Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026

Vaksinasi Penting bagi Lansia

- Minggu, 07 Juni 2015 17:13 WIB
500 view
Vaksinasi Penting bagi Lansia
Jakarta (SIB)- Vaksinasi tidak hanya penting diberikan kepada balita, tetapi juga penting untuk dewasa dan lansia. Sayangnya, masih banyak masyarakat belum mengetahui hal tersebut.

"Masyarakat hanya tahu vaksinasi diberikan kepada balita, seperti imunisasi. Padahal lansia juga perlu divaksinasi," ujar Ketua Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (Pergemi), Siti Setiati, dalam seminar kesehatan "Pencanangan Gerakan Vaksinasi Lansia untuk Hidup Sehat dan Bahagia", di Taman Menteng, Jakarta, Minggu (31/5).

Menurutnya, masalah kesehatan sering dialami lansia. Tak jarang penyembuhannya memerlukan pengobatan jangka panjang, seperti penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes, kanker, paru, dan dimensia.

Di Indonesia, angka penyakit infeksi pada usia lanjut masih tinggi, mengingat sistem imunisasi manusia turun seiring pertambahan usia. Infeksi dimaksud adalah pneumonia, herpes zoster, tuberkulosis, influenza, infeksi saluran kemih, dan infeksi saluran cerna.

"Kami di Pergemi sangat mendukung Gerakan Vaksinasi Lansia karena saat ini jumlah lansia yang betul-betul sehat sangat sedikit. Menjadi tua merupakan kesempatan emas yang tidak dimiliki semua orang," kata Siti.

Menurutnya, lansia penting divaksinasi untuk mencegah penyakit infeksi. Ketika mereka jatuh sakit terkena infeksi, penyakitnya akan lebih berat, fase penyembuhan lambat dan sulit pulih, bahkan dapat memperberat penyakit lainnya.

"Vaksinasi tidak dapat dilakukan sendiri oleh lansia. Mereka perlu dukungan keluarga dan kerabat terdekat," ujarnya.

BELUM PRIORITAS

Perwakilan dari Satgas Imunisasi Dewasa, Sukamto Koesno mengatakan, vaksinasi pada lansia gaungnya belum terlalu kuat, karena belum menjadi program pemerintah. Selain itu, biaya vaksin yang masih tinggi. Dewasa ini vaksinasi yang dianjurkan kepada lansia adalah influenza, pneumonia, dan herpes zoster.

Dirjen Bina Upaya Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Akmal Taher mengatakan, Kemenkes mendukung semua upaya pencegahan kesehatan, terutama untuk mencegah berbagai penyakit infeksi akut dan degeneratif kronik.

"Kami menyambut positif acara yang dicanangkan hari ini. Sejalan dengan upaya Kemenkes yang saat ini mengedepankan upaya promotif dan preventif, kami mendukung dan akan berkoordinasi dengan Direktorat Jendral P2PL serta Komite Penilaian Teknologi Kesehatan Kemenkes, untuk mendapat gambaran komprehensif menyangkut khasiat, efek samping, juga analisis finansial sebelum menentukan menjadi program nasioanal," tutur Akmal.

Banyak lansia datang dalam acara ini tidak mengetahui tentang vaksin untuk dewasa dan mereka belum pernah melakukan vaksin. Mereka ha-nya pergi ke rumah sakit saat sakit parah.

Ini alami Tanto (72), ketua senam dari PLN Duren Tiga. "Saya baru mendengar vaksin untuk lansia dalam acara ini dan belum pernah vaksin. Saya menjaga kesehatan hanya dengan olahraga teratur dan pola makan yang sehat," ujarnya. (SH/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru