Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026

Teh yang Terlalu Panas Dikaitkan dengan Risiko Kanker Kerongkongan

- Minggu, 29 November 2015 15:11 WIB
479 view
Teh yang Terlalu Panas Dikaitkan dengan Risiko Kanker Kerongkongan
Brisbane (SIB)- Teh yang nikmat adalah teh yang masih panas. Namun bila suhunya terlalu panas, lidah bisa melepuh. Bahkan konon hal ini juga dapat memicu kanker, terutama pada esofagus atau lebih dikenal dengan kerongkongan.

Kaitan antara teh panas dengan risiko kanker kerongkongan pertama kali dikemukakan pada tahun 1939. Namun kaitan ini baru dipastikan oleh studi lain yang dilakukan di Iran pada tahun 2009. Hasilnya dipublikasikan dalam British Medical Journal.

Di situ dikatakan makin panas tehnya, maka makin besar risiko kanker kerongkongan. Peneliti mengungkapkan fakta ini setelah melakukan pengamatan di sebuah daerah di Iran bagian utara, di mana penduduknya sangat gemar meminum teh.

Tak hanya itu, mereka suka meminum teh panas-panas, dengan suhu mencapai 80 derajat Celcius.

Peneliti pun sampai pada kesimpulan bahwa rutin mengonsumsi teh yang sangat panas (di atas 65 derajat Celcius) memicu tingginya risiko kanker kerongkongan, bahkan hingga delapan kali lipat. Sedangkan minum teh panas dengan suhu antara 60-65 derajat hanya akan menimbulkan risiko kanker dua kali lipat saja.

"Teh dengan suhu setinggi itu tentu saja di atas standar kita," ungkap peneliti, Prof David Whiteman, dari Cancer Control Group, QIMR Berghoffer, Brisbane.
Sayangnya Whiteman hanya bisa menjelaskan bahwa suhu minuman yang tinggi merupakan satu-satunya faktor yang ditengarai meningkatkan risiko kanker. Akan tetapi ia dan timnya tak dapat menjelaskan bagaimana teh bisa memicu efek tersebut.

Sejauh ini mereka hanya bisa menduga suhu teh yang tinggi dapat memicu peradangan kronis. Dan seperti kita tahu, peradangan berperan penting dalam pembentukan berbagai jenis kanker di tubuh manusia.

"Apalagi kalau mereka rutin meminumnya, sehingga memicu siklus kerusakan dan perbaikan yang tiada henti, tapi pada akhirnya menjadikan sel tubuh tidak stabil dan rentan bermutasi, sehingga mempermudah munculnya kanker," jelas Whiteman seperti dikutip dari ABC Australia, Rabu (25/11).
Yang membuat Whiteman prihatin adalah tempatnya melakukan penelitian tercatat sebagai salah satu daerah dengan tingkat kejadian kanker kerongkongan tertinggi di dunia, yaitu mencapai 15 tiap 100.000 orang.

Lalu bagaimana mencegah risiko ini? Whiteman mengatakan menambahkan susu ke dalam teh dapat menurunkan suhu minuman tersebut hingga sebanyak 5-10 derajat Celcius.

"Bisa juga dengan didiamkan selama dua menit atau lebih agar sebagian panasnya bisa hilang," sarannya.

Whiteman juga mengingatkan kanker kerongkongan juga dapat dipicu oleh asam lambung, obesitas dan juga kebiasaan merokok. Bahkan ketiganya berkontribusi terhadap kanker kerongkongan hingga sebesar 80-90 persen, atau lebih banyak dari teh panas sekalipun. (dth/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru