Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 18 Juni 2026

Wanita 21 Tahun di Karo Berjuang Lawan Kanker Ovarium

Theopilus Sinulaki - Jumat, 17 April 2026 16:55 WIB
920 view
Wanita 21 Tahun di Karo Berjuang Lawan Kanker Ovarium
Foto: Dok/Pribadi
Kristina Natalia Br Sidauruk, warga Kabupaten Karo, yang sedang berjuang melawan kanker ovarium, Jumat (17/4).

Karo(harianSIB.com)

Kanker ovarium seringkali dijuluki "silent killer", karena gejalanya yang tidak muncul pada stadium awal namun menjelang stadium akhir. Penyakit ini terletak pada indung telur (ovarium), organ yang berperan penting dalam memproduksi sel telur dan hormon.

Meski masih muda berumur 21 tahun, Kristina Natalia Br Sidauruk, warga Kabupaten Karo, mengalami dan mengidap kanker ovarium sesuai diagnosa dokter yang memeriksanya.

Menurut berbagai sumber, penyebab pasti kanker ovarium seringkali sulit diidentifikasi, namun umumnya didorong oleh perubahan atau mutasi genetik pada sel. Gejala khas yang perlu diwaspadai terutama jika terjadi terus-menerus, meliputi perut kembung, cepat kenyang meskipun makan dalam porsi kecil, nyeri panggul dan perubahan kebiasaan buang air.

Saat ditemui di rumahnya, Jumat (17/4), Kristi berbagi pengalamannya sebagai peserta Program JKN yang terdaftar pada segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Kristina mengaku tidak mengeluarkan biaya sepeserpun untuk seluruh proses pengobatan yang dijalaninya melalui tindakan kemoterapi di rumah sakit.

Baca Juga:
"Saya sudah menjalani kemoterapi. Penyakit ini muncul saat saya masih aktif menjadi mahasiswa di Kota Medan. Jadwal menstruasi saya sering tidak teratur. Awalnya saya fikir ini adalah hal yang biasa karena faktor kelelahan. Namun hal ini berlanjut sampai akhirnya saya merasakan nyeri hebat setiap menstruasi," ujarnya.

Sejak itu, ia berusaha menjalani hari-harinya dengan tenang meskipun dalam kondisi sakit. Hal ini juga didukung oleh Program JKN yang membantunya meringankan beban biaya saat berobat.

"Saya pernah dirawat di Rumah Sakit Amanda Berastagi lalu di rujuk ke Rumah Sakit Adam Malik Medan untuk mendapatkan pelayanan lebih lanjut. Sesampainya di Rumah Sakit Adam Malik, kemudian cek darah terlebih dahulu untuk mengetahui diagnosis penyakit apa. Waktu itu saya dirawat inap. Dari hasil cek darah itulah saya didiagnosa kanker ovarium," katanya tegar.

Dijelaskannya, kondisinya sempat memburuk dan mengharuskan dirinya harus menjalani operasi dan kemoterapi serta harus rawat inap berkali-kali. Upaya demi upaya di lakukan, hingga sampai saat ini sudah melakukan sepuluh kali kemoterapi dan dua kali operasi.

"Puji Tuhan Program JKN ini sangat membantu sekali. Ini adalah pengalaman pribadi saya sendiri memakai layanan fasilitas kesehatan dengan Program JKN. Dari awal berobat hingga operasi berapa biaya yang harus saya keluarkan kalau tidak ada program ini. Mungkin saya tidak bisa melanjutkan berobat dan tidak tahu bagaimana nasib saya kalau tidak ada JKN. Oleh karenanya saya sangat berterimakasih kepada pemerintah karena telah hadir melalui Program JKN. Saya tahu orang dengan kemampuan finansial yang baik pun akan kewalahan apabila harus disuruh bayar biaya pengobatan, apalagi bagi orang-orang yang kurang mampu. Terima kasih sekali lagi, dengan Program JKN kami seluruh masyarakat bisa berobat tanpa harus terbebani biaya," tutup Kristi.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Massa Gebrak Berunjukrasa di Kantor BPJS Kesehatan Padangsidimpuan
2019, Iuran BPJS Kesehatan Naik
Bisnis Apotek di Medan Lesu, Pasca BPJS Kesehatan Gratiskan Obat
Tunggakan Iuran Bebani BPJS Kesehatan
Dituding Kebangetan oleh Presiden, Ini Tanggapan BPJS Kesehatan
Belanja BPJS Kesehatan Gede Banget!
komentar
beritaTerbaru