Virus Zika dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan paling mengerikan jika wanita hamil terserang virus ini akan melahirkan bayi yang mengalami pengecilan tengkorak kepala dan otak. Virus ini dikabarkan tersebar melalui gigitan nyamuk. Tentunya sangat menyeramkan akibat yang terjadi jika kita terserang virus ini.
Kita tentunya sangat mengkuatirkan perkembangan virus ini di Indonesia, terlebih saat ini iklim sering tidak menentu, kadang hujan, kadang panas. Kondisi ini menyebabkan nyamuk berkembang sedemikian banyak. Tidak hanya pada malam hari, kini nyamuk juga aktif di siang hari.
Virus ini hampir sama dengan demam berdarah. Sekali gigitan nyamuk dapat menyebabkan korban terkena demam berdarah, demikian juga dengan virus zika ini. Di Indonesia virus zika sesungguhnya sudah pernah terdeteksi di Provinsi Jambi. Jadi tidak tertutup kemungkinan jika daerah-daerah lain di Indonesia juga dapat terjangkiti virus ini. Yang menjadi ciri-ciri jika terkena virus zika ini yaitu : Demam mendadak, lemas, kemerahan pada kulit badan, punggung dan kaki, serta nyeri otot dan sendi, mata pasien akan merah, sakit kepala.
Berdasarkan informasi yang dirilis beberapa media, pada tahun 2007 terjadi ledakan kasus virus Zika ini di kepulauan Cook, Easter Island dan Polinesia. Di Kolombia tercatat sebanyak 560 kasus yang menyerang wanita dengan masa kehamilan 6-8 bulan dan secara keseluruhan diperkirakan terdapat 700 ribu kasus virus Zika. Di El Salvador dilaporkan kasus virus Zika sebanyak 169 kasus dimana 45 diantaranya menyerang wanita hamil dengan 2 kasus kematian. Pemerintah Salvador mengumumkan bahwa kasus virus ini pertama kali terjadi pada bulan November 2015 dan sejak itu telah dilaporkan dugaan kasus virus Zika sebanyak 3836 sampai dengan bulan Desember 2015.
Mengingat luasnya wilayah Indonesia dan juga kondisi iklim di Indonesia seperti yang diinformasikan sebelumnya, tentunya sangat mendukung bagi berkembang biaknya nyamuk dan juga perpindahan orang dengan cepat dari satu negara ke negara lainnya, Indonesia memang sangat rawan menjadi wilayah penyebaran virus ini. Karenanya harus ada langkah khusus yang diambil pemerintah untuk menghambat merebaknya virus ini di Indonesia. Jika pemerintah bergitu berkonsentrasi dan serius dalam penanganan kasus demam berdarah, maka pemerintah harus lebih serius lagi untuk penanganan kasus virus zika ini.
Dampaknya yang begitu menyeramkan mengharuskan pemerintah harus fokus dalam menghadapi persebaran virus zika ini. Mencegah tentunya lebih baik daripada mengobati.
Virus ZikaBerdasarkan informasi yang ada, Virus Zika pertama kali ditemukan pada tahun 1940 an pada monyet yang hidup di hutan di Uganda di Afrika Tengah.
Selanjutnya virus ini menulari manusia yang kejadian pertamanya mulai dilaporkan pada tahun 1954 di Nigeria. Dalam kurun beberapa dekade memang kasus virus ini relatif kecil yang hanya ditemukan 17 kasus di Afrika dan di Asia Tenggara. Virus ini memang tiba-tiba meledak mulai tahun 2014, dimana di Brazil banyak ditemukan kasus manusia yang tertular virus zika ini. Bahkan seratusan ibu hamil mengalami permasalahan serius dengan bayi yang dilahirkannya karena terkena virus zika ini.
Gejala yang muncul akibat serangan virus ini hampir sama dengan gejala flu seperti demam dan sakit kepala, ruam, mata dan hidung berair, mata merah, pengerasan ganglion, sakit persendian serta pelemahan otot. Dengan gelaja ini penderita akan mengalami penurunan kondisi kesehatan dan mengalami kelumpuhan. Gejala ini biasanya berlangsung selama 2-7 hari.
Dikatakan, walaupun sebagian besar penderita dapat pulih kembali setelah terserang virus ini, namun beberapa laporan menyebutkan bahwa virus ini dapat juga berakibat fatal bagi orang dewasa terutama yang mengalami pelemahan otot pernafasan. Bagi orang yang tertular virus ini dianjurkan untuk, banyak istirahat, minum cairan yang banyak agar tidak mengalami dehidrasi, minum obat seperti paracetamol untuk mengurangi demam dan sakit otot dan persendian serta dilarang untuk mengkonsumsi obat aspirin.
PencegahanKarena begitu cepatnya penyebaran virus ini dan media penyebarannya yang begitu potensial, maka pemerintah harus mempersiapkan langkah untuk mencegah penyebaran virus zika ini. Kita tentunya harus menjaga jangan sampai penyebaran virus zika ini sama dengan demam berdarah yang begitu pesat sampai-sampai memakan banyak korban. Pemerintah jangan sampai kecolongan. Jangan sampai ada korban dulu yang jatuh baru mulai mempersiapkan langkah penanggulangan. Menurut pandangan penulis, untuk langkah awal pemerintah dapat saja melakukan penanganan yang sama dengan penanganan kasus demam berdarah, seperti :
1. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar rajin menjaga kebersihan lingkungan dan tempat tinggalnya
2. Meminta kepada dinas kesehatan untuk secara teratur melakukan penyemprotan asap ke daerah-daerah yang memiliki potensi kuantitas nyamuk yang besar
3. Meminta kepada masyarakat agar senantiasa melindungi diri dari gigitan nyamuk (pakai pakaian yang menutupi tangan dan kaki); tutup boks, kereta dorong dan gendongan bayi dan kasa nyamuk, mengoleskan krim anti nyamuk
4. Untuk sementara melarang warga untuk menuju ke daerah-daerah yang rawan penyebaran virus zika, jika terpaksa maka disarankan untuk sangat berhati-hati
5. Untuk warga asing yang datang ke Indonesia juga harus diawasi dengan ketat, agar jangan sampai ada yang terkena virus dan lolos, karena dikabarkan ada temuan penyebaran virus ini dari hubungan seksual
Kita harus tetap berpegang teguh pada prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena berdasarkan informasi, belum ada vaksin untuk virus zika ini. Tentunya akan sangat beresiko dalam hal mengobati jika sampai ada yang terkena. Bisa jadi yang terkena tersebut harus kehilangan nyawanya. Karenanya semua harus konsisten dan disiplin dalam melakukan langkah pencegahan. Bukan hanya tugas pemerintah untuk melakukan pencegahan, tetapi tugas masyarakat juga yang merupakan sasaran dari virus itu sendiri. Jangan sampai kita menyesal karena terlambat bertindak. Kesehatan merupakan hal yang penting untuk dijaga. Karena berdasarkan data yang ada, ketika terkena virus zika, bisa saja sembuh, tetapi masih sangat rentan akan terkena kembali karena virus tersebut masih ada didalam tubuh. Mari bentengi diri kita dari virus zika yang berbahaya. Selamat melakukan pencegahan demi mendapatkan hidup yang sehat.
(Ramen Antonov Purba/c)