Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 16 Agustus 2026

Ratusan Warga Lereng Gunung Pusuk Buhit Samosir Gotongroyong Cor Jalan dengan Biaya Patungan

* Kadus : Kami Tetap Butuh Perhatian Pemerintah
- Rabu, 23 Agustus 2017 18:58 WIB
841 view
Ratusan Warga Lereng Gunung Pusuk Buhit Samosir Gotongroyong Cor Jalan dengan Biaya Patungan
SIB/Marihot Simbolon
BANGUN JALAN : Ratusan warga Dusun Tiga Sitaotao, Desa Tanjung Bunga, bergotongroyong dengan biaya patungan membangun rabat beton jalan Tikungan Silosung sekira sepanjang 100 meter karena rusak parah, Selasa (22/8).
Samosir (SIB) -Ratusan warga Dusun Tiga Sitaotao, Desa Tanjung Bunga, tepatnya di lereng Gunung Pusuk Buhit Kecamatan Pangururan bergotongroyong mencor jalan (rabat beton) sekira sepanjang 100 meter, Senin-Selasa (21-22/8).

Pencoran jalan tersebut menggunakan dana swadaya masyarakat, dimana setiap rumah tangga dipungut  Rp 50 ribu , ditambah bantuan para perantau asal Sitaotao dan partisipasi Direktur UD Romian Artha  Polma Gurning.

Kepala Dusun (Kadus) Tiga Sitaotao, Marli Naibaho  mengatakan jalan sepanjang 100 meter itu atau biasa disebut " Tikungan Silosung" kondisinya menikung dan menanjak dari arah Pangururan menuju Sitaotao, sehingga sulit dilalui kendaraan apalagi  saat musim hujan.

Ditambahkan, akibat  Tikungan Silosung  rusak parah, warga  kesulitan menjual hasil tani/ladang ke Kota Pangururan,  karena kondisi jalan susah dilalui apalagi  warga menggunakan kendaraan roda dua. "Dari Dusun Sitaotao belum ada angkutan umum," katanya.

Marli juga menjelaskan  jalan tersebut termasuk air minum atau air bersih selalu diprioritaskan, namun tidak pernah terealisasi. Akhirnya warga Dusun Tiga Desa Tanjung Bunga sepakat membangun jalan itu dengan biaya patungan ditambah bantuan dermawan.

Meski demikian, sambung Marli, warga Sitaotao tetap membutuhkan perhatian Pemkab Samosir untuk membenahi jalan menuju Sitaotao, karena daerah itu salah satu objek wisata dan jalan alternatif mendaki Gunung Pusuk Buhit.

Selain pembenahan jalan, warga setempat juga membutuhkan air bersih. Pasalnya, sejak Indonesia belum merdeka hingga Kabupaten Samosir berusia 13 tahun, warga Dusun Sitaotao tetap kesulitan mendapatkan air bersih.

Seorang warga yang dituakan, Op Rendy Sitanggang  menyampaikan terimakasih kepada semua yang memberikan bantuan atas pembangunan jalan tersebut.

"Kami  tidak tahu kenapa jalan menuju Dusun Sitaotao ini tidak terealisasi pembangunannya, padahal setiap Musrenbang selalu masuk pembahasan dan prioritas tapi tidak pernah nyata dan hanya jadi hayalan," ujar Op Rendy kecewa seraya berharap dengan terbitnya berita ini di Harian SIB ada perhatian pemerintah.

Direktur UD Romian Artha, Polma Gurning yang memberikan bantuan  semen dan air  untuk mencor jalan tersebut juga berharap Pemkab Samosir memberikan perhatian serius atas keluhan rakyat, apalagi dengan infrastruktur jalan yang mendukung perkembangan ekonomi rakyat.

UD Romian Artha yang menjual bahan bangunan atau panglong itu diketahui sering berpartisipasi. "Apabila masih kurang bahan air ataupun semen kita masih bersedia memberikan bantuan,"katanya.

Pengusaha lainnya, 12 Bersaudara Renaldi Naibaho yang turut serta  membantu semen juga berharap Pemkab Samosir memberikan perhatian atas keluhan warga Dusun Sitaotao sekitarnya. (H04/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru