Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026

Truk Angkut Baja Ringan Gagal Nanjak di Jalan Alternatif Menuju Parapat, Tiga Orang Asal Riau Tewas

Jheslin M Girsang - Rabu, 25 Maret 2026 11:28 WIB
652 view
Truk Angkut Baja Ringan Gagal Nanjak di Jalan Alternatif Menuju Parapat, Tiga Orang Asal Riau Tewas
Foto: Dok/Warga
Kecelakaan maut di jalan alternatif KM 06-07 Simpang Palang menuju Simpang Sitahoan-Parapat, di Dusun Talun Sungkit, Desa Pondok Bulu, Dolok Panribuan, Simalungun, Selasa (24/3/2026).

Simalungun(harianSIB.com)

Kecelakaan maut terjadi di jalan alternatif KM 06-07 Simpang Palang menuju Simpang Sitahoan-Parapat, tepatnya di Dusun Talun Sungkit, Desa Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Selasa (24/3/2026).

Tragedi berdarah itu melibatkan dua kendaraan, yakni Truk Mitsubishi Fuso BK 9283 CE bermuatan baja ringan kontra mobil Toyota Kijang Super BM 1796 UL.

Akibat benturan keras tersebut, tiga orang meninggal dunia yaitu, Sunarno (61) sopir Kijang Super, Jihan Meilani (16) dan ⁠Yeni Hafizah Putri (16), keduanya pelajar sebagai penumpang mobil Kijang Super. Para korban tewas berasal dari Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

Pada saat kejadian, Kijang Super membawa lima penumpang. Tiga penumpang lainnya mengalami luka-luka, yaitu Sukarno, Watini dan Fahmi Muhajir Nasution.

Baca Juga:
Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun Ipda Yancen Hutabarat mengatakan, truk Mitsubishi Fuso yang dikemudikan ASL (49) asal Kabupaten Humbang Hasundutan, melaju dari arah Simpang Palang menuju Simpang Sitahoan diduga dengan kecepatan lambat.

Namun, saat melewati tanjakan, pengemudi truk tidak mampu mengendalikan kendaraan sehingga truk mundur ke belakang dan menabrak Toyota Kijang Super yang berada di belakangnya.

Akibatnya, sopir Kijang Super dan dua penumpangnya tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Ketiga jenazah dibawa ke RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar. Sementara korban luka dirujuk dari Puskesmas Tiga Dolok ke Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar.

Dari hasil olah TKP, katanya, faktor jalan yang menanjak dan berbelok pada jalur alternatif selebar 7 meter dengan aspal hotmix menjadi kondisi yang turut berkontribusi terhadap kejadian.

Sementara itu, pengemudi truk tidak dapat menunjukkan SIM maupun STNK kepada petugas setelah kejadian.

"Unit Gakkum telah melaksanakan seluruh langkah penanganan secara lengkap dan prosedural, mulai dari penerimaan laporan, koordinasi, pengecekan dan olah TKP, pengaturan arus lalu lintas, pemotretan TKP, pengamanan barang bukti, pengecekan korban, hingga pelaporan kepada pimpinan. Semua dilaksanakan dengan cepat dan tuntas," kata Yancen.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
YP Harapan Pematangsiantar akan Gelar Longmarch ke Parapat
Diusulkan Perbaikan Jalan Menuju Gereja, Tapi yang Dibangun Jalan Sirikki Parapat
66 Kapal Motor Ikuti Perlombaan Kapal Wisata Perebutkan Piala Kapoldasu di Parapat
Sosialisasi Perlengkapan Keselamatan Kapal Motor Digelar di Parapat
Menara Mesjid Taqwa Parapat Diresmikan
13 Tersangka Narkoba Dibekuk Polres Simalungun
komentar
beritaTerbaru