Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 16 Agustus 2026

Ketua DPD Gerindra Sumut Gus Irawan Balas Laporkan Asmadi Lubis ke Poldasu

*Asmadi Sambut Baik
- Rabu, 19 Agustus 2015 09:37 WIB
820 view
 Ketua DPD Gerindra Sumut Gus Irawan Balas Laporkan Asmadi Lubis ke Poldasu
Medan (SIB)- Ketua DPD Gerindra Sumut Gus Irawan Pasaribu didampingi kuasa hukum Tumbur Tobing SH mendatangi Mapoldasu dengan tujuan membuat laporan, Selasa (18/8) sore.   Dalam laporan yang diterima Bripka Dian P Simangunsong SH dengan bukti lapor nomor LP/969/VIII/015/SPKT “I” itu, Gus melaporkan Asmadi Lubis terkait dugaan pencemaran nama baik dan UU No 11 tahun 2008, tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Kepada wartawan, Gus Irawan mengakui, laporan itu dilakukan pihaknya menanggapi pernyataan Asmadi Lubis di berbagai media cetak maupun elektronik, yang menuduhnya melakukan penipuan dan penggelapan, karena Gus yakin Asmadi tahu dirinya telah diperjuangkan selama ini. Menurutnya, DPD Gerindra Sumut sudah mengusulkan Asmadi Lubis sebagai calon bupati Tobasa dengan surat nomor ST/06-096/A/DPD-GERINDRASUMUT/2015 tanggal 19/06/2015.

“Saya juga sudah bawa Asmadi menemui Wakil Ketua Umum Gerindra Hashim Djojohadikusumo di Jakarta. Saat itu, Hashim sudah bersimpati dengan dia, tapi Asmadi malah menuding Pak Hashim meminta uang. Itu juga fitnah, padahal kami bersama temui pak Hashim di ruangannya bersama tiga orang lainnya,” ujarnya.

Gus mengaku, dirinya menyesali tudingan Asmadi terhadap Hashim terkait permintaan uang. Diakui, belasan permintaan Asmadi bertemu di Jakarta selalu diladeni, meski terkadang sudah dini hari. Disebutkan, kepadanya Asmadi meyakinkan DL Sitorus mendukungnya, termasuk finansialnya menghadapi Pilkada. Atas dasar itu pula, Gus lalu menemui Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan memohon Asmadi diberi rekomendasi calon bupati Tobasa.

“Saya sampaikan kepada Pak Prabowo, Asmadi Lubis adalah ketua DPC dan Wakil Ketua DPRD Tobasa serta pengacara DL Sitorus. Selain itu, pencalonannya didukung DL Sitorus. Selanjutnya, saya sampaikan kepada Pak Prabowo, setiap calon yang didukung DL Sitorus di Tobasa selalu menang sebagaimana periode-periode sebelumnya,” sebutnya.

Namun diakui dirinya terkejut saat Prabowo memberitahukan  bahwa DL Sitorus menelepon dan menghubunginya, meminta Gerindra mendukung adiknya Poltak Sitorus. Atas dasar permintaan ketua umum untuk mendiskusikan lebih lanjut dengan tim penjaringan, dihasilkan dalam pertemuan itu kepada Asmadi untuk mengambil langkah bertemu DL Sitorus.

Ditambahkan, tim penjaringan melalui sekretaris meminta melalui Gus Irawan agar Asmadi Lubis mendapatkan dukungan dari partai lain untuk koalisi pengusung, karena kursi Gerindra di Tobasa hanya empat. Sementara, tambahnya, syarat pencalonan minimal enam kursi. Menurutnya, Asmadi memang menjanjikan akan terus berupaya mendapatkan dukungan dari PKPI. Namun, katanya, hingga dekat jadwal pendaftaran, dukungan dari partai lain untuk koalisi tidak diperoleh Asmadi.

“Meskipun sebenarnya, jauh hari PKPI telah memberikan dukungan kepada Poltak Sitorus. Hal ini diketahui karena saya ikut mencari dukungan untuk Asmadi, termasuk ke PKPI, dengan menghubungi PKPI Sumut dan DPPnya," katanya.

Disebutkan, karena tidak ada dukungan lain, maka DPP memutuskan Poltak Sitorus yang justru memiliki peluang menang lebih besar dan mendapatkan rekomendasi dari PKPI, Demokrat dan PKB. Bahkan, sebutnya, dalam survei yang dilakukan, elektabilitas Poltak Sitorus lebih tinggi. Namun diakui, saat itu Gerindra belum memutuskan calon.

“Karena Gerindra tidak cukup mengusung calon secara mandiri, maka tidak ada pilihan lain harus berkoalisi dengan partai lain. Setelah keputusan DPP diberitahukan kepada saya pada Jumat (24/07/2015) dini hari, saya telepon Asmadi untuk memberitahu," katanya.

Diakui, Asmadi menyampaikan kekecewaan dan menyatakan akan melawan serta tidak akan mendaftarkan calon yang diusung Gerinda. Karena itu pihaknya menyiapkan SK pergantian Asmadi sebagai ketua DPC untuk mengamankan rekomendasi DPP. Dikatakan, seandainya Asmadi mau mendaftarkannya, maka SK pergantian Asmadi tidak akan diberlakukan. Gus mengakui, dirinya terkejut Asmadi menyalahkan berbagai pihak di media dan menyebar fitnah kemana-mana. Untuk menenangkan kader militan Gerindra, terangnya, dia harus melayani Asmadi sesuai jalur hukum.

“Inilah yang mendorong saya melaporkan Asmadi Lubis terkait dengan fitnah dan pencemaran nama baik. Ini pengalaman saya diadukan dan mengadukan orang. Tapi, mau bagaimana lagi? Mudah-mudahan ini pengalaman terakhir," pintanya.

Dikonfirmasi melalui telepon seluler, Asmadi Lubis mengaku, pihaknya menyambut baik perihal laporan yang dilakukan Gus Irawan terhadap dirinya. Menurutnya, dengan adanya laporan itu, diharapkan kepastian hukum dapat diperoleh dalam kasus tersebut. Menurutnya, terkait adanya kedua laporan itu, dirinya berharap polisi dapat melakukan penyelidikan secara profesional, tanpa tendensi ke pihak manapun.

"Tentu saya menyambut baik laporan itu. Saat ini, polisi diminta profesional dalam melakukan penyelidikan, khususnya terkait dugaan praktik mahar, karena hal itu akan sangat merusak Pilkada Tobasa nantinya," tegasnya.

Selain itu, Asmadi Lubis juga menyatakan kesiapannya menghadapi proses hukum terkait kedua laporan itu. Ditegaskan, dalam setiap laporan, pelapor tentu harus melengkapi bukti-bukti yang lengkap dalam laporannya.

"Saya membuat laporan tentu dilengkapi dengan bukti-bukti yang kuat. Sekarang, dengan adanya laporan kedua belah pihak, tentu akan memperjelas fakta dalam penyelidikan nantinya," jelasnya. (A19/R3a/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru