Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 16 Agustus 2026

Mobil Pengurus Partai Gerindra Sumut Dicuri, Anak Korban Nyaris Diculik

* Korban Tony Chandra: Kecil Kemungkinan Aksi Pencurian Itu Terkait Motif Politis
- Rabu, 17 Februari 2016 08:55 WIB
377 view
Medan (SIB)- Tiga  kawanan penjahat mencuri mobil pengurus Partai Gerindra Sumut Tony Chandra di rumahnya Jalan Madio Santoso,Lingkungan XIV, Kelurahan Pulau Brayan Darat I, Kecamatan Medan Timur, Selasa (16/2) pagi. Saat kejadian, Tony Chandra  memanaskan mobil Panther biru B 7207 F, untuk mengantarkan anaknya Felicia (6) ke SD Methodist II, Jalan Thamrin Medan.

Informasi diperoleh, saat  korban  memanaskan mobilnya, pelaku yang diperkirakan berjumlah tiga orang itu datang  mengendarai mobil. Satu dari ketiga pelaku masuk ke parkiran rumah karena pagar tidak dalam keadaan terkunci, hingga membawa kabur mobil korban.

Dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Tony Chandra mengakui, saat itu dirinya  memanasi mobil untuk mengantar anaknya ke sekolah, dengan posisi gerbang terbuka . Menurutnya, pelaku berhasil membawa kabur mobilnya saat ia masuk ke dalam rumah dengan perkiraan waktu sekira 1 menit. Mendengar mobilnya dibawa kabur, Tony mengaku sempat keluar dan melihat 1 unit mobil Avanza mengikuti mobilnya dari belakang.

Menjawab SIB, Tony mengaku belum dapat memastikan motif pencurian mobil itu. Namun diakui, kecil kemungkinan ada motif politis dalam peristiwa itu, karena anaknya tidak diculik dan dibebaskan tanpa luka apapun atau permintaan tebusan. Menurutnya, hingga saat ini pihaknya menduga kejadian itu murni pencurian mobil

"Kalau motif politis saya rasa kecil kemungkinannya, karena anak saya tidak diculik atau mereka minta tebusan. Mungkin, motifnya murni pencurian mobil. Yang penting bagi saya, saat ini anak saya dalam keadaan selamat. Masalah mobil, mudah-mudahan dalam waktu dekat polisi dapat mengungkapnya. Dulu pernah saya pasang GPS di mobil itu, namun sudah dibongkar dan belum dipasang lagi," sebutnya.

Terpisah, Kepala Lingkungan (Kepling) XIV Kelurahan Pulau Brayan Darat I Kecamatan Medan Timur Khairul Munthe mengatakan, ketika mendapatkan laporan penculikan itu, dirinya langsung berkoordinasi dengan Kepling lain serta Polsek Medan Timur. Diakui, ia terkejut mendapat informasi aksi pencurian itu. Setelah beberapa lama, ia mendapatkan kabar anak korban sudah ditemukan.

"Setelah dapat kabar dari rekan ibu korban, saya langsung berkoordinasi dengan ibu korban. Ternyata benar, anaknya sudah ditemukan. Biasanya, lampu jalan hidup pukul 18.00 WIB, dan dimatikan pukul 06.00 WIB. Padahal sebelum kejadian itu, saya baru saja memadamkan lampu jalan. Petugas jaga malam di sini memang tidak ada, tapi saya sering berkeliling di sekitar lingkungan. Karena terletak di pinggir jalan, rumah korban memang sering dilalui pengguna jalan. Menurut saya, pelaku bukan warga sini," jelasnya.

Ketika dikonfirmasi, Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto menegaskan, pihak Sat Reskrim Polresta Medan masih mengejar pelaku yang diduga berjumlah tiga orang.

Menurut Mardiaz, pihaknya belum dapat memastikan apakah pelaku terkait dengan komplotan perampok yang menggasak minimarket di Jalan Sutomo, beberapa waktu lalu. Diakui, hal itu masih didalami pihaknya hingga saat ini. Menjawab wartawan, mantan Kapolres Madina itu mengaku belum dapat memastikan apakah para pelaku menggunakan senjata api (Senpi) dalam melakukan aksi pencurian itu.

“Masalah keterlibatan pelaku dengan komplotan perampok swalayan masih didalami. Kalau masalah membawa Senpi, masih dilakukan penyelidikan,” tambahnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Aldi Subhartono membenarkan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Diakui, jumlah pelaku diduga berjumlah tiga orang. “Pelaku diduga berjumlah tiga orang, saat ini masih dalam pengejaran,” ucapnya. (A16/A17/A20/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru