung Utara juga akan mendatangi pihak SPPG.

Baca Juga:

"Jadi peristiwa itu terjadi pada 15 Agustus lalu, kami sudah melakukan serangkaian penyelidikan atas peristiwa tersebut dengan mendatangi sekolah. Rencananya pagi ini akan mendatangi SPPG-nya," kata Ivan dilansir detikSumbagsel, Kamis(27/8).

Pihaknya tengah menyelidiki asal benda tersebut. Diduga benda itu merupakan peluru dari senapan angin.

"Tentunya untuk mengetahui apakah memang benda tersebut sudah berada dalam daging tersebut atau bukan. Ini yang masih kami selidiki," terangnya.

Benda diduga peluru senapan angin ditemukan di dalam potongan daging yang dibagikan kepada siswa SD Negeri 3 Sindangsari, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada rentang 14-16 Agustus 2026.

DIPECAT

Di kesempatan terpisah dilaporkan, sebanyak 249 Kepala SPPG telah diberhentikan. Pemberhentian ini menyusul adanya pelanggaran yang dilakukan oleh kepala dapur yang mengelola program MBG.

Baca Juga:

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan di bawah kepemimpinan Kepala BGN yang baru, Sudaryono, sudah ada puluhan kepala SPPG yang tidak disiplin, tidak pernah ke kantor.

"Sudah ada 66 yang diberhentikan ini baru satu bulan ya," ujar Zulhas dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (26/8).

Zulhas menyebut, status mereka sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) diharuskan hadir ke kantor. Adapun total akumulasi kepala dapur MBG yang telah dipecat mencapai 249 orang.

Zulhas menegaskan Kepala SPPG bertanggung jawab sebagai pengawas makanan di tempat sangat vital demi menghindari bahaya dan memastikan kualitas makanan.

"(Kepala) SPPG nggak disiplin, ya, enggak ngantor, enggak datang ke kantor. Kan mereka PPPK, kalau enggak ngantor berapa kali itu harus diberhentikan.

Nah, ini tegas sudah 183 plus 66 yang dipecat," tambahnya. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Uji Menu MBG di SPPG Pusaka, DKPPKB Taput Nyatakan Aman Dikonsumsi
Harga Ayam Potong di Medan Tembus Rp50 Ribu per Kilogram, Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli
Baku Tembak di Lampung Utara, DPO Kasus Narkoba Tewas dan 3 Polisi Terluka
Bupati Sergai Minta Dapur SPPG Pedomani Konsep Zero Accident
MAKI Desak Kejagung Segera Periksa Nanik
Ombudsman Akan Rekomendasikan Tutup SPPG Bermasalah di Sumut
komentar
beritaTerbaru