Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026

Residivis Curanmor Ditembak Polrestabes Medan, Akui Beraksi di 9 TKP Medan hingga Aceh

Roy Surya D Damanik - Minggu, 30 Agustus 2026 17:16 WIB
156 view
Residivis Curanmor Ditembak Polrestabes Medan, Akui Beraksi di 9 TKP Medan hingga Aceh
Foto: Dok/Polrestabes Medan
Pelaku curanmor, M Satria Bate'e usai mendapat penanganan medis di RS Bhayangkara Polda Sumut usai kedua kakinya ditembak petugas Polrestabes Medan, Sabtu (29/8/2026).

Medan(harianSIB.com)

Seorang residivis kasus narkoba dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), M Satria Bate'e (25), kembali berurusan dengan hukum. Pria yang bekerja sebagai tukang bangunan itu ditembak pads kedua kakinya oleh Tim Khusus JCS Polrestabes Medan bersama Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Medan setelah diduga terlibat pencurian sepeda motor di sejumlah lokasi.

Dalam pemeriksaan awal, Bate'e yang merupakan warga Jalan Sei Mencirim/Simpang Adios Gang Kesehatan 1, Kecamatan Medan Sunggal itu mengakui telah beraksi di 9 tempat kejadian perkara (TKP), yakni empat lokasi di wilayah Kota Medan dan lima TKP di Provinsi Aceh.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis, Minggu (30/8/2026), mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan pencurian sepeda motor yang terjadi di dua lokasi dan sempat viral di media sosial (medsos).

"Tim kemudian melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap rekaman CCTV maupun informasi yang diperoleh di lapangan hingga identitas pelaku berhasil diketahui," ujar Adrian.

Baca Juga:
Ia menambahkan, pelaku akhirnya ditangkap pada Sabtu (29/8/2026), sekitar pukul 16.10 WIB, di kawasan Jalan Pasar 4 Gang Pala, Sei Mencirim, Medan Sunggal. Saat diamankan, Bate'e kemudian diinterogasi dan mengakui keterlibatannya dalam pencurian sepeda motor di Cafe Magi, Jalan Amal Luhur, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, pada 15 Juni 2026 sekitar pukul 19.00 WIB.

"Dalam aksinya, Bate'e mengaku berperan sebagai pemetik sepeda motor. Ia bersama rekannya berinisial T yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO) dan berperan sebagai joki atau "casper," ungkapnya.

Lanjut AKBP Adrian, sepeda motor Honda Scoopy warna biru putih dengan nomor polisi BK 5561 AKW milik korban kemudian dijual kepada seorang pria berinisial L yang juga masih DPO. Dari penjualan tersebut, pelaku mengaku memperoleh bagian Rp 5 juta. Uang hasil penjualan sepeda motor tersebut digunakan untuk membayar utang dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Tidak berhenti pada satu kasus, penyidik kemudian mendalami pengakuan pelaku. Dari hasil pemeriksaan, Bate'e mengaku pernah melakukan pencurian sepeda motor di sejumlah lokasi lainnya. Di Kota Medan, pelaku mengaku beraksi di sebuah kafe di Jalan Garu I pada Mei 2026. Dalam aksi tersebut, dia bersama T mencuri Honda Vario 125 warna hitam tahun 2020. Bate'e mengaku berperan sebagai pemetik, sedangkan T sebagai joki. Sepeda motor tersebut dijual kepada L di kawasan Pasar 5 Mencirim. Dari transaksi itu, keduanya mendapat Rp 5 juta yang kemudian dibagi masing-masing Rp 2,5 juta," ujarnya.

Diungkapkan Kasat Reskrim, pada Juni 2026, Bate'e kembali beraksi di kawasan Jalan Dwikora, Medan Helvetia, dengan mencuri Honda Scoopy warna biru abu-abu. Modusnya serupa, Bate'e sebagai pemetik dan T sebagai joki. Sepeda motor dijual kepada L di kawasan Mencirim dengan harga Rp5,5 juta dan dibagi dua.

"Aksi berikutnya dilakukan di kawasan Medan Maimun. Pelaku mengaku mencuri Honda Beat tahun 2023 warna abu-abu bersama T. Kendaraan tersebut kembali dijual kepada L di kawasan Mencirim dengan harga Rp 5 juta," jelasnya.

Sementara pada 2024, Bate'e mengaku pernah beraksi di kawasan Tasbih, Medan Sunggal, dan Simpang Paya Geli, Medan Sunggal. Dalam dua kasus tersebut, ia berperan sebagai joki atau "casper" bersama rekannya dengan panggilan Pulung yang kini disebut dalam pemeriksaan. Dari kedua aksi itu, sepeda motor Honda Beat Street dan Honda Beat masing-masing dijual kepada L dengan nilai sekitar Rp 4,5 juta.

"Tak hanya beraksi di Kota Medan, penyidik juga mendapati pengakuan Bate'e terkait pencurian sepeda motor di wilayah Aceh. Pelaku mengaku melakukan pencurian Honda Beat warna merah di Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Honda Vario warna merah di Langsa, Honda Beat Street warna hitam di Aceh Tamiang, serta Honda Scoopy warna merah hitam di kawasan Tamiang-Langsa. Seluruh sepeda motor hasil curian tersebut, menurut pengakuan pelaku, dijual kepada L di kawasan Mencirim dengan harga antara Rp 5 juta hingga Rp 5,7 juta," katanya.

Ia melanjutkan, pengakuan pelaku masih terus didalami penyidik untuk memastikan keterkaitannya dengan seluruh laporan polisi dan mengungkap jaringan penadah maupun pelaku lain yang masih DPO. Adrian menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti pada penangkapan pelaku lapangan. Polisi masih melakukan pengembangan untuk mengejar rekan pelaku serta pihak yang diduga berperan sebagai penadah.

"Dalam proses pengembangan kasus, Bate'e melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri. Petugas kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kedua kaki pelaku. Setelah itu, pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumut untuk mendapatkan perawatan medis sebelum diserahkan kepada penyidik Polsek Patumbak guna proses hukum lebih lanjut," tegasnya.

Bate'e diketahui bukan kali pertama berhadapan dengan hukum. Ia merupakan residivis kasus narkoba yang ditahan pada 2017 dan bebas pada 2018. Ia kembali tersangkut kasus curanmor dan menjalani hukuman sejak 2024 hingga keluar pada 2026. Dari tangan pelaku kata Adrian, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 mata kunci T, 1 baju warna hitam, 1 celana panjang hitam serta sepasang sandal warna hitam.

"Atas perbuatannya, pelaku diproses dalam perkara pencurian dengan pemberatan sebagaimana laporan polisi yang ditangani Polsek Medan Helvetia dan Polsek Patumbak. Polisi masih mengembangkan kasus tersebut guna mengungkap seluruh jaringan pencurian kendaraan bermotor yang melibatkan pelaku," pungkasnya.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
Kota Sibolga Marak Rayap Besi

Kota Sibolga Marak Rayap Besi

Sibolga(harianSIB.com)Kota Sibolga yang dari dahulu terkenal aman sepertinya sudah tidak seaman dulu lagi.Masalahnya, sekarang disana banyak