Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 Juli 2026

Kasdim 0108/Agara: Aceh Tenggara Jadi Pilot Project Koperasi Desa Merah Putih di Aceh

Armentoni Munthe - Jumat, 07 November 2025 22:28 WIB
1.000 view
Kasdim 0108/Agara: Aceh Tenggara Jadi Pilot Project Koperasi Desa Merah Putih di Aceh
Foto harianSIB. com/Armentoni Munthe
Kasdim 0108/Agara Mayor Inf Ronny Mahendra saat menyampaikan penjelasan tentang Koperasi desa merah putih, saat kegiatan Jum'at Curhat di Masjid Jami'atul Huda Desa Kati Jeroh Kecamatan Deleng Pokhkison, Jum'at(7/11/2025)

Kutacane(harianSIB.com)

Kasdim 0108/Aceh Tenggara Mayor Inf Ronny Mahendra mengatakan, Kabupaten Aceh Tenggara ditunjuk sebagai pilot project pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Provinsi Aceh.

Hal itu disampaikan Ronny mewakili Dandim 0108/Agara pada kegiatan Jumat Curhat di Masjid Jami'atul Huda, Desa Kati Jeroh, Kecamatan Deleng Pokhkison, Jumat (7/11/2025) subuh.

Menurutnya, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, seluruh desa di Indonesia diharapkan memiliki Koperasi Desa Merah Putih sebagai wadah ekonomi rakyat.

"Dalam waktu dekat koperasi ini harus mulai dibangun. Untuk Aceh Tenggara ditargetkan berdiri sebanyak 233 unit," ujar Ronny.

Ia menjelaskan, saat ini telah masuk tahap pembangunan di 21 titik, dengan 11 unit di antaranya sudah mulai pengerjaan pondasi dan pemasangan tapak gajah.

Ronny menambahkan, Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

"Dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat. Presiden menjalankan amanah UUD 1945 Pasal 33 untuk mengelola sumber daya bagi kemakmuran rakyat," tegasnya.

Kasdim juga meminta camat dan perangkat desa agar segera menyiapkan lahan bagi pendirian koperasi, dengan luas maksimal 1.000 meter dan minimal 25 x 35 meter. Bangunannya akan dibuat seperti toko modern.

Selain itu, koperasi akan memiliki gudang untuk menampung hasil panen seperti padi dan jagung, yang dapat dibeli secara tunai oleh koperasi.

"Nanti di akhir tahun akan ada pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) sesuai dengan rencana anggaran," tambah Ronny.

Ia mengakui, pelaksanaan di lapangan memerlukan koordinasi dan sinergi semua pihak.

"Memang tidak mudah. Dibutuhkan koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan simplifikasi agar program ini berjalan baik," pungkasnya.(**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru