Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 16 Juni 2026

Pascabencana, Mahasiswa UNITA Bangun Ketangguhan Desa Sibalanga Lewat Mitigasi dan Inovasi Kakao

Redaksi - Sabtu, 07 Maret 2026 12:41 WIB
661 view
Pascabencana, Mahasiswa UNITA Bangun Ketangguhan Desa Sibalanga Lewat Mitigasi dan Inovasi Kakao
Foto: Dok/ Dekan Fakultas Ekonomi UNITA)
Tim Abdimas UNITA diketuai Dr Rosalinda Sitompul bersama tim dosen dan mahasiswa menyerahkan bantuan alat teknologi tepat guna berupa mesin pengupas, mesin roasting, cocoa grinder, crusher dan mesin penepung coklat kepada Lembaga Desa Pengelola Hutan (LDP

"Menyadari hal itu, mahasiswa UNITA menyelenggarakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak PAUD dan SD di Desa Sibalanga. Melalui permainan edukatif, aktivitas kreatif dan interaksi yang hangat, anak-anak diajak memulihkan rasa aman dan kegembiraan belajar mereka," jelasnya.

Dr Rosalinda juga mengungkapkan, pada kesempatan itu mahasiswa juga memberikan hadiah buku dan pulpen sebagai simbol harapan dan penyemangat agar anak-anak tetap bersemangat sekolah meski baru saja melewati masa sulit."Program itu tidak berhenti pada pemulihan, tetapi bergerak lebih jauh ke ranah pemberdayaan ekonomi masyarakat. Potensi kakao di Desa Sibalanga dibaca sebagai peluang strategis untuk meningkatkan pendapatan warga. Bersama masyarakat dan lembaga desa, tim menyusun inisiatif pengolahan biji kakao menjadi produk coklat batangan dengan merek "Tapanuli Resiliansi Kakao (Tapanres Kakao)"," terangnya.

Menurutnya, nama tersebut mencerminkan semangat bahwa pemulihan desa bukan hanya bangkit dari bencana, tetapi juga membangun ketangguhan ekonomi berbasis potensi lokal.

"Untuk memastikan program tidak berhenti pada pelatihan, tim Abdimas UNITA bekerja sama dengan Kemdiktisaintek melalui skema Bima menyerahkan alat teknologi tepat guna pengolahan coklat berupa mesin pengupas, mesin roasting, cocoa grinder, crusher dan mesin penepung coklat. Perangkat itu diharapkan memperkuat rantai nilai kakao dari bahan baku menjadi produk siap jual yang berdaya saing," paparnya.

Dr Rosalinda mengungkapkan, penerima manfaat utama adalah mitra tim Abdimas yaitu Lembaga Desa Pengelola Hutan (LDPH) Desa Sibalanga yang diketuai Pernando Aritonang dan PKK Desa Sibalanga yang diketuai Maria AS Lumbantobing."Penyerahan alat dilaksanakan pada 2 Maret 2026 dan disaksikan oleh pemerintah desa melalui Sekretaris Desa Sibalanga David Hutabarat yang mewakili Kepala Desa. Momentum itu menjadi simbol sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah dan masyarakat dalam agenda pemulihan dan penguatan ketahanan desa pasca bencana," terangnya.

Menurutnya, kehadiran teknologi tepat guna diharapkan mampu mempercepat transformasi kakao di Desa Sibalanga dari komoditas mentah menjadi produk olahan bernilai tambah yang memperkuat ekonomi rumah tangga di desa tersebut.

Di penghujung kegiatan, Tim Abdimas Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kemendiktisaintek yang telah mendanai dan memfasilitasi Program Mahasiswa Berdampak tersebut.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
UNITA Jembatani Pengrajin Baion Matiti 2 dengan Disparpora Humbahas
Prajurit TNI Bantu Cari Pelaku Begal yang Nyaris Memangsa Driver Ojol
Humbahas Peringkat II Tindak Lanjut Rekomendasi BPK, Ikuti Entry Meeting LKPD 2025
FSKMP Ancam Laporkan I Gusti Ngurah Jaya Negara Usai Sebut Penonaktifan PBI JK Perintah Prabowo Subianto
Dapat Tambahan Kuota KIP-K, UNITA Ucapkan Terima Kasih kepada Sekjen Kemendiktisaintek, Bupati-Wakil Bupati Taput dan LLDikti Wilayah I
Pemerhati Buruh Yakin Pemerintah Tak Sia-siakan Nasib Pekerja TPL
komentar
beritaTerbaru