Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026

Dinas Pariwisata Simalungun Dinilai Tak Miliki Konsep Pengembangan Destinasi Pariwisata

Redaksi - Sabtu, 03 September 2022 20:53 WIB
433 view
Dinas Pariwisata Simalungun Dinilai Tak Miliki Konsep Pengembangan Destinasi Pariwisata
Foto: Ist/harianSIB.com
Kawasan Pantai Bebas Parapat, Danau Toba Kab Simalungun.
Simalungun (SIB)
Ketua Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Kabupaten Simalungun, Jaserman Saragih SE menilai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Simalungun sampai sekarang tidak memiliki konsep pengembangan destinasi pariwisata.

Padahal, Kabupaten Simalungun memiliki cukup banyak objek wisata seperti Pantai Bebas Parapat, Kawah Putih Tinggiraja, Sampuran Tarakni Onggang, Batu Gantung Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Panatapan Simarjarunjung, Pantai Garoga Tigaras dan Tanjung Unta.

Ditambah lagi, Rumah Bolon Pamatang Purba, Makam Raja Raya, Kebun Teh Sidamanik, Pemandian Aek Manik Sidamanik, Pantai Sigumbagumba Haranggaol, Air Terjun Jambuara Tanah Jawa, Air Terjun Bahapusuk Hatonduhan, Pamatang Sidamanik, Pemandian Karang Anyer, Air Terjun Bah Biah Sidamanik dan lainnya.

"Jika objek wisata itu dikembangkan, maka akan memberi manfaat ekonomi, sosial dan manfaat lingkungan. Bahkan, akan menambah pendapatan asli daerah. Dinas Pariwisata sudah sepatutnya memiliki konsep bagaimana untuk mengembangkan destinasi pariwisata," kata Jaserman di Pamatangraya, Jumat (2/9), seperti dilansir dari harianSIB.com.

Menurutnya, Dinas Pariwisata sudah seharusnya membuat terobosan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Simalungun.

Usaha sektor pariwisata diminta melibatkan masyarakat, termasuk UMKM (usaha mikro kecil menengah). Sebagai contoh, masyarakat dapat memanfaatkan layanan makanan-minuman sebagai cikal bakal homestay.

"Masyarakat juga dapat menghasilkan kerajinan dan olahan pangan untuk dijadikan cenderamata. Namun, tetap mengedepankan sikap ramah dan sopan," ujar Jaserman.

Sebagaimana juga diketahuinya bahwa Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno telah meresmikan Desa Wisata Kampung Warna Warni Tigarihit Parapat, belum lama ini.

Karenanya, dipandang perlu digalakkan pengembangan desa wisata dan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menyukseskan program ini.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Simalungun, Muhammad Fikri Fanani Damanik, sepertinya tidak membantah saat dikonfirmasi harianSIB.com tentang pihaknya tidak memiliki konsep pengembangan destinasi pariwisata.

Ia justru menjelaskan masih terbilang baru menjabat Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Simalungun.

"Memang belum (ada konsep pengembangan destinasi), karena anggarannya disusun orang lain (kepala dinas sebelumnya). Aku kan masuk di Januari 2022," ungkapnya.

"Di tahun 2022 ini, kita pembenahan. Kita rapikan dulu, bagaimana mengerjakan data kunjungan wisata, data objek, data pendukung objek," urainya.

Ada sekira Rp 9 miliar anggaran di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Simalungun tahun 2022.

Menurutnya, besaran anggaran itu ditujukan untuk gaji, tunjangan pegawai, tambahan penghasilan pegawai (TPP), kegiatan aplikasi, penyusunan master plan, sosialisasi dan sertifikasi pramuwisata. (SS15/f)




Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru